
Novan berlari keluar dari gedung, dia tak boleh tertangkap, karena itu dia berusaha keras untuk melarikan diri.
Zdor...
Tiba-tiba terdengar suara tembakan memekan telinga, ternyata salah satu polisi berhasil menembuskan sebuah peluru ke betisnya Novan, karena Novan mencoba untuk melarikan diri.
"Arrrggghhh!" Novan meringis menahan rasa sakit, darah bercucuran di betisnya yang telah tertembus peluru, namun dia tak akan menyerah begitu saja.
Dengan tertatih-tatih Novan berlari, Novan melihat di tempat parkir, ada seseorang yang sedang membuka kunci mobil, orang itu hendak masuk ke dalam mobilnya, namun tiba-tiba Novan mendorong tubuhnya, sehingga orang itu terjatuh.
"Akkhh...!" Si pemilik mobil meringis kesakitan memegang tangannya yang terluka.
Novan tak peduli pada nasib orang tersebut, dia segera menyetir mobil yang telah dia rampas dengan kecepatan tinggi.
"Hei mobilku mau dibawa kemana?" teriak si pemilik mobil.
Salah satu polisi yang mengejar Novan langsung berteriak, "Kejar dia!"
Mereka harus segera naik ke dalam mobil untuk mengejar Novan, begitu juga Alan dan Malik.
"Awas kau Yunan, kamu pikir aku akan menyerah begitu saja? Aku akan merebut hal yang paling berharga untuk kamu, aku akan membuat kamu gila. Jika aku tidak bisa memiliki Dara, maka kamu juga tak bisa memiliknya." Novan berkata begitu dengan nada meringis.
"Arrrggghhh!" Novan mengerang merasakan betisnya sangat sakit sekali, sampai wajahnya terlihat begitu pucat.
Novan kaget tiba-tiba saja ada sebuah mobil menabrakan diri ke samping mobil yang dikendarai oleh Novan.
Jegeeer....
Sehingga mobil yang dikendarai oleh Novan menjadi oleng, berputar, lalu menabrak trotoar.
Brakk...
Novan merasakan kepalanya sangat pusing akibat benturan yang keras, sampai kepalanya mengeluarkan darah, dia terbatuk-batuk karena mobilnya mengeluarkan asap.
__ADS_1
Novan segera keluar dari mobil yang ringsek itu, dia melihat Yunan sedang berdiri dihadapannya.
Rupanya Yunan yang telah menabrakkan mobilnya pada mobil yang sedang dikendarai oleh Novan.
Yunan menatap tajam penuh kebencian pada kakak tirinya itu.
Novan terkekeh, dia menepukan tangannya.
Prok...
Prok...
Prok...
"Wah selamat, akhirnya kamu berhasil membuat hidupku hancur seperti ini, tapi aku tidak akan menyerah, aku akan menghancurkan kamu juga."
Yunan tak dapat menahan emosinya, dia melayangkan tinju pada wajah Novan dua kali, bahkan dia membogem perut Novan tiga kali.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Yunan melayangkan kembali tinjunya ke wajah Novan dengan begitu keras, sampai kepala Novan merasakan pusing.
Novan tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, tubuhnya ambruk ke aspal.
Yunan menduduki perut Novan, dengan penuh amarah dia mencengkram kerah baju Novan, lalu memukul wajahnya kembali.
Bugh...
Bugh...
__ADS_1
Bugh...
"Ini balasan untuk kamu karena sudah berani membunuh papa dan mencoba merebut istriku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan kamu, brengsek."
Yunan begitu terlihat emosi, dia terus saja memukul wajah Novan yang sudah babak belur itu.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
"Manusia sampah! Tega sekali kamu membunuh papa, padahal papa sangat menyayangi kamu."
Novan tak bisa melawan, dia merasakan tubuhnya lemas tak berdaya.
Kedua sahabatnya Yunan baru tiba disana, begitu juga polisi. Malik dan Alan segera memisahkan Yunan.
"Udah stop, Nan."
Kedua sahabat Yunan mencoba untuk memisahkan Yunan, namun Yunan belum puas, dia menitikan air matanya begitu mengingat bagaimana ayahnya meninggal, ternyata Novan dan Bu Thesa tega meracuni ayahnya selama ini. Yunan merasa dirinya anak yang tak berguna karena tak bisa melindungi ayahnya.
Dara baru tiba disana bersama Mona dan Yuri, Dara berlari menghampiri Yunan dan memeluk punggung Yunan untuk menenangkannya.
"Semuanya sudah berakhir, biarkan Novan mendapatkan ganjaran atas semua kejahatan yang telah dia perbuat. Dia harus di hukum. Jangan menyalahkan diri sendiri, aku yakin papamu pasti tau kalau kamu sangat menyayanginya."
Perkataan Dara membuat Yunan merasa sedikit menenangkan hatinya, dia membiarkan polisi untuk menangkap Novan, walaupun sebenarnya dia belum puas memberikan hukuman pada Novan.
Yunan memegang tangan Dara yang sedang memeluknya dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bentar lagi end, jangan lupa mampir ke novel saya yang satu lagi. Menantu Sampah: Sang Pewaris. sudah mulai up.
__ADS_1
Tentang seorang suami bayaran yang pura-pura miskin padahal dia pewaris dari perusahaan nomor satu di Indonesia.