Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 3


__ADS_3

Alan terpaksa harus membantu Mona, itung-itung sebagai balas budi karena Mona telah turut serta dalam upaya menolong sahabatnya.


Akibat akting Mona dalam mengelabui para security, akhirnya Dara berhasil mendapatkan bukti kejahatan Novan, sehingga masalah Yunan terselesaikan.


Sementara Alan sendiri tak bisa berakting, dia hanya mengikuti skenario Mona saja, walaupun dia harus mengorbankan pipinya untuk ditampar oleh Mona.


Walaupun begitu, Alan salut pada Mona, dia tahu dari dulu bagaimana sikap Mona yang egois, narsis, centil, dan agak sok juga di sekolah. Tapi dibalik semua itu dia memiliki sifat yang tulus, akhirnya dia harus menerima kenyataan bahwa dia harus merelakan Yunan untuk Dara, seorang guru cantik yang pernah menjadi guru biologinya dulu.


Alan menghela nafas dalam-dalam, "Oke aku ikuti skenario kamu itu, tapi ingat ya cuma satu kali aku bantu kamu, setelah itu jangan minta bantuan lagi sama aku."


"Oke, aku juga minta tolong sama kamu karena lagi urgent, kamu tenang saja, aku juga gak ingin bertemu dengan kamu lagi." Mona tak ingin kalah dari Alan.

__ADS_1


Alan mengangguk-anggukan kepala, "Oh Oke, baguslah kalau gitu. Sekarang kita harus kemana?"


"Ke Restoran Sky saja, pasti keluarga aku dan keluarga orang yang dijodohkan dengan aku ada disana sekarang." Setelah patah hati karena dia tidak bisa mengejar Yunan lagi, Mona sama sekali tidak tertarik mengenai siapa yang akan dijodohkan dengannya walaupun orang tuanya bilang kalau pria yang akan dijodohkan dengannya itu almuni SMA Angkasa.


Mona mulai sekarang ingin mencari calon pendamping sesuai keinginannya sendiri, tidak dijodoh-jodohkan lagi. Takutnya terulang lagi, dia mulai mencintai pria yang dijodohkan dengannya eh ternyata pria itu tidak bisa mencintainya.


Alan pun segera mengendarai mobilnya, beberapa kali ponsel Alan berdering, tapi Alan malas untuk mengangkat telepon tersebut.


"Alan, ponsel kamu berdering dari tadi." Mona memberitahu Alan tentang ponselnya yang berdering, siapa tahu Alan tidak mendengarnya.


"Pasti dari mantan-mantan kamu itu? dasar playboy sengklek."

__ADS_1


Alan membanggakan dirinya, "Gini-gini juga mantan aku bule semua, tapi penasaran juga kali-kali ingin tahu bagaimana kencan sama cewek Indonesia." Alan memang tidak pernah memiliki niat untuk menikah, tapi hanya sekedar main-main atau kencan dia oke saja.


"Semoga aku dijauhkan dari para playboy deh." Mona tidak ingin patah hati lagi, makanya dia berharap tidak berjodoh dengan pria seperti Alan.


"Bagus, mending kamu cari yang sama-sama polos aja." Alan malah meledak Mona, merasa paling suhu padahal dia juga playboy cap nanggung.


Begitu sampai di depan Restoran Sky, Alan memarkirkan mobilnya, dia menyimpan ponselnya di dasbor karena mamanya terus saja menelponnya.


Alan dan Mona keluar dari mobil. Mona langsung menggandeng tangan Alan. "Tolong jangan geer ya, aku melakukan ini karena terpaksa."


Alan mendengus kesal, padahal dia yang minta tolong, tapi dia juga yang terpaksa. Pokoknya cewek emang selalu benar.

__ADS_1


"Tapi awas ya setelah ini kamu harus membereskan apartemen aku." Alam meminta imbalan pada Mona, karena memang apartemennya berantakan. Maklumlah bujangan.


"Hm... oke, kamu tenang aja." Padahal Mona sebenarnya tidak tahu bagaimana caranya beres-beres rumah, waktu masak bareng Dara saja, dia cuma membantu membulat-bulatkan adonan cilok saja. Maklum saja dia begitu dimanja oleh orang tuanya.


__ADS_2