
"Maksud ibu apa?" tanya Chen tak mengerti dengan mulut terbuka sedikit.
Luan tersenyum sembari mengusap punggung putri Xiu yang ada di pangkuannya, sedangkan Chen terus menatap keheranan tak mengerti dengan apa yang dimaksud ibunya tadi.
"Iya bik, maksud bibik bilang begitu apa? Kenapa aku harus rubah identitas aku? Emangnya ada masalah ya?" tanya putri Xiu juga penasaran.
"Umm... betul sayang! Kamu tahu sendiri kan saat ini kondisi istana sedang tidak baik-baik saja? Banyak orang jahat yang mengincar kamu, jadi sementara ini kamu harus merubah identitas kamu dari tuan putri menjadi warga biasa. Supaya jika ada orang yang datang mencari kamu, mereka tidak akan tahu kalau kamu adalah tuan putri kerajaan, anak dari ratu Lien dan raja Feng Ying. Kamu sudah paham kan sekarang?" jelas Luan.
Xiu dan Chen terdiam bersamaan, mereka masih kesulitan mencerna kata-kata Luan walaupun wanita itu sudah menjelaskan secara rinci dan perlahan, maklumlah karena selama ini putri Xiu jarang berpikir keras seperti ini.
"Eee kalian masih belum paham ya?" tanya Luan.
Kedua gadis itu kompak menggelengkan kepala, sungguh membuat Luan gemas karena ia harus mengulangi lagi penjelasannya.
"Yasudah, bibik bakal jelasin lagi semuanya perlahan-lahan. Jadi begini, sekarang kan status kamu itu masih sebagai tuan putri istana. Nah, setelah ini kamu harus rubah identitas kamu dari tuan putri jadi warga biasa. Bukan cuma itu, nama kamu juga akan bibik rubah sayang!" ujar Luan.
"Nama aku mau diganti bik? Kenapa harus gitu? Aku suka nama aku yang sekarang," tanya Xiu.
"Iya tuan putri, semua itu harus dilakukan demi keselamatan kamu! Bibik gak mau orang-orang disini tahu kalau kamu adalah tuan putri Xiu, anak dari ratu Lien dan yang mulai raja Feng. Karena itu sangat berbahaya buat kamu!" jawab Luan.
"Terus, nama aku diganti jadi apa dong bik? Yang bagus ya bik, jangan jelek! Aku gak suka sama nama yang jelek-jelek!" ucap putri Xiu.
"Ahaha iya sayang, bibik pikirin dulu nama yang pas buat kamu ya! Nah Chen, kamu juga boleh bantu mikir cari nama baru buat putri Xiu!" ucap Luan meminta putrinya ikut berpikir.
"Iya Bu," ucap Chen mengangguk cepat.
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Luan mendapatkan nama yang cocok untuk putri Xiu.
"Nah, bibik udah nemu nih nama baru buat kamu sayang! Kamu mau tahu gak?" ucap Luan.
"Boleh bik, apa namanya?" ucap putri Xiu.
__ADS_1
"Iya Bu, aku juga penasaran pengen tahu." sahut Chen yang juga penasaran.
"Iya iya sabar sayang! Nama baru buat putri Xiu itu... Zhao Xi Mei, gimana? Menurut kalian itu bagus apa enggak? Bibik udah mikirin lama loh nama itu, cocok kan buat tuan putri yang imut dan gemesin ini?" ucap Luan.
"Wah bagus banget namanya Bu! Kamu pasti tambah keren deh kalau pakai nama itu," ucap Chen sambil tersenyum renyah.
"Benar tuh! Gimana menurut kamu sayang? Setuju gak sama nama baru yang bibik kasih buat kamu?" ucap Luan bertanya langsung pada putri Xiu.
"Aku setuju setuju aja sih bik, apalagi namanya bagus banget! Tapi, kalau mommy nanti cari aku gimana bik? Mommy gak bakal tahu dong aku udah ganti nama," ucap putri Xiu cemberut.
"Kok kamu bilangnya gitu sayang? Mommy kamu kan sebentar lagi nyusul kesini," ucap Luan.
"Yang bener bik?" tanya putri Xiu.
"Iya benar tuan putri, sekarang gimana kalau tuan putri istirahat dulu di kamar? Pasti tuan putri capek kan?" ucap Luan.
"Kok bibik masih panggil aku tuan putri sih? Katanya tadi identitas aku dirubah biar aku gak jadi incaran orang jahat, harusnya bibik jangan panggil aku tuan putri lagi dong!" ucap putri Xiu.
"Oke bik!" ucap putri Xiu setuju.
Mereka saling tersenyum, Luan mengusap puncak kepala putri Xiu dengan lembut dan Xiu pun tampak menikmati itu.
•
•
Disisi lain, Mungyi selaku kusir kerajaan tiba kembali di istana untuk menjemput ratu Lien dan mencari tahu bagaimana keadaan sang ratu disana.
Ia menaruh kereta kudanya agak jauh dari istana, agar tidak ada yang mencurigainya. Apalagi terlihat bahwa di depan pintu istana sudah banyak prajurit yang berjaga.
"Saya harus bisa menerobos masuk ke dalam dan bawa ratu pergi dari sini!" ucapnya.
__ADS_1
Setelahnya, Mungyi bergegas pergi menuju istana demi menyelamatkan ratu Lien. Sebagai seorang pengabdi istana, tentunya Mungyi harus berusaha keras demi bisa membantu ratu Lien lepas dari para penjahat yang ingin menguasai istana.
"Nah, mungkin saya bisa masuk lewat sana!" ucap Mungyi ketika melihat ada celah yang bisa dilaluinya untuk masuk ke istana.
Singkat cerita, Mungyi telah berhasil menyusup masuk ke istana melalui jalan rahasia yang hanya diketahui oleh para pengabdi istana. Ia kini berjalan mengendap-endap menyusuri bagian dalam istana dan mencari dimana ratu Lien berada, namun suasana disana cukup sepi seperti tak ada tanda kehidupan.
"Kemana semua penjahat itu? Mengapa mereka tidak terlihat di sekitar sini? Apa mungkin mereka sedang pergi keluar? Tapi, rasanya cukup aneh mengingat mereka baru saja berhasil merebut istana ini, jadi tidak mungkin jika mereka pergi begitu saja!" ucapnya kebingungan.
"Saya harus cek ke ruangan sang raja, bisa jadi mereka sedang berkumpul disana!" sambungnya.
Disaat Mungyi hendak melangkah maju, tiba-tiba terdengar suara orang-orang yang sedang berbicara di dekatnya, Mungyi pun tidak jadi melangkah dan memilih berdiam disana.
"Hahaha sekarang istana ini sudah resmi jadi milik ratu Alice dan raja Terizla, kita sebentar lagi juga akan mengukuhkan diri sebagai penguasa dunia dan membuat manusia-manusia bertekuk lutut di hadapan kita!"
"Benar! Sudah sekian lama saya menanti waktu ini tiba, akhirnya kita berhasil juga menaklukkan kerajaan terbesar di negara ini!"
"Oh ya, bagaimana kelanjutan kabar ratu Lien? Kira-kira raja Terizla bakal berbuat apa ya ke ratu itu?"
"Entahlah, saya juga tidak tahu. Tapi biarlah, kau tidak usah ribut memikirkan itu! Nasib ratu Lien semua tergantung raja Terizla, yang penting kita jalankan saja tugas darinya untuk menjaga ratu Lien agar tidak kabur dari penjara!"
"Ya, kau benar! Yasudah, ayo kita cek ke ruang bawah tanah!"
Setelah orang-orang itu pergi, Mungyi langsung bersedih karena mengetahui sang ratu saat ini berada di dalam penjara.
"Ya ampun! Ternyata ratu Lien sudah ditangkap oleh mereka, kasihan ratu! Saya harus bisa cari cara untuk membebaskan sang ratu! Biar bagaimanapun, ratu Lien sudah cukup berjasa di kehidupan saya selama ini!" ujarnya.
Pukkk...
"Heh!" Mungyi terkejut ketika ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...