Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Takut Kehilanganmu


__ADS_3

Dara sangat ketakutan menghadapi keempat anak berandalan itu, sepertinya mereka sangat dendam sekali kepadanya.


Kemudian Dara mendengar suara deru motor dari kejauhan, dia tau siapa pemilik motor tersebut, siapa lagi kalau bukan Yunan. Yunan menghentikan motornya tak jauh dari mereka.


"Shittt..." Angga sangat kesal karena selalu saja berurusan dengan Yunan, padahal dia ingin sekali bersenang-senang dengan guru yang terkenal kecantikannya itu di sekolah, namun selalu ada Yunan lagi yang ikut campur menghalangi jalan mereka.


Mata Dara berkaca-kaca melihat Yunan yang sedang membuka helmnya, lalu turun dari motor sportnya yang berwarna merah itu.


"Lu mending pergi deh, ngapain lu ikut campur urusan kita." Niko mencoba untuk mengusir Yunan.


"Tentu saja ini menjadi urusanku, aku tidak akan membiarkan kalian melukainya." jawab Yunan dengan tenang.


Angga menahan lengan Dara, agar Dara tidak melarikan diri, walaupun Dara mencoba untuk berontak, namun tenaga laki-laki badung itu sangat kuat.


Sementara Niko, Ferdi, dan Doni, mereka segera menyerang Yunan.


Yunan terpaksa harus berkelahi lagi demi menyelamatkan Dara, dia dengan santai meladeni satu persatu.


Kedua tangan Yunan menahan tangan Niko dan Ferdi yang akan menghajarnya, lalu kakinya dia gunakan untuk mengendang anunya Doni

__ADS_1


Bugh...


Tendangan Yunan begitu keras, membuat Doni kesakitan merasakan linu dibagian yang paling berharga untuknya.


Lalu Yunan menarik tangan Niko dan Ferdi dengan cepat, sehingga kepala mereka berdua terbentur.


"Arrrggghhh!" Niko dan Ferdi memegang kepalanya yang terasa pusing.


Kemudian Yunan menendang punggung Ferdi, sehingga Ferdi terjungkal ke aspal.


Bugh...


"Mony3t!!!" Angga sangat kesal sekali, dia terpaksa melepaskan Dara, dia berlari untuk menghajar Yunan.


Namun Angga merasa ngeri melihat ketiga temannya yang dibuat babak belur oleh Yunan, "Lebih baik kita cabut." Angga memerintahkan ketiga temannya untuk melarikan diri.


Keempat bocah brandal pun segera berlari ke motornya masing-masing, dan memacu motornya dengan begitu cepat, meninggalkan Dara dan Yunan.


Dara berjalan mendekati Yunan, hatinya ikut meringis melihat wajah Yunan yang terluka. "Yunan, wajah kamu terluka."

__ADS_1


Yunan malah menundukkan wajahnya, dia seakan merasa bersalah pada Dara. "Maafkan aku."


"Kenapa harus minta maaf? Aku seharusnya berterimakasih padamu, karena kamu sudah menolong aku."


"Aku melanggar janjiku, aku sudah bilang tidak akan berkelahi lagi. Tapi aku tidak bisa membiarkan siapapun melukaimu."


Perkataan Yunan membuat Dara tersentuh, dia memegang wajah Yunan agar melihat ke arahnya. "Aku paham, apa yang kamu lakukan adalah untuk menolong aku. Suatu saat nanti jika ada yang kejadian seperti ini lagi, kamu boleh melakukannya jika ingin menolong orang lain."


Yunan tersenyum menganggukkan kepala, "Dari mana saja kamu? Aku dari sore mencarimu kemana-mana."


Dara terpaksa berbohong, dia berusaha kuat untuk tidak menangis, tidak mungkin dia bilang habis bertemu dengan Pak Tomi. "Aku habis bertemu seorang teman, kita sudah lama tidak bertemu."


"Seharusnya kamu memberitahuku, aku sangat mengkhawatirkan kamu."


Dara menundukkan kepalanya, "Maafkan aku."


Yunan menarik Dara ke dalam pelukannya, dia memeluk wanita itu dengan begitu erat. "Kamu tidak tau bagaimana takutnya aku kehilangan kamu, aku takut tiba-tiba saja kamu pergi dari hidupku."


Dara membalas pelukan Yunan, tanpa Yunan sadari Dara menitikan air matanya dipelukan Yunan.

__ADS_1


__ADS_2