Xiu Jia Li

Xiu Jia Li
Episode 53. Makhluk aneh


__ADS_3

Pluukk...


Saat tengah tertidur, Xi Mei tak sengaja merasakan ada sesuatu yang menyentuh hidungnya.


Gadis itu pun terbangun karena merasa tidak enak akibat sentuhan itu.


Ia membuka matanya, duduk tegak dan melihat ke sekeliling sembari meraba bagian hidungnya.


"Hah? Basah?" ucapnya.


Xi Mei merasa bingung, bagaimana bisa hidungnya basah padahal di sekitar sana tidak sedang turun hujan.


"Ini air darimana ya?" gumamnya.


Xi Mei menatap orang-orang yang ada di dekatnya, mereka semua tampak tertidur pulas sehingga tidak mungkin salah satu dari mereka yang sengaja berbuat iseng padanya.


Xi Mei pun menganggap itu hanyalah tetesan dari daun pohon di atas sana dan tidak mau mempermasalahkan itu.


"Ah paling itu cuma tetesan air dari pohon, lagian gak ada siapa-siapa juga disini." ucapnya pelan.


Akhirnya Xi Mei memutuskan kembali tertidur, ia bersandar pada batang pohon yang besar itu dan menaruh dua tangannya di depan.


Perlahan Xi Mei mulai memejamkan mata, tapi lagi-lagi terasa ada tetesan air yang menyentuh hidungnya.


Pluukk...


Xi Mei kembali membuka mata dan spontan melihat ke atas, tak ada sesuatu disana. Yang ada hanyalah dedaunan kering tak berair sedikitpun.


"Daun-daun itu kelihatan kering, terus air darimana ini ya?" gumam Xi Mei seraya mengusap hidungnya.


Grrrr grrrr..


Tiba-tiba terdengar suara aneh di dekatnya yang membuat Xi Mei agak ketakutan.


"Suara apa itu?" ucapnya cemas.


Saat ia tengah memastikan keadaan sekitar, tanpa sengaja Xi Mei justru menangkap sepasang mata menyala dibalik semak-semak.


"Hah? Apa itu?"


Kresek kresek...


Xi Mei semakin dibuat panik, ia tak tahu sosok apa dibalik semak-semak belukar tersebut yang tengah mengawasinya.


Bukan hanya satu, tapi cukup banyak. Ya karena seluruh semak-semak di sekitarnya terlihat bergerak tanpa ada angin sedikitpun.


"Siapa ya mereka? Orang atau hewan buas?" gumam Xi Mei.


Karena takut, Xi Mei memilih untuk membangunkan pamannya walau ia merasa tidak tega.


"Paman, bangun paman!" ucap Xi Mei sembari menggoyang-goyangkan tubuh pamannya itu.


"Eenngghh.." Ryu mengangkat kepalanya dan perlahan membuka matanya.


"Xi Mei, ada apa?" tanya Ryu pelan.


"Ah paman, maaf karena aku bikin tidur paman terganggu! Aku hanya khawatir, barusan seperti ada yang mengamati kita dari balik semak-semak itu." jawab Xi Mei sambil menunjuk ke arah semak.


"Hah? Masa sih? Kamu mengigau kali sayang, mana mungkin ada orang disana." ujar Ryu.


"Enggak paman, aku beneran kok lihat ada sepasang mata merah disana." kata Xi Mei.


"Mata merah? Kamu serius?" tanya Ryu terkejut.


"Iya paman, aku serius. Buat apa aku ketakutan begini kalau cuma bercanda? Tadi aku benar-benar lihat mata merah menyala dibalik semak itu, dan banyak gerakan juga di semak lainnya." jawab Xi Mei tampak ketakutan.


"Baiklah, biar paman cek dulu kesana. Kamu tenang ya sayang, jangan panik!" ucap Ryu.


"Tapi paman, hati-hati! Aku takut itu bukan orang, soalnya matanya merah." ucap Xi Mei.


"Gausah panik! Paman gak takut sama apapun itu, mau orang atau siluman sekalipun bakal paman hajar demi kamu!" ucap Ryu.


"Ahaha, paman bisa aja deh!" ujar Xi Mei tersipu.


Ryu pun bangkit dari duduknya, bergerak menuju semak di depannya dengan berhati-hati karena sebenarnya ia pun merasa takut.


Xi Mei tetap pada tempatnya, terus mengamati Ryu dengan wajah was-was. Ia khawatir pamannya akan terluka.


Ketiga ninja yang sebelumnya tertidur, kini terbangun akibat suara berisik dari Xi Mei dan Ryu tadi sehingga tidur mereka terganggu.


"Non, ini ada apa? Tuan Ryu mau kemana?" tanya Rube penasaran.


"Eee gak ada apa-apa kok, paman Ryu cuma mau cek ke semak itu ada orang atau enggak." jawab Xi Mei masih sedikit panik.


"Ohh.."


"Maaf ya paman, aku bikin paman bangun!" ucap Xi Mei merasa tidak enak.


"Gapapa non, hehe.." ujar Rube sambil nyengir.


__ADS_1



Kresek kresek...


Ryu agak terkejut saat semak-semak di depannya itu kembali bergerak, ia bahkan sampai berhenti melangkah dan memegangi dadanya.


"Huft, saya harus berani!" ucap Ryu.


Perlahan Ryu kembali menggerakkan kakinya mendekat ke arah semak itu, ia majukan tangannya untuk menyentuh semak tersebut dan memastikan ada apakah dibalik sana.


Namun, saat mengeceknya Ryu justru tak menemukan apapun disana. Hanya terdapat bekas durian yang habis dimakan dan tidak ada sama sekali makhluk yang ditakuti Xi Mei.


"Huh gak ada apa-apa. Berarti tempat ini aman, mungkin aja Xi Mei cuma salah lihat." gumam Ryu.


Ryu pun membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Xi Mei, ia hendak memberitahukan pada gadis itu bahwa disana aman dan tidak ada apa-apa.


"Xi Mei, disini aman!" teriak Ryu.


"Paman yakin?" tanya Xi Mei masih cemas.


"Iya sayang, kamu lihat saja sendiri kesini! Paman sudah periksa semua semak yang ada disini, dan tidak ada apa-apa. Mungkin kamu salah lihat atau makhluk itu sudah kabur karena takut berhadapan dengan paman," jawab Ryu sambil tersenyum.


"Ish paman malah bercanda! Tadi beneran tau aku lihat mata merah nyala gitu dari sana," ujar Xi Mei.


"Hah? Mata merah non? Waw serem amat, kalau kita yang lihat mah pasti bakalan pingsan itu non!" ujar Rulli.


"Iya, tadi aku juga takut banget tau. Makanya aku bangunin paman, eh kalian malah ikut kebangun." kata Xi Mei.


Ryu akhirnya melangkah kembali mendekati Xi Mei dan ketiga ninja disana sambil geleng-geleng kepala.


"Sudahlah Xi Mei, yang kamu takuti itu tidak ada kok disini. Kamu gausah takut lagi ya sayang! Lagipun, disini kan ada paman sama tiga ninja ini yang bisa lindungin kamu." ucap Ryu.


"Benar itu non, non gak perlu takut selama ada kita bertiga!" ucap Rube.


"Iya deh, makasih ya pengamanannya!" ucap Xi Mei tersenyum manis.


"Sama-sama, aduh senyumnya itu loh gak nahan!" ujar Rulli.


Xi Mei menunduk sembari membelai rambutnya, wajahnya langsung memerah saat digoda oleh ninja tersebut.


Tanpa disadari, sesosok makhluk aneh muncul di belakang Ryu dan hendak menerkam pria itu dengan cakar miliknya.


Untung saja Xi Mei melihat sosok itu lebih dulu, ia langsung berteriak keras meminta Ryu untuk menghindar dari terkaman makhluk tersebut.


"PAMAN AWAS!" teriak Xi Mei.


"Hah??" Ryu terkejut dan reflek menoleh ke belakang, ia menganga lebar saat menyadari ada sosok menyeramkan di belakangnya.


Namun, nyatanya Ryu berhasil menghindar dan sosok itu pun hanya diam memandang ke arah Xi Mei tanpa berkedip.


"Kurang ajar! Sepertinya dia makhluk jadi-jadian, ayo kita bunuh saja dia!" geram Rube.


"Benar, dia tidak boleh dibiarkan hidup!" sahut Rulli.


"Hiyaaa..." tiga ninja itu hendak menyerang makhluk berbentuk serigala tersebut.


Akan tetapi, serigala itu secara tiba-tiba merubah wujudnya menjadi manusia dan membuat mereka semua terkejut bukan main.


"Apa? Kau manusia? Bagaimana mungkin?" ujar Rube menganga lebar.


Xi Mei pun mengintip sekilas, ia ikut terkejut saat melihat sosok pria tampan nan rupawan tengah berdiri di hadapannya.




Xi Mei membuka wajahnya, berdiri menghadap ke arah si pria yang berpostur tinggi dan besar dengan taring yang menjulur keluar.


"Ka-kamu siapa?" ucap Xi Mei bertanya-tanya.


"Hey! Apa kamu punya masalah dengan kami, sampai kamu ingin menyerangku seperti tadi? Siapa kau sebenarnya, ha?!" ucap Ryu dengan nada keras.


Namun, pria itu hanya melirik ke arah Xi Mei dan Ryu secara bergantian tanpa menjawab.


Tiba-tiba saja, pria itu malah membungkuk dan memberi hormat kepada Xi Mei.


"Salam hormat hamba, tuan putri!" ucapnya.


"Hah??" Xi Mei terkejut bukan main mendengarnya.


"Bagaimana maksudmu?" tanya Xi Mei bingung.


"Maafkan hamba, tuan putri! Tadi hamba sudah membuat tuan putri takut dan hampir menyerang mereka, hamba benar-benar baru tahu kalau ternyata kalian adalah keluarga istana. Maafkan juga anak buah hamba yang tadi mengawasi mu, putri!" ucap pria itu masih terus menunduk.


Xi Mei melirik ke arah pamannya, kebingungan besar benar-benar melandanya kali ini.


"Hey! Kamu sebenarnya siapa dan bagaimana kamu bisa mengetahui kalau wanita ini adalah tuan putri kerajaan?" tanya Ryu pada pria itu.


"Hamba adalah Wein Lao, pangeran werewolf di wilayah ini. Kami sebenarnya tidak suka jika ada orang lain yang menginjakkan kakinya di wilayah kami, itu sebabnya tadi kami hendak menyerang kalian. Namun, hamba mengurungkan niat itu setelah tau bahwa kalian adalah anggota kerajaan dan wanita itu adalah tuan putri Xiu, anak dari yang mulia raja Feng serta ratu Lien." jelas pria itu.


"Apa? Jadi, non Xi Mei ini tuan putri Xiu yang telah lama hilang?" ujar Rube amat terkejut.

__ADS_1


Sontak ketiga ninja tersebut langsung membungkuk sama seperti werewolf itu.


"Salam hormat kami, tuan putri!" ucap mereka.


"Eee sudahlah, kalian tidak perlu begitu! Aku memang putri Xiu, tapi saat ini aku sedang menjadi diriku yang lain. Jadi, sebaiknya kalian memanggilku dengan sebutan Xi Mei." ucap Xi Mei.


"Benar itu, putri Xiu saat ini sedang dalam misi penyamaran. Dia tidak boleh sampai tertangkap oleh pasukan istana, karena itu bisa berbahaya untuknya." ucap Ryu.


"Baiklah tuan putri, tapi sekali lagi mohon maafkan kelancangan hamba tadi!" ucap Wein Lao.


"Ya, aku sudah memaafkan kamu." ucap Xi Mei.


"Terimakasih tuan putri!" ucap Wein Lao.


"Yasudah, kalian semua berdiri sekarang!" pinta Xi Mei.


"Baik tuan putri!" ucap Wein Lao.


Wein Lao beserta ketiga ninja itu pun berdiri tegak seperti sebelumnya, mereka menatap Xi Mei sambil tersenyum dan masih agak bingung.


"Jadi, kau ini manusia serigala?" tanya Xi Mei.


"Benar tuan putri! Hamba adalah manusia serigala yang berasal dari lembah parabuan," jawab Wein Lao.


"Apa? Wah kebetulan sekali, aku dan pamanku juga hendak pergi ke lembah itu." ucap Xi Mei.


"Sungguh? Untuk apa tuan putri pergi kesana?" tanya Wein Lao.


"Aku ingin menambah kesaktian ku dengan berguru pada teman pamanku yang tinggal disana," jawab Xi Mei.


"Siapa nama teman paman tuan putri itu?" tanya Wein Lao penasaran.


"Eee namanya Felix Xin, atau biasa dipanggil guru Felix." jawab Ryu.


"Guru Felix? Hamba mengenalnya, bolehkah hamba mengawal tuan putri untuk menuju kesana? Wilayah ini sangat berbahaya dan banyak dihuni oleh serigala-serigala liar yang lapar, jadi tuan putri memerlukan pengawalan ekstra." kata Wein Lao.


"Tentu saja boleh, aku justru senang sekali jika kamu mau mengawalku." ucap Xi Mei tersenyum.


"Terimakasih tuan putri! Kalau begitu, hamba dan pasukan hamba akan membantu menemani perjalanan tuan putri sampai menemui tempat guru Felix berada." ucap Wein Lao.


"Aku yang seharusnya berterimakasih," ucap Xi Mei.


Mereka saling pandang dan tersenyum satu sama lain, entah mengapa Xi Mei nampak tertarik dengan sosok pria di hadapannya itu.




Saat pagi telah tiba, Xi Mei bersama yang lainnya pun mulai melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Tampak Wein Lao dan para pasukannya turut menemani perjalanan Xi Mei.


Rube serta teman-temannya masih bingung mengenai identitas Xi Mei yang ternyata adalah tuan putri dari kerajaan Quangzi.


"Rulli, Ah Shin, aku masih bingung mengapa tuan putri Xiu harus merahasiakan identitasnya seperti ini? Padahal dia bisa kembali ke istana sebagai putri kerajaan," ujar Rube.


"Itu dia Rube, aku juga sama sepertimu. Aku pun tidak mengerti mengapa itu dilakukan oleh tuan putri Xiu," ucap Rulli.


"Sssttt diam kalian bertiga!" bentak Ryu.


"Ba-baik tuan!" ucap mereka bersamaan.


Akhirnya ketiga ninja itu tidak banyak bicara lagi, mereka dengan santai menikmati perjalanan yang dilindungi oleh para pasukan serigala itu.


Sementara Xi Mei berada di depan bersama Wein Lao, gadis itu masih penasaran bagaimana bisa Wein Lao mengetahui identitas aslinya.


"Eee aku masih heran, kenapa kamu bisa tau kalau aku adalah putri Xiu?" tanya Xi Mei.


"Itu mudah putri, hamba dapat menggunakan indra penciuman hamba untuk mengendus siapa dirimu. Lagipun, di mata kami para werewolf dirimu sangat berbeda tuan putri." jawab Wein Lao.


"Apa maksudmu berbeda?" tanya Xi Mei heran.


"Ya, aku melihatmu bukan sebagai gadis biasa seperti ini. Namun, seorang putri kerajaan dengan pakaian istana dan kecantikan yang luar biasa. Bahkan, saat pertama kali melihatmu aku merasa terpesona." jelas Wein Lao.


"Kau terlalu berlebihan, aku tidak seperti yang kamu bicarakan itu." ucap Xi Mei tersipu.


"Memang benar itu yang terjadi putri, semua serigala juga melihatnya." kata Wein Lao.


"Berarti penyamaran ku ini sia-sia dong?" ucap Xi Mei cemberut.


"Benar putri, tapi hanya di depan kami para serigala." ucap Wein Lao tersenyum.


"Oh ya, aku juga bingung. Kenapa kalian bersikap baik pada kami hanya karena kalian tahu bahwa aku adalah putri Xiu?" tanya Xi Mei heran.


"Karena kami sangat menghormati yang mulia raja Feng Ying, beliau adalah raja yang baik dan kami benar-benar berhutang budi padanya. Kala itu, raja Feng bersama pasukannya dengan baik hati mau membantu kami untuk mendapatkan wilayah sendiri di tempat ini." jawab Wein Lao.


"Ternyata ayahku orang yang baik ya, aku sungguh bangga padanya!" ucap Xi Mei.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2