Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Acara Makan Malam Keluarga


__ADS_3

[Maaf Pa, Yunan gak bisa hadir ke acara makan malam itu.]


Pak Tomi sangat kecewa sekali saat membaca pesan dari Yunan, padahal malam ini kehadiran Yunan sangatlah penting, karena akan membahas rencana pertunangan Yunan dan Mona.


Pak Tomi sudah datang bersama Bu Thesa ke kediaman Pak Wira, ayahnya Mona. Sementara Novan tidak bisa hadir karena dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Yunan kenapa belum datang juga ya, Om?" tanya Mona kepada Pak Tomi, padahal dia sudah berdandan cantik agar terlihat menarik di depan Yunan.


Pak Tomi nampak kebingungan untuk menjawabnya, dia tidak enak hati kepada Pak Wira dan Bu Lia yang sudah menjamu mereka dengan makanan yang begitu mewah.


Pak Tomi terpaksa harus berbohong, "Emm... kebetulan Yunan sedang tidak enak badan, jadi dia tidak bisa datang kesini."


Bu Thesa hanya bisa mendeliki suaminya, karena dia tau suaminya pasti sedang berbohong.


"Padahal tadi di sekolah Yunan baik-baik aja, Om." Mona tak mempercayai jawaban dari Pak Tomi.

__ADS_1


Pak Tomi terpaksa berbohong lagi. "Waktu di sekolah Yunan memang baik-baik saja, cuma tadi dia bilang tiba-tiba gak enak badan, jadi gak bisa hadir dia acara makan malam ini."


"Oh ya gak apa-apa, Pak Tomi. Biarkan Yunan beristirahat saja." ucap Pak Wira.


Pak Wira meneruskan perkataannya. "Saya dengar dari Mona, katanya Yunan hari ini mendapatkan nilai ulangan biologi 99, Yunan memang sangat pintar. Saya salut sekali. Seorang penerus Angkasa Grup memang membutuhkan orang yang cerdas."


Pak Tomi terperangah mendengarnya, dia sama sekali tidak tau Yunan mendapatkan nilai yang bagus, Novan tidak bilang padanya. Mungkin karena pengaruh dukungan dari wali kelasnya Yunan, karena dia tau Yunan sepertinya dekat sekali dengan wali kelasnya sebagai guru dan murid.


Bu Thesa nampak tidak suka saat Pak Wira bilang kalau Yunan disebut sebagai penerus perusahaan Angkasa Grup, Novan lebih layak dan lebih hebat dari Yunan.


"Kira-kira kapan acara pertunangan Mona dan Yunan digelar?" tanya Pak Wira.


"Secepatnya aja, Pa." Malah Mona yang menjawab, dia sudah tidak sabar ingin memberitahu semua orang di sekolah, kalau Yunan adalah miliknya.


"Mona benar. Lebih cepat lebih baik." jawab Pak Tomi, dia menyetujui keinginan calon menantunya tersebut.

__ADS_1


Mona nampak berseri mendengarnya, akhirnya laki-laki yang suka di juluki pangeran sekolah itu akan menjadi miliknya. Mona memang sudah lama naksir pada Yunan.


...****************...


Setelah makan malam, di tengah perjalanan, tiada hentinya Bu Thesa mengomel. "Yunan sudah mempermalukan kita lho, Pa. Pasti dia lagi mengikuti balapan liar lagi makanya gak hadir di acara penting tadi."


Pak Tomi hanya bisa menghela nafas, sebenarnya dia juga kecewa sama Yunan, Yunan masih saja selalu membangkang.


"Cerdas itu gak cukup, Pa. Tapi seorang penerus perusahaan harus memiliki etitud yang baik. Sama orang tua saja membangkang, apalagi sama perusahaan." Bu Thesa masih saja memperngaruhi suaminya tentang sifatnya Yunan yang tak mau di atur oleh keluarganya.


Pak Tomi terpaksa menyuruh supir pribadinya untuk menghentikan mobil di depan gedung apartemen tempat Yunan tinggal. Karena kebetulan mobil yang dia tumpangi melewati gedung apartemen tersebut.


"Berhenti di depan, Man!"


"Baik, Pak." Sang supir segera menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen.

__ADS_1


"Papa mau bicara dulu sama Yunan, mama tunggu saja disini." Pak Tomi mengatakannya dengan nada kesal.


__ADS_2