
Alan memutuskan untuk pergi dari sana, dia terlanjur kesal melihat kedekatan Mona dan Angga.
Sambil menyetir mobil tiada hentinya dia mengumpat. "Hhh.. dia pikir cuma dia aja yang bisa bermesraan, aku juga bisa, bahkan aku bisa melakukan lebih dari itu."
Ternyata Alan pergi ke apartemennya Katty. Tentu saja Katty sangat senang sekali dengan kedatangan Alan.
"Oh honey akhirnya kamu datang." Katty langsung memeluk Alan, dia sangat bahagia sekali karena sang mantan kekasih yang masih dia cintai akhirnya datang ke apartemennya.
Alan melepaskan pelukan Katty, dia masuk ke dalam apartemennya itu, Katty memang terbiasa berpenampilan sangat seksi, tapi tak bisa membuat sang joni terbangun. Mungkin karena itu juga dia kuat tidak melepaskan keperjakaan karena entah Alan yang terlalu kuat menahan hasrat atau mungkin dia tak berhasrat pada mantan-mantannya.
Berbeda dengan Mona, sekali melihat Mona pakai lingerie saja dia sampai harus senam lima jari
Apa mungkin karena dia sudah dijodohkan dengan Mona makanya Alan kuat tidak meniduri mantan-mantannya? Alan harap dia tidak memiliki perasaan pada Mona, dia tidak ingin jatuh cinta, dan tak pernah terpikirkan dia akan memiliki keluarga.
Kehidupan dalam berumah tangga itu rumit, bahkan ayah dan mamanya menjadi saling membenci. Contohnya sekarang ini ayahnya Alan tak datang ke acara pernikahannya, entah karena alasan apa, mungkin karena dia telah menemukan keluarga yang baru atau apa.
Anak mana yang tak sedih jika ayah kandungnya sendiri tak datang ke acara pernikahan anaknya, tapi Alan tak pernah memperlihatkan kesedihannya itu, dia selalu terlihat pura-pura ceria di depan orang lain.
Alan duduk di kursi sofa, Katty juga ikut duduk di samping Alan.
"Kenapa kelihatan kesal kaya gitu, honey? Apa istri kamu tidak bisa memuaskan kamu? Aku siap kok memuaskan kamu." Mungkin bagi Katty tidur bersama pria tanpa ikatan pernikahan itu hal yang biasa, karena dia sudah lama tinggal di luar negeri dan juga lahir di Italia, jadi kehidupannya memang kebarat-baratan.
__ADS_1
Alan tak menjawab, dia masih teringat bagaimana Angga menyentuhkan tangannya pada bibir Mona.
Katty mengusap-usap paha Alan, dia ingin mencium bibir Alan. Tapi ternyata Alan malah menahan bibir Katty dengan tangannya.
Alan segera berdiri. "Maafkan aku, Katty, seharusnya aku tidak datang kesini. Aku janji tidak akan datang lagi karena hubungan kita memang sudah berakhir."
"Aku mau kok jadi selingkuhan kamu, honey. Kita bisa bertemu setiap akhir pekan."
Alan menggelengkan kepala. "Maafkan aku, aku gak bisa."
Alan pun segera pergi dari apartemennya Katty.
...****************...
"Aku ingin tau malam ini apa dia masih kuat, semoga aja dia yang kalah dan menyerah, saat dia minta, gak akan aku kasih, biar dia tersiksa." Mona tersenyum jail.
Mona duduk di samping Alan yang dari tadi mendiamkannya, pria itu sedang sibuk menonton sepak bola.
Tapi penampilan Mona membuat Alan tak bisa fokus menonton sepak bolanya, sukses membuatnya gelisah dan panas dingin. Tapi Alan masih berusaha untuk pura-pura tak tergoda.
"Aku heran kenapa laki-laki suka sekali menonton sepak bola?" celetuk Mona.
__ADS_1
Alan menghela nafas. "Aku tidak ingin bicara denganmu."
"Lho kenapa? memangnya aku punya salah sama kamu?" Mona tak paham, memang dia punya salah apa pada Alan.
Alan mematikan televisi, dia menatap sang istri. "Kamu tidak tahu apa kesalahan kamu?"
Mona menggelengkan kepala. "Nggak."
Alan menarik tubuh Mona, tangannya melingkari pinggangnya Mona, sehingga tubuh Mona dekat sekali dengan Alan.
"Aku... aku menyerah malam ini." Alan mengatakannya dengan berat hati.
"Menyerah apa maksudnya?"
"Aku ingin melakukannya dengan kamu malam ini."
Mona malah berjingkrak-jingkrak di depan Alan, dia merasa dirinya menang, sambil menatap Alan dengan tatapan meledak.
"Yeee... akhirnya aku menang kan? Sudah aku bilang kamu tidak akan tahan dengan pesona aku. Karena kamu sudah mengakui kekalahan kamu, aku akan berganti pakaian lagi, yang penting kamu kalah dalam tantangan ini." Setelah berkata begitu Mona menjulurkan lidahnya, dia belum puas meledak Alan.
Akan tetapi Alan malah menarik Mona ke dalam pangkuannya, sehingga gadis itu terduduk di pangkuan Alan. "Siapa yang mengizinkan kamu ganti pakaian? Sudah aku bilang, aku menginginkannya."
__ADS_1
Mona menelan saliva mendengarnya. Mona pikir tantangan tentang siapa yang meminta duluan itu hanya sebatas minta saja, kemudian setelah dia tolak, akan beres.
Ternyata tidak, karena bagi seorang pria ketika dia bilang mau, itu artinya keinginannya tak bisa diganggu gugat ataupun tak ada tawar menawar.