Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Kejutan Ketiga


__ADS_3

Sementara itu, di pesta ulang tahun perusahaan Angkasa.


"Kamu datang kesini sama siapa?" tanya Yunan pada Malik.


"Sama kekasih aku," jawab Malik, kemudian dia menunjuk seorang wanita yang sedang berjalan ke arah mereka dari kejauhan. "Itu dia orangnya, cantik kan?"


Novan dan Bu Thesa reflek menoleh ke arah wanita yang ditunjuk oleh Malik, mereka membulatkan mata ketika melihat wajah wanita itu dengan jelas, ekspresi mereka seakan sedang melihat hantu.


Sampai tangan Bu Thesa gemetaran menarik-narik jasnya Novan, "No-Novan, mama gak salah lihat kan? Kenapa wanita itu mirip sekali dengan Yuri?"


Novan tak menjawab, dia mematung melihat wanita yang pernah dia tipu, dia bodohi, dia manfaatkan, dan dia bunuh itu. Tidak mungkin dia melupakan wajah Yuri begitu saja.


Sebelum tiba di aula pesta, Yunan, Malik, Asisten El, dan Yuri sudah merencanakan kejutan kedua ini, walaupun sebenarnya Yuri masih takut bertemu Novan, tapi dia mencoba untuk bangkit melawan rasa takutnya.

__ADS_1


Yuri berjalan ke arah mereka, dia menggenggam dengan erat gaunnya, untuk menahan rasa gugup yang dia rasakan, dia harus terlihat elegan di depan mereka.


Yuri mengucapkan kata selamat pada Yunan. "Selamat telah menjadi pemimpin Angkasa, aku yang akan memegang perusahaan ABS di Indonesia, karena itu mulai hari ini kita akan bekerjasama."


Novan dan Bu Thesa semakin terbelalak, ternyata benar wanita di hadapannya itu Yuri, wanita yang telah dianggap mati selama ini, ABS adalah nama perusahaan ayahnya. Padahal Yuri tidak melakukan apa-apa, dia bersikap biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara dia dan Novan, dia terlihat begitu ceria dan ramah.


Novan lama sekali memperhatikan Yuri, jika selama ini Yuri masih hidup, kenapa tidak ada polisi yang datang untuk nangkapnya, dan kenapa seolah-olah Yuri tidak mengenali Novan? Padahal dia ingat betul bagaimana bucinnya seorang Yuri kepada Novan.


Sebenarnya ada apa ini? Apa Yuri amnesia seperti Dara atau dia sedang bersandiwara di depanku, bersikap seolah-olah tidak mengenaliku_ kata hati Novan.


"Novan, bagaimana ini? Ternyata Yuri masih hidup, tamatlah riwayat kita." Bu Thesa nampak gelisah sekali.


Kemudian Yuri berjalan mendekati Novan, dia tersenyum pada Novan, "Aku senang bisa bertemu lagi dengamu, Novan. Bagaimana kabarmu?"

__ADS_1


Yuri mengulurkan tangannya pada Novan.


Tapi Novan tidak ingin menerima ularan tangan Yuri, dia masih shock dengan kehadiran Yuri. "Bagaimana kalau kita bicara di belakang?" Novan ingin bicara empat mata pada Yuri.


Namun Malik meriah tangan Yuri, dia berpura-pura menjadi kekasihnya Yuri. "Kenapa ingin membawa kekasih aku ke belakang? Kalian bicara disini saja."


Yunan hanya bisa tersenyum, dia tersenyum puas memperhatikan Novan dan Bu Thesa begitu gugup. Ini baru awal, Yunan akan membuat mereka menderita karena telah membuat ayahnya meninggal, walaupun dia belum memiliki bukti yang kuat untuk menjebloskan Novan ke dalam penjara.


Lalu salah satu dari tamu undangan ada yang mengajak Yunan berbicara, "Tuan Yunan, saya adalah salah satu penggemar anda, anda adalah seorang pembalap yang handal. Tapi waktu itu anda bilang anda sudah memiliki istri, tapi kenapa istri anda tidak diajak ke pesta?"


Yunan tentu saja ingin membawa Dara kesana, tapi karena Dara amnesianya belum sembuh, dan demi melindungi Dara dari Novan, Yunan terpaksa tidak bisa membawa Dara ke aula pesta, padahal dia ingin seluruh dunia tahun bahwa Dara adalah istrinya. "Emm...istri saya..."


"Aku adalah istrinya."

__ADS_1


Mereka yang ada disana terperangah saat mendengar suaranya Dara, ternyata setelah pulang dari rumah Pak Tomi, Dara pergi ke pesta bersama Alan dan Mona.


Sampai semua mata tertuju pada wanita cantik yang sedang berjalan ke arah Yunan.


__ADS_2