
Besoknya...
"Mona!"
Mona terkesiap begitu mendengar suara Alan berteriak memanggil namanya. Membuat dia terbangun.
Mona segera keluar dari kamarnya, menemui Alan yang sedang duduk di meja makan.
"Apaan sih pagi-pagi udah teriak-teriak?" tanya Mona dengan nada kesal.
Alan menjadi gelagapan melihat Mona yang masih betah memakai lingerie. "Ini sudah pagi, ngapain kamu masih pakai pakaian begitu?"
"Lho emangnya kenapa? Aku akan memakai pakaian begini setiap berada disini." Mona mengatakannya sambil mengedipkan mata pada Alan, dia hanya ingin menggoda pria itu, rasanya ingin tertawa jika melihat bagaimana pria itu nampak gelisah sekali dengan raut wajahnya yang memerah.
Alan ingin protes, tapi jika dia protes, Mona pasti akan merasa menang, dia pasti akan meledaknya. Karena itu Alan berpura-pura biasa saja. "Hm ya sudah terserah kamu aja mau memakai baju yang kayak gimana juga, tapi tetap saja bagi aku gak menarik."
"Oh bagus, kamu juga gak menarik buat aku."
Alan menunjuk meja makan yang kosong itu. "Mona, aku lapar, cepat masak."
Alan tau istrinya yang manja tak bisa masak, karena itu dia memang ingin membuat Mona kesal setiap hari.
"Masak?"
"Iya, kamu kan istri aku. Tugas seorang istri itu harus masak, gih!"
"Tapi aku gak bisa masak, kamu aja yang masak."
"Masa ada suami yang masak? Gak etis."
"Ada kok. Kak Dara bilang Yunan sering masak untuknya, hm benar-benar tipe suami idaman. Walaupun gak mendapatkan Yunan, setidaknya aku dapat tipe pria seperti Yunan, tapi kenapa harus dapat cowok paling menyebalkan kayak kamu."
Mona memang telah memutuskan untuk memanggil Dara dengan panggilan kakak.
Alan malah nyengir. "Baguslah aku akan membuat kamu kesal terus setiap hari."
__ADS_1
Mona tak mau kalah. "Dan aku akan membuat kamu panas dingin tiap malam, pastinya kamu akan terus tersiksa."
Alan tanpa sengaja melihat belahan di dada Mona, membuat rahangnya mengeras, dia segera mengalihkan perhatiannya. "Cepat ganti pakaian kamu. Aku tunggu kamu di dapur, kita masak bersama aja."
...****************...
Di dapur, Alan dan Mona nampak kebingungan, daging dan sayuran yang ada didalam kulkas itu harus diapakan.
Bu Maya sengaja menyetok bahan makanan untuk Alan, karena setiap dia kesana pasti memasak untuk putra tercintanya.
Mona segera membuka youtube, namun tetap saja dia tak paham bagaimana cara menirunya.
Dan Alan membuka google, dia tak dapat membayangkan bagaimana membuat resep tersebut.
"Padahal kamu cewek lho, masa gak bisa masak?" Alan memang terbiasa sarapan pagi dengan masakan sang mama, makanya jarang makan di luar.
Mona mendengus kesal, dia lebih baik menelpon Dara saja.
Tuttt...
Tutt...
Tutt...
"Yunan, sepertinya ada telepon." ucap Dara.
"Udah biarin aja. Lagi nanggung ini." Yunan tidak ingin diganggu, dia sedang sibuk memompa tubuh Dara.
Drrrttt...
Drrrttt...
Drrrttt...
Namun suara getaran ponsel Dara, menganggu konsentrasinya, membuat Yunan kesal. "Aish, siapa yang menelpon pagi-pagi begini."
__ADS_1
Dara pun mengangkat telepon, ternyata Mona, Mona menanyakan bagaimana cara memasak ayam goreng pada Dara.
"Hallo kak, aku mau masak ayam goreng, bagaimana caranya?"
"Mmmhhh..." Dara tak langsung menjawab, dia menggigit bibir bawahnya karena gerakan Yunan bawah perutnya membuat Dara hampir mende-sah.
"Mmhh... Jadi ayamnya di rebus dulu."
"Oh di rebus, berapa banyak airnya?" tanya Mona lagi.
Yunan malah jail, menghisap pucuk di dada Dara.
"Mmhh... Mmhh... secukupnya aja, Mona. Pakai bumbu khusus juga untuk ayam goreng."
"Kakak gak lagi sesak nafas kan?" tanya Mona dengan polosnya.
"Ah enggak, kok. Mmhh... hanya... " Dara bingung menjelaskannya. "Udah dulu ya Mon, kak Dara mau buat adonan dulu."
"Oh siap kak, selamat memasak."
Setelah berteleponam dengan Dara, Mona pun meniru dengan apa yang Dara ajarkan.
Resepnya memang benar, tapi cara masaknya yang salah. Sehingga ayam goreng buatan Mona pada gosong semua.
Alan menghela nafas. "Ini ayam goreng apa ayam bakar?"
Mona malah nyengir. "Ayam goreng rasa ayam bakar."
Ting-Tong...
Mereka mendengar suara bel apartemen berbunyi. Mona segera berjalan membuka pintu apartemen, begitu pintu terbuka Mona melihat ada seorang wanita blesteran yang cantik, ternyata dia adalah Katty.
"Alannya ada bik?" tanya Katty, dia pikir Mona adalah pembantunya Alan karena Mona memakai celemek.
Mona melihat Katty membawa paper bag yang berisi makanan.
__ADS_1