
Xi Mei yang sedang melarikan diri menjauh dari Xavier dan para prajuritnya yang ingin menangkapnya, tanpa sengaja justru bertemu dengan Zheng di dekat sebuah hutan.
Zhao mencegahnya dari depan, lelaki itu penasaran mengapa Xi Mei terlihat cemas.
"Xi Mei, apa yang terjadi denganmu? Mengapa kamu terlihat begitu panik?" tanya Zheng khawatir.
"Eee tidak ada Zhao, aku baik-baik saja kok. Aku hanya ingin pergi ke hutan sekarang, maukah kamu menemaniku?" jawab Xi Mei tersenyum.
"Tentu saja. Tapi, kenapa kamu ingin pergi ke hutan? Memangnya kamu tidak mau bertemu dengan para punggawa istana? Yang aku dengar, mereka itu kan sedang melakukan kunjungan ke desa kita. Jarang-jarang loh ada raja yang mau datang kesini," ucap Zheng.
"Aku sudah bertemu dengan mereka kok, makanya aku puas dan sekarang mau ke hutan aja buat keliling-keliling. Kalau kamu mau ikut juga, yaudah ayo kita ke hutan bareng!" ucap Xi Mei.
"Boleh, aku bakal temenin kamu." kata Zheng.
Akhirnya mereka melangkah bersama-sama menuju hutan, Zheng cukup senang karena bisa menemani gadis itu.
"Eee Xi Mei, boleh aku tanya satu hal sama kamu?" ucap Zheng melirik ke arah Xi Mei.
"Umm... kamu mau tanya soal apa?" Xi Mei tampak bingung dan turut menatap Zheng.
"Aku sebenarnya penasaran sejak pertama kali kenal kamu dulu, karena aku belum pernah lihat atau ketemu sama orang tua kamu. Emang mereka tinggal dimana sih?" tanya Zheng penasaran.
Sontak Xi Mei langsung berubah bersedih, ia menunduk dan terdiam setelah Zheng bertanya mengenai orangtuanya.
"Eee kamu kenapa Xi Mei? Pertanyaan aku bikin kamu sedih ya? Maafin aku Xi Mei, kamu gak perlu jawab kok kalau kamu gak mau!" ucap Zheng merasa bersalah.
"Gapapa, makasih ya kamu udah mau ngerti aku!" ucap Xi Mei tersenyum tipis.
"Yaudah, kamu lupakan aja ya pertanyaan aku tadi! Maaf banget karena aku udah bikin kamu sedih!" ucap Zheng mengelus tangan gadis itu.
"Iya, kamu gak perlu minta maaf terus begitu! Aku udah lupain itu kok," ucap Xi Mei.
Zheng tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya, ia sungguh menyesal karena sudah bertanya mengenai orang tua Xi Mei dan membuat gadis itu bersedih.
"Kita lanjut aja yuk!" pinta Xi Mei.
"Oke! Boleh kan aku gandeng tangan kamu? Bukan apa-apa, aku cuma pengen jagain kamu." ucap Zheng meminta izin pada Xi Mei.
"Kenapa kamu baru tanya sekarang? Padahal tadi kamu udah pegang tangan aku," ujar Xi Mei.
"Hah? Eee aku..." Zheng tampak gugup dan bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Ahaha, iya gapapa kok. Aku malah suka digandeng sama orang kalau lagi jalan berdua, aku jadi merasa dijagain." kata Xi Mei tertawa kecil.
"Thanks ya Xi Mei!" ucap Zheng merasa senang.
Xi Mei mengangguk saja, tanpa basa-basi Zheng langsung menggandeng tangannya dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju hutan sembari saling berbincang.
•
•
Para prajurit yang diperintahkan menggeledah rumah Luan telah kembali, namun mereka tampak tidak berhasil menemukan putri Xiu sesuai yang diinginkan Xavier.
"Bagaimana? Kalian berhasil kan temukan tuan putri di dalam?" tanya Xavier.
"Maaf yang mulia! Tapi, di dalam sana kami tidak menemukan apapun termasuk tuan putri." jawab salah seorang prajurit.
"Sial! Tidak mungkin tuan putri tidak ada di dalam, pasti kalian mencarinya tidak benar!" ujar Xavier.
"Ampun yang mulia! Kami sudah menggeledah seluruh area rumah ini, tetapi kami tidak mendapatkan tuan putri atau apapun yang menyangkut dengannya." kata prajurit itu.
Xavier tampak kesal, ia mengepalkan tangannya dan tubuhnya mulai gemetar.
"Aku sudah katakan sebelumnya padamu, yang mulia. Aku dan suamiku juga tidak tahu dimana tuan putri berada saat ini, kami pun sangat berharap bisa menemukan tuan putri. Namun, kami belum berhasil mendapatkan info mengenai keberadaan tuan putri," ucap Luan.
"Jangan bohong kau Luan! Aku tahu kau yang sudah membawa tuan putri pergi dari istana, jadi sebaiknya kau serahkan dia padaku karena dia adalah milik istana!" ucap Xavier dengan nada tinggi.
"Yang mulia!" ratu Lien turun dari kereta kudanya, menghampiri Xavier dan memanggilnya.
Xavier pun menoleh ke belakang, tersenyum saat mengetahui ratunya ikut turun.
"Iya, ada apa sayang?" tanya Xavier lembut.
"Salam hormat kami, ratu!" ucap Luan dan Ryu langsung memberi hormat pada sang ratu.
"Terimakasih Luan, dan kau Ryu!" ucap ratu Lien.
"Yang mulia, sebaiknya kita segera kembali ke istana! Aku khawatir jika putra kita bingung mencari dimana kita," ucap ratu Lien pada Xavier.
"Sebentar sayang, aku sedang bertanya pada mereka mengenai keberadaan putrimu. Bukankah kau sangat ingin putri Xiu kembali ke istana?" ucap Xavier.
"Iya, tentu aku ingin itu. Tapi, kau tidak bisa memaksa mereka mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan, yang mulia!" ucap ratu Lien.
__ADS_1
Xavier terdiam sejenak memandang ke arah Luan serta Ryu dengan ekspresi sinis.
Lalu, Xavier melangkah maju mendekati ratunya dan menangkup wajah sang ratu sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan menuruti kemauan mu. Kita pulang sekarang!" ucap Xavier.
"Terimakasih yang mulia!" ucap ratu Lien tersenyum.
Xavier hanya mengangguk singkat, lalu menggandeng tangan ratu Lien dan berjalan bersamaan menuju kereta kuda.
Luan dan Ryu sama-sama merasa lega, karena Xavier mau menurut dengan ratu Lien dan pergi dari sana.
•
•
Di dalam perjalanan menuju istana, Xavier kembali melirik ke arah ratu Lien dan menanyakan mengenai putri Xiu yang saat ini entah ada dimana.
"Sayang, benarkah kamu tidak tahu dimana tuan putri berada sekarang?" tanya Xavier.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kamu tidak percaya denganku?" ucap ratu Lien.
"Bukan begitu, aku hanya bingung saja denganmu. Bukankah waktu itu terakhir kali putri Xiu ada bersamamu? Bagaimana bisa dia pergi tanpa sepengetahuan mu?" ucap Xavier.
"Aku sudah bilang padamu, aku tidak tahu dimana Xiu sekarang. Aku juga sedih dan ingin sekali bertemu dengannya, apa kamu tak sadar kalau selama ini aku selalu menangis?" ucap ratu Lien.
"Iya, aku tahu kok. Yasudah kalau memang kamu benar-benar tidak tahu, aku akan usahakan untuk mencari putri Xiu!" ucap Xavier.
"Untuk apa kamu begitu semangat sekali mencari Xiu?" tanya ratu Lien curiga.
"Kamu ini bagaimana? Kan kamu sendiri yang bilang ingin bertemu dengan putrimu, aku hanya ingin membantumu untuk bertemu dengannya lagi." jawab Xavier.
"Aku tidak percaya, bisa saja kamu mencarinya karena ingin memenjarakan dia. Aku tahu apa yang sedang kamu rencanakan," ucap ratu Lien.
"Kamu jangan asal bicara sayang! Aku tidak seperti yang kamu pikirkan, aku mencari Xiu karena aku hanya ingin dia kembali berkumpul denganmu di istana seperti dulu." kata Xavier.
"Baguslah kalau memang begitu," ucap ratu Lien.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1