Xiu Jia Li

Xiu Jia Li
Episode 21. Kunjungan istana


__ADS_3

Xavier bersama sang ratu telah tiba di desa Fuxiu tempat tinggal Luan dan juga putri Xiu yang sedang menyamar sebagai Xi Mei.


Mereka datang kesana dengan beberapa pasukan untuk sekedar mengecek kondisi desa tersebut, sekaligus Xavier juga ingin mencari tahu apakah benar putri Xiu ada disana.


Ratu Lien terus berusaha mencari cara untuk bisa membawa Xavier pergi dari sana, karena ia tak ingin Xavier tahu bahwa putri Xiu benar ada disana.


"Yang mulia, lebih baik kita kembali saja ke istana! Barangkali putra kita sudah pulang dari sekolahnya, aku tidak mau terlalu lama berada disini, mereka sangat ramai dan aku tidak suka jika harus bercengkrama dengan rakyat jelata seperti mereka!" ucap ratu Lien.


"Kenapa kamu jadi begitu? Bukannya dulu sewaktu masih dengan raja Feng, kamu itu suka berinteraksi dengan rakyat kamu? Apa yang bikin kamu jadi kayak gini?" tanya Xavier heran.


"Itu aku hanya berpura-pura saja, yang mulia. Aku tidak enak jika mengatakan yang sejujurnya pada raja Feng, maka dari itu aku terpaksa harus berinteraksi dengan mereka." jawab ratu Lien.


"Oh begitu, tapi tenang! Kita hanya berkeliling kok, dan kita tidak turun dari sini!" ucap Xavier.


"Tetap aja aku malas melihat wajah mereka, pasti mereka mau ketemu sama aku nantinya. Lebih baik kita pulang saja ya!" pinta ratu Lien.


"Kamu ini kenapa sih? Kayaknya gak suka banget kita kunjungan ke desa ini, ada masalah apa? Atau kamu memang takut kalau aku tahu kamu sembunyikan putri Xiu disini, iya?" ujar Xavier.


Ratu Lien terdiam memalingkan wajahnya, pertanyaan Xavier membuatnya tak berkutik karena itu memang benar.


"Kenapa diam? Benar begitu kan?" tanya Xavier.


"Kamu bicara apa sih? Aku aja gak tahu dimana anakku sekarang, aku juga lagi cari dia. Kamu jangan ngada-ngada deh!" ucap ratu Lien mengelak.


"Iya iya... aku kan cuma nanya, kamu gausah marah kayak gitu kali!" ucap Xavier.


"Yaudah, kita kembali aja ke istana ya! Atau kalau kamu mau kunjungan kesini, sebaiknya kamu sendiri aja jangan ajak aku!" ucap ratu Lien.


"Iya Lien, tapi nanti-nanti aja ya... untuk sekarang, kamu harus ikut dulu menyapa warga kita disini! Biar gimanapun, mereka pasti ingin bertemu dengan raja dan ratu mereka. Kita gak boleh abaikan mereka!" ucap Xavier.


"Tapi yang mulia, aku—"


"Sudahlah Lien, jangan membantah! Hanya kali ini saja kita berkunjung ke desa ini, lagipun semua sudah tanggung disebarkan!" potong Xavier.


Akhirnya Lien tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan Xavier, ia terpaksa ikut dengan lelaki itu mengunjungi desa Fuxiu.


__ADS_1



Luan dan Ryu berdiri di depan rumah mereka, tak lupa mereka menyediakan berbagai bahan pokok serta sejumlah uang sebagai pajak yang akan mereka bayarkan kepada istana.


"Luan, apa kamu tidak mau menunggu saja di dalam? Bagaimana kalau raja Xavier melihatmu dan dia curiga putri Xiu ada disini?" tanya Ryu.


"Tenang saja! Raja Xavier tidak akan mencurigai itu, karena Xiu kan sekarang sudah banyak berubah." jawab Luan.


"Iya sih, lalu bagaimana jika ratu Lien ingin bertemu dengan putrinya nanti?" tanya Ryu.


"Tentu saja aku akan mengenalkan ratu dengan Xi Mei, tapi tidak di depan mata yang mulia. Aku yakin ratu juga tahu, kalau dia tidak bisa bertemu dengan putri Xiu jika pergi bersama Xavier." jawab Luan.


"Baiklah, kita sambut kedatangan yang mulia dan sang ratu disini. Mereka pasti sebentar lagi akan datang kemari," ucap Ryu.


"Iya," Luan mengangguk setuju.


Tak lama kemudian, justru Xi Mei yang datang lebih dulu ke rumah menemui Luan dan Ryu.


"Siang om, siang bik!" ucap Xi Mei menyapa keduanya sambil mencium tangan mereka.


"Iya bik. Oh ya, ini buat apa bibik sama paman taruh barang-barang di depan rumah? Mau dibawa kemana?" tanya Xi Mei heran.


"Ini pajak dari kami untuk istana, kebetulan sebentar lagi raja dan ratu akan datang kemari. Kamu juga ingin bertemu dengan mereka?" jawab Ryu menjelaskan.


"Raja dan ratu? Apa mommy ikut juga datang kesini paman?" tanya Xi Mei penuh harap.


"Eee... iya sayang, termasuk mommy kamu juga. Tapi, untuk kali ini kamu tidak bisa bertemu dengan mommy kamu." jawab Luan.


"Kenapa bik? Aku kangen banget sama mommy, aku mau ketemu sama mommy!" ujar Xi Mei.


"Tidak Xi Mei, kamu harus sembunyikan identitas kamu dari pihak istana! Kalau tidak, maka kamu bisa dalam keadaan bahaya. Kamu tahu sendiri kan, orang-orang jahat sekarang sudah banyak menguasai istana, dan mereka mengincar kamu untuk dijadikan tawanan. Mommy kamu tidak mau kamu ditangkap, maka dari itu kamu harus nurut sama bibik dan paman!" ucap Luan.


"Baik bik! Tapi, boleh kan bik aku lihat mommy dari jauh? Soalnya aku kangen banget sama mommy, aku mau lihat mommy sebentar aja!" pinta Xi Mei.


Luan dan Ryu saling memandang satu sama lain, mereka kompak mengiyakan kemauan Xi Mei dan membiarkan gadis itu untuk melihat sang ratu nantinya.


__ADS_1



Tepat setelah Xi Mei masuk ke dalam rumah, kini rombongan istana yang datang berkunjung kesana telah tiba di halaman rumah Luan.


"Lien, itu Luan pelayan yang kamu minta untuk membawa putri kamu kan?" tanya Xavier.


Ratu Lien pun mengarahkan pandangan ke arah yang ditunjuk Xavier, ia melihat Luan berdiri disana bersama suaminya.


"Duh, ngapain sih Luan harus berdiri kayak gitu? Gimana kalau Xavier lihat Xiu? Tapi, kira-kira Xiu ada dimana ya?" gumam Lien dalam hati.


Xavier merasa heran melihat Lien diam begitu saja memandang ke arah Luan, ia pun mencolek pipi Lien dengan lembut bermaksud menegurnya.


"Sayang, kamu kenapa diam aja? Benar kan itu Luan?" tanya Xavier heran.


"Iya yang mulia, benar itu Luan. Lalu, kenapa?" jawab Lien.


"Kok malah nanya sama aku? Kamu emangnya gak mau ketemu sama putri kamu? Xiu ada disana kan bersama Luan?" ucap Xavier.


"Kamu gausah sok tahu deh! Aku sendiri aja gak tahu dimana Xiu sekarang, tolong jangan bikin aku tambah sedih karena kamu terus-terusan bicara tentang putriku!" tegas Lien.


"Iya iya... aku minta maaf ya sayang! Tapi, kita mau mampir dulu gak kesana? Barangkali Luan tahu dimana putri kamu," ucap Xavier.


"Terserah kamu!" jawab Lien ketus.


Xavier tersenyum, lalu berbicara pada prajuritnya untuk berhenti sejenak di depan rumah Luan.


"Yuk kita turun dan temui mereka!" ucap Xavier.


"Kenapa harus turun sih? Dari sini aja lah!" ujar Lien.


"Biar gimanapun, Luan itu kan mantan pelayan kamu di istana. Masa kamu gak mau temuin dia?" ucap Xavier.


Lien terdiam memalingkan wajahnya, menatap keluar seakan mencari-cari putrinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2