Xiu Jia Li

Xiu Jia Li
Episode 75. Menyambut sang ratu


__ADS_3

"Ehem ehem.." Xiu berdehem pelan.


Wein Lao pun terkejut, ia reflek menoleh dan menatap wajah Xiu.


"Tuan putri? Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kamu kembali ke istana bersama ratu?" tanya Wein Lao.


"Gimana bisa aku kembali ke istana tanpa pamit dulu sama kamu, Lao? Lagian kamu ngapain sih malah disini, bukannya ke depan sana?! Emang kamu gak mau ucapin kalimat perpisahan buat aku atau ratu gitu?" ujar Xiu.


"Justru itu tuan putri, aku belum siap berpisah denganmu. Kalau aku ada di depan, itu akan lebih menyedihkan buatku." ucap Wein Lao.


"Ohh, jadi ceritanya kamu lagi sedih-sedih plus galau ya disini? Yah elah Lao, kan kita masih bisa ketemu lagi lain waktu. Kamu gausah sedih, aku bakal tetap anggap kamu sebagai sahabat terbaik aku kok!" ucap Xiu.


Wein Lao melongok lebar sambil menatap wajah Xiu yang sedang tersenyum.


"Sahabat? Aku maunya lebih, tuan putri." batinnya.


Tiba-tiba saja Xiu meraih tangan Wein Lao dan menggenggamnya, ia menarik tangan pria itu ke atas lalu bertatapan dengannya.


"Kita ke depan yuk!" ucap Xiu.


"Nanti dulu putri!" pinta Wein Lao.


"Ada apa?" tanya Xiu sembari mendongakkan wajahnya ke arah Wein Lao.


Wein Lao tak menjawab, ia hanya tersenyum sembari mendekat ke arah Xiu dan melepas genggaman tangan Xiu dari tangannya.


Lalu, Wein Lao mengusap rambut Xiu dengan perlahan dan lembut hingga membuat gadis itu merasa gugup.


"Eee ka-kamu mau apa? Kok kamu pegang-pegang rambut aku begitu?" tanya Xiu dengan gugup.


"Gak ada kok, aku cuma pengen sentuh rambut kamu yang halus ini. Aku suka sama rambut kamu! Dari awal kita ketemu, aku udah tertarik dengan rambut kamu ini." jawab Wein Lao.


"Ohh, sama rambutnya doang. Kirain kamu juga tertarik sama aku," ucap Xiu spontan.


"Uhuk uhuk.." Wein Lao terkejut sampai terbatuk-batuk mendengar ucapan Xiu.


"Eh eh, kamu kenapa Lao?" tanya Xiu panik.


"Eee enggak kok, aku kaget aja dengar omongan kamu barusan." jawab Wein Lao.


"Kok kaget sih? Tadi aku cuma bercanda kok," ucap Xiu sambil tersenyum.


"Iya iya," ucap Wein Lao.


"Yaudah, kita depan sekarang aja yuk! Kamu pasti mau ketemu sama ratu dan yang lain kan sebelum kita berangkat?" ucap Xiu.


"Iya tuan putri, tapi sebelum itu aku masih mau bilang sesuatu sama kamu." ucap Wein Lao.


"Hah? Bilang apa?" tanya Xiu penasaran.


"Jujur aja tuan putri, sebenarnya aku bukan cuma tertarik sama rambut kamu aja. Tapi, aku juga punya rasa sama kamu. Aku jatuh cinta sejak pertama kali melihat kamu," jawab Wein Lao.


Xiu langsung melongok lebar sesaat setelah Wein Lao mengatakan itu, jantungnya berdegup kencang masih tak percaya jika Wein Lao ternyata memiliki rasa yang sama seperti dirinya.


"Lalu, kamu mau apa?" tanya Xiu.


"Aku mau kita menjalin hubungan, biarpun sulit tapi aku pengen bisa jadi pasangan kamu. Apalagi kalau kita bisa nikah nanti," jawab Wein Lao.


"Hah? Nikah??" ujar Xiu terkejut hebat.


"Iya, kenapa putri? Kamu gak mau ya nikah sama aku?" tanya Wein Lao kecewa.


"Bukan gitu Lao, aku kaget aja dengar kamu ajak aku nikah. Emangnya kamu beneran mau kita nikah? Kamu berani bicara sama mommy aku?" ucap Xiu dengan tubuh gemetar.


"Kenapa aku harus takut? Aku kan cuma mau perjuangin cinta aku ke kamu," ujar Wein Lao.


Xiu tersenyum lebar, ia merasa senang dengan jawaban Wein Lao yang terdengar mantap dan meyakinkan.


"Kenapa kamu senyum?" tanya Wein Lao heran.


"Aku senang! Ternyata selama ini cinta aku gak bertepuk sebelah tangan," jawab Xiu.


"Ma-maksud kamu?" tanya Wein Lao.


"Ya gitu deh, masa kamu gak ngerti?" jawab Xiu sambil tersenyum manis.


"Kamu cinta juga sama aku?" tebak Wein Lao.


Xiu mengangguk malu-malu sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.


Namun, Wein Lao langsung menarik wajah Xiu hingga menghadap ke arahnya.


Cupp!


Xiu terbelalak hebat saat Wein Lao mengecup bibirnya, cukup lama pria itu menempelkan bibirnya disana sembari menahan tengkuk putri Xiu.


Tanpa sadar, tindakan mereka itu disaksikan oleh Zheng dari jauh. Zheng semakin merasa kesal karena Wein Lao berani mencium bibir Xiu.



__ADS_1


Sementara itu, ratu Lien dan yang lainnya masih menunggu di depan karena Xiu sedang berpamitan kepada Wein Lao di dalam sana.


Ratu Lien tampak bingung lantaran putrinya tak kunjung kembali, padahal mereka sudah harus pergi saat ini.


"Ryu, kira-kira kemana ya putriku pergi? Kenapa dia lama sekali perginya?" ujar ratu Lien cemas.


"Entahlah ratu, tapi tadi kan tuan putri bilang kalau dia mau temui Wein Lao di dalam. Apa perlu saya susul dia ke dalam dan minta dia supaya cepat kemari?" ucap Ryu.


"Iya, kamu susul dia! Aku tak punya banyak waktu untuk menunggu disini, bilang sama dia kalau kita harus segera kembali ke istana sekarang juga!" perintah ratu Lien pada Ryu.


"Baik ratu!" ucap Ryu patuh.


Namun, saat Ryu hendak pergi tiba-tiba saja Xiu dan Wein Lao datang.


"Tidak usah menyusulku, paman!" ucap Xiu.


"Hah??" Ryu terkejut mendengar itu.


"Xiu? Akhirnya kamu kembali juga, mengapa lama sekali nak?" tanya ratu Lien cemas.


Xiu justru tersenyum menatap Wein Lao.


"Maaf mom! Tadi Lao bicaranya emang agak lama, tapi sekarang semuanya udah selesai kok." ucap Xiu.


"Yasudah, ayo kita pergi!" ucap ratu Lien.


"Tunggu dulu mom! Ada yang ingin aku dan Lao sampaikan, mommy dengar dulu ya!" ucap Xiu.


"Apa lagi sayang?" tanya ratu Lien penasaran.


"Lao, ayo bicara sama ratu!" ucap Xiu pada Wein Lao.


Wein Lao mengangguk kecil, kemudian beralih menatap sang ratu dan bersiap untuk bicara.


"Ada apa Lao?" tanya ratu Lien pada Wein Lao.


"Ratu, semuanya, maaf atas kelancangan hamba ini! Akan tetapi, hamba hanya ingin mengutarakan keinginan hamba untuk menikahi tuan putri Xiu. Kami berdua sudah berbicara tadi, dan kini kami tinggal menunggu restu dari sang ratu." ucap Wein Lao menjelaskan pada ratu Lien.


"Apa? Menikah??" ratu Lien terkejut bukan main mendengarnya, tak hanya ia tapi juga yang lainnya.


Bahkan, Zheng juga sampai melotot lebar dan menganga saat Wein Lao menyampaikan apa yang dia ingin sampaikan.


"Benar mom! Aku juga udah setuju buat nikah sama Lao, tinggal nunggu izin dari mommy aja. Kira-kira mommy setuju gak kalau aku nikah sama Lao?" ucap Xiu sambil tersenyum.


"Sayang, kamu serius mau nikah sekarang? Emangnya kamu udah siap buat nikah?" tanya ratu Lien pada putrinya.


"Gak sekarang juga mom, masalah waktunya kan bisa kita rundingin dulu. Yang penting tuh sekarang mommy kasih izin ke kita buat nikah, jadi aman deh." jawab putri Xiu.


Ratu Lien tersenyum lebar, mengusap wajah putrinya lembut dan juga menatap ke arah Wein Lao sembari memegang tangannya.


"Kalian gak perlu takut, mommy pasti izinin kalian buat nikah kok asal kalian saling mencintai. Nanti mommy juga akan bicara di depan seluruh rakyat Quangzi, mengenai ini semua. Mommy ikut senang dengar kalian mau menikah!" ucap ratu Lien.


"Yang benar mom?" tanya Xiu.


"Iya sayang," jawab ratu Lien.


"Wah makasih mommy! Aku gak nyangka kalo mommy sebaik ini dan mau kasih izin aku buat nikah sama Wein Lao," ucap Xiu.


"Ya iya dong sayang, lagian kenapa juga mommy harus gak izinin kalian buat nikah? Kan kalian saling mencintai, emang udah sewajarnya buat menikah." ucap ratu Lien.


"Kalau begitu, berarti sebentar lagi bakal ada pesta besar-besaran dong di istana." ujar Ryu.


"Iya nih, kita semua bisa makan enak deh." sahut Rube sambil nyengir.


"Hahaha, betul tuh!" ujar Rulli dan Ah Shin.


"Haish, kalian bertiga kalau soal makanan aja cepet banget ya. Daripada mikirin makan, mending kalian doakan supaya putri Xiu dan pangeran Lao dilancarkan pernikahannya!" ucap Ryu.


"Aamiin!" ucap ketiga ninja itu bersamaan.


Xiu tersenyum saja sembari menaruh wajahnya di pundak Wein Lao.


"Yasudah, ayo kita semua pergi ke istana!" ucap ratu Lien.


"Tapi mom, Lao ikut juga kan?" ujar Xiu.


"Enggak sayang, Lao tetap disini." ucap ratu Lien.


"Hah? Kok gitu mom?" tanya Xiu heran.


"Bercanda, iya Lao boleh ikut kok sama kita ke istana. Udah kamu gausah cemberut gitu! Yuk kita ke kereta, paman Mungyi udah nunggu tuh!" ucap ratu Lien.


Raut wajah putri Xiu pun langsung berubah ceria, ia senang karena bisa pergi bersama Wein Lao.


Disaat semuanya tampak bahagia, Zheng justru sangat jengkel dan kesal.


"Saya emang gak bisa memiliki putri Xiu, karena saya ini bukan siapa-siapa. Tapi, jujur aja saya cemburu melihat putri Xiu bersama lelaki lain." batin Zheng.



__ADS_1


An Ming di istana tampak bingung melihat para prajurit dan juga pelayan yang tengah sibuk menghias serta mendekor halaman istana.


An Ming pun menghampiri salah seorang pelayan bernama Wei Xi yang sedang menyiapkan makanan untuk menyambut sang ratu.


"Bik, ini ada apa sih?" tanya An Ming heran.


"Eh pangeran, kenapa pangeran kesini? Harusnya pangeran tetap diam di dalam istana!" ucap Wei Xi.


"Aku bertanya bik, jawab dulu pertanyaan ku!" pinta An Ming.


"Iya pangeran, bibik dan yang lainnya ini sedang menyiapkan penyambutan khusus untuk kembalinya ratu Lien dan tuan putri Xiu. Makanya kami semua lagi pada sibuk nih," jawab Wei Xi.


"Mommy mau kembali, bik?" tanya An Ming.


"Iya pangeran, sebentar lagi pangeran bisa ketemu sama ratu Lien. Nah, sekarang pangeran mending masuk lagi ke dalam ya terus siap-siap buat sambut ratu Lien!" ucap Wei Xi.


"Tapi bik, putri Xiu itu siapa? Apa dia anggota keluarga kerajaan juga?" tanya An Ming.


"Betul pangeran, putri Xiu itu kakaknya pangeran. Nanti pangeran pasti senang banget deh bisa ketemu sama dia!" jawab Wei Xi.


"Kakak aku? Emang aku punya kakak, bik?" tanya An Ming penasaran.


"Punya dong pangeran, buktinya nanti dia bakal datang kesini bareng ratu." jawab Wei Xi.


"Wah aku jadi gak sabar buat ketemu sama dia! Kira-kira dia seperti apa ya?" ujar An Ming.


"Yang pasti mah tuan putri tuh cantik banget, pangeran!" ucap Wei Xi.


"Cantik?" ujar An Ming.


"Iya pangeran, tuan putri itu cantik banget. Malahan bisa bikin seluruh laki-laki di Quangzi bergetar pas ngeliatnya," jawab Wei Xi.


"Wah hebat! Aku jadi penasaran seperti apa rupa kakakku itu. Kapan mereka akan datang kesini, bik?" ucap An Ming.


"Pangeran sabar aja dulu! Kalau gak salah, sekarang ini ratu sama tuan putri lagi dalam perjalanan menuju kesini. Jadi, mungkin sebentar lagi mereka bakal sampe." jawab Wei Xi.


"Oh, gitu ya bik. Oke deh, kalo gitu aku mau siap-siap dulu di dalam buat sambut mommy dan kakak. Kalau mau ketemu cewek cantik, kan aku juga harus tampan." ujar An Ming.


"Hahaha, benar itu pangeran! Yaudah, pangeran masuk aja ke dalam! Minta bantuan pelayan lain disana buat dandanin pangeran!" ucap Wei Xi.


"Siap bik!" ucap An Ming sambil tersenyum lebar.


Tanpa berlama-lama lagi, An Ming langsung bergegas masuk ke dalam istana untuk mulai bersiap-siap menyambut kedatangan sang ratu.


"Aku gak sabar mau ketemu kakak cantik!" batin An Ming.




Ratu Lien bersama putri Xiu dan para pasukan Quangzi lainnya, masih berada dalam perjalanan menuju istana Quangzi.


Namun, Xiu nampak tak bisa tenang saat duduk di dalam kereta. Ia selalu melihat ke belakang memastikan bahwa Wein Lao ada disana.


"Xiu, kamu kenapa sih sayang?" tanya ratu Lien.


"Eh mom, enggak kok gapapa." jawab Xiu gugup.


"Kamu ngapain lihatin pangeran Lao terus? Kamu takut dia gak ngikutin kita?" ucap ratu Lien.


"Apa sih mom?!" elak Xiu.


"Ahaha, kamu itu lucu sekali Xiu. Dari awal mommy lihat kamu dan Lao, mommy sudah bisa nebak kalau kamu itu suka sama dia. Tapi, waktu itu pas mommy tanya kamu malah ngelak." ujar ratu Lien.


"Enggak mom, yang suka itu Lao bukan aku. Kan dia yang ngajakin aku nikah, aku mah cuma terima aja ajakan dia." ucap Xiu.


"Masa sih? Kalau kamu gak suka, gak mungkin kamu mau terima ajakan Lao. Udah lah sayang, mommy tau kok perasaan kamu ke Lao itu kayak gimana." ucap ratu Lien.


"Mommy!" rengek Xiu.


"Hahaha, sekarang kamu mau apa? Mau turun terus pindah ke kudanya Lao? Yaudah, mommy bilang ke paman Mungyi dulu ya buat berhenti?" tanya ratu Lien.


"Enggak mom, aku gak mau gitu kok! Kita lanjut jalan aja, aku udah gak sabar pengen pulang ke istana!" ucap Xiu.


Ratu Lien senyum-senyum saja melihat tingkah putrinya saat ini.


Tak lama kemudian, mereka pun tiba di halaman istana.


Terlihat cukup banyak masyarakat dan prajurit yang sudah menyiapkan penyambutan disana.


"Mom, ramai banget ya?" ucap Xiu.


"Iya dong sayang, mereka pasti pada mau ketemu kamu. Kamu itu kan udah lama banget gak muncul di istana, jadi mereka kangen deh." ucap ratu Lien.


"Ah mommy bisa aja bikin aku ge'er!" ucap Xiu.


"Hahaha..."


"Eh mom, laki-laki itu siapa?" tanya Xiu pada sang ratu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2