Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 24


__ADS_3

Alan takut Yuri salah paham pada Malik gara-gara paper bag mereka tertukar, Alan takut Yuri jadi ilfil pada sahabatnya itu, padahal Malik mendapatkan Yuri itu sangatlah susah, karena itu Alan segera menelpon Malik.


"Ada apa, Lan?" tanya Malik begitu mengangkat telepon dari Alan.


"Gawat Lik!"


"Gawat kenapa?"


"Paper bag kita tertukar."


Malik terkejut mendengarnya. "Hah? Serius Lan?"


"Iya, ini paper bag yang gue belikan sama Mona isinya malah gaun pesta."


Malik jadi gelapagan. "Wah, ya udah nanti aku hubungi mbak Yuri."


"Oke, bro."


Klik!


Setelah berteleponan dengan Alan, Malik langsung menghubungi Yuri.


Namun ternyata ponselnya tidak aktif. Sebenarnya Mona juga sudah beberapa kali mencoba untuk menelpon Yuri, tapi ponselnya tidak aktif dari tadi.


Ternyata Yuri sedang membuka paper bag dari Malik, dia nampak sumringah ingin tahu apa hadiah yang diberikan oleh Malik, sampai Malik bilang semoga hadiahnya muat dengan badannya, sudah dia tebak pasti pakaian.


Begitu membuka isi paper bag itu, Yuri nampak menganga begitu melihat tiga ce-lana dalam dan 3 bra berwarna hitam, sampai dia menelan saliva memperhatikan pakaian dalam itu.

__ADS_1


"Mengapa dia memberikan pakaian da-lam untukku?" Yuri mengatakannya sambil bertanya pada dirinya sendiri.


Yuri baru ingat ponselnya belum diaktifkan, soalnya ponselnya lagi di charger.


Ketika ponselnya sudah aktif, langsung ada panggilan telepon dari Malik.


Malik sangat merasa lega akhirnya Yuri mengangkat telepon darinya juga.


"Hallo, Malik." Malik memang meminta Yuri untuk tidak memanggilnya Dokter Malik, dia lebih suka jika Yuri memanggilnya Malik saja.


"Hallo, mbak Yuri. Apa mbak Yuri sudah membuka paper bag yang aku berikan?"


Yuri malah balik nanya. "Memangnya kenapa?"


"Paper bagnya ketuker sama punya Alan mbak, itu hadiah untuk Mona."


"Mbak belum membukanya kan?"


Kini Yuri yang menjadi gelagapan, tidak mungkin dia bilang kalau dia sudah melihat pakaian da-lam, yang ada obrolannya dengan Malik menjadi canggung. "Emm...be-belum sih, baru saja mau buka, tapi sudah ditelepon sama kamu."


Malik sangat bernafas lega mendengarnya.


Yuri tidak sengaja menyenggol buku yang ada diatas nakas, sehingga buku itu terjatuh mengenai kakinya.


Brukk...


"Aduh!"

__ADS_1


"Hallo, mbak Yuri kenapa?" Malik menjadi panik gara-gara Yuri bilang aduh.


Malik semakin panik ketika ponselnya Yuri tidak aktif lagi, sehingga Malik terus saja menghubungi Yuri.


"Kenapa ponselnya gak aktif lagi?"


...****************...


Yuri menyimpan kembali buku yang terjatuh mengenai kakinya, setelah itu dia baru menyadari ponselnya tidak aktif, mungkin karena dia terlalu memaksakan mengaktifkan ponselnya padahal batreinya masih lobet.


"Hm... lobet lagi ternyata." Yuri segera mencharger ponselnya kembali.


Yuri tersenyum dengan penuh merasa lega. "Ternyata hadiahnya tertukar, ya sih memang gak mungkin Malik memberikan hadiah begituan sama aku."


Yuri merasa lebih baik dia mengerjakan pekerjaannya kembali yang sempat terjeda.


Yuri tak sengaja mendengar suara ambulan, mungkin sedang menuju ke basement apartemen.


Yuri memang memutuskan untuk tinggal kembali ke apartemennya lagi.


"Ada suara ambulan, siapa yang sakit?" gumam Yuri.


Ting-Tong...


Yuri mendengar suara bel berbunyi, dia melihat di balik layar depan pintu apartemen, disana ada Malik, petugas medis, dan juga security apartemen.


"Teman saya gak bisa dihubungi lagi setelah dia merintih kesakitan, kalau bisa tolong bobol saja pintu ini." pinta Malik kepada security tersebut.

__ADS_1


Security apartemen sudah diganti dengan yang baru, sementara security yang bekerjasama dengan Novan sudah di penjara.


__ADS_2