
Sore ini Malik nampak tak bersemangat, padahal kedua sahabatnya sedang asik bercanda. Bagaimana hatinya tidak sedih, ketika mendengar kabar ternyata Yuri akan segera dijodohkan, dan ayahnya Yuri memohon pada Malik agar bisa merelakan Yuri untuk Kenzo.
Malik teringat dengan paper bag milik Alan yang tertukar dengannya, dia segera mengembalikan paper bag tersebut pada Alan. "Ini barang kamu, Lan."
Alan dengan senang hati menerimanya, karena dia padahal sudah berharap dari kemarin bisa memberikan hadiahnya itu pada Mona, agar Mona selalu memakainya setiap malam. Maklumlah mereka lagi bucin-bucinya, makanya tak kenal lelah untuk membuat anak setiap malam. "Makasih ya, Lik."
Malik menganggukan kepala. "Iya, sama-sama."
"Nanti malam lu jadi kan ke pesta ulang tahun YASA, Lik?" tanya Yunan pada Malik.
"Aku gak tau, Nan. Nanti malam akan ada acara pertunangan Yuri dan anak pemilik rumah sakit YASA." lirih Malik.
Alan langsung sewot. "Lho kok bisa sih? Bukannya mbak Yuri itu belum pernah mau menjalin hubungan dengan siapapun, makanya dia menolak lu waktu itu?"
__ADS_1
Malik menjawab pertanyaan dari Alan. "Mereka dijodohkan, aku juga gak tau Yuri akan menerima perjodohan itu atau nggak. Dan aku juga gak tau bagaimana perasaan dia ke aku."
Padahal perjuangan untuk mendapatkan Yuri itu sangatlah susah, apalagi sekarang telah terhalang restu orang tua. Walaupun begitu, Malik tetap berharap ada sebuah keajaiban agar dia bisa bersatu dengan Yuri.
Malik menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya dengan pelan. "Aku akan memperjuangkannya jika seandainya Yuri ternyata mencintai aku juga. Tapi jika seandainya Yuri menerima perjodohan itu dan menyukai Kenzo, aku tidak bisa berbuat apa-apa, yang penting Yuri hidup bahagia dengan lelaki pilihannya."
Yunan menemukan sebuah ide. "Bagaimanapun juga kita harus tau kepribadian pria yang akan dijodohkan dengan mbak Yuri itu seperti apa, hm bagaimana kalau kita mencoba mencari tahu kehidupannya Kenzo seperti apa sehari-harinya? Pasti kamu juga penasaran Kenzo itu pria yang baik atau bukan?" tanyanya pada Malik.
"Maksudnya kita harus menjadi penguntit, gitu?" tanya Alan pada Yunan.
"Gak akan keburu, Nan. Sekarang ini sudah sore, sementara nanti malam acara tunangannya." Alan sudah pesimis duluan.
"Makanya kita harus nyari detektif handal. Aku yakin dalam urusan menguntit ataupun menyelidi seseorang, itu sudah kayak makan kerupuk bagi detektif Al. Nah beda lagi kalau kasus besar, pasti butuh waktu berhari-hari." Yunan menjelaskan dengan panjang lebar pada Alan.
__ADS_1
Malik menyetujui usulan dari Yunan. "Aku setuju, aku hanya ingin tahu apakah Kenzo itu pria yang baik atau bukan untuk Yuri." Malik tidak ingin Yuri hidup menderita lagi, Malik tidak ingin Yuri salah memilih pasangan lagi.
Yunan segera menelpon Detektif Al. "Hallo Detektif Al, ini saya Yunan Angkasa Hanjaya dari Angkasa Group."
Detektif Al saat ini sedang sibuk dengan menyelidiki sebuah kasus.
"Oh iya, Tuan Yunan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Detektif Al.
"Aku ingin kamu menyelidiki tentang seseorang, tapi ini emergency sekali, makanya aku menginginkan hasilnya penyelidikannya malam ini."
"Wah maaf sekali, Tuan. Saat ini kebetulan saya sedang sibuk untuk menyelidiki kasus penyebab kecelakaan 14 tahun yang lalu, ini kasusnya sangat besar, karena itu saya agak kesulitan untuk memecahkan masalahnya."
"Hanya sebentar saja, Detektif Al. Saya takut teman saya gak makan selama satu tahun kalau dia patah hati. Ayolah demi kelangsungan hidup teman saya." Yunan terus saja membujuk Detektif Al.
__ADS_1
Detektif Al terpaksa mengalah. Lagian pekerjaan yang diberikan oleh Yunan sangatlah gampang, tidak membutuhkan waktu berhari-hari.