Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Aku menginginkannya


__ADS_3

Setelah Asisten El pergi, Novan segera menanyakan perihal apa yang dibicarakan oleh ayah tirinya pada Dara. "Apa saja yang papa bicarakan sama guru biologi itu?"


Pak Tomi menjawab apa adanya, "Papa menyuruh dia untuk pergi dari kehidupan Yunan, apa papa sudah keterlaluan sama guru itu? Kalau papa pikir-pikir, dia sudah membuat Yunan berubah."


"Papa sama sekali gak keterlaluan, hubungan mereka memang tidak pantas, harus segera di akhiri. Sekolah Angkasa akan mendapatkan banyak masalah jika seandainya banyak orang yang tau tentang hubungan mereka."


Pak Tomi rasa perkataan Novan ada benarnya, namun dia teringat dengan perkataan Dara mengenai guru kimia di sekolah. "Apa kamu memecat guru kimia di sekolah?"


Novan tidak paham, mengapa Pak Tomi tiba-tiba membahas guru kimia itu. "Iya karena dia telah melakukan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan, Pa."


"Besok kamu pecat Dara, dan sebagai gantinya kamu panggil guru kimia itu untuk bekerja lagi di sekolah."


Novan tak dapat menolak perkataan papanya, "I-iya, Pa."


...****************...


Malam ini Yunan dan Dara sedang berada di atas rooftop apartemen, Dara mengajarkan banyak sekali materi Yunan sampai larut malam, sampai Yunan menguap.


Dara menulis dengan sebuah spidol permanen di dinding rooftop sana, dia menulis : 2 Mei 2017 Yunan Dara.


"Untuk apa itu?" tanya Yunan.


"Tanggal pernikahan kita, siapa tau nanti kita lupa."

__ADS_1


Yunan tersenyum, apa pernikahan mereka kini menjadi penting untuk Dara sampai Dara ingin menulis tanggal pernikahan mereka disana.


Dara duduk kembali di samping Yunan, "Kita lanjut lagi belajarnya."


"Aku rasa belajar hari ini di pending dulu, biar kita lanjutkan besok." pinta Yunan, dia malah tiduran di rooftop sana.


"Gak bisa, malam ini aku ingin banyak mengajari kamu."


Yunan malah menarik tangan Dara, sehingga Dara tertidur di sampingnya, menjadikan lengan Yunan sebagai bantalan. Yunan menyimpan buku yang dipegang oleh Dara, dia memeluk wanita itu dengan posisi tiduran.


"Jangan sampai aku kayak Alan, tertidur ketika belajar, alhasil aku lupa dengan apa yang kita bahas karena aku gak konsen saking ngantuknya. Kayak gak ada hari yang lain aja, besok saja kita lanjut belajarnya."


Dara terdiam, Yunan tidak tau bahwa malam ini adalah hari terakhir dia bersama dengan Yunan. Karena itu dia ingin melakukan apa saja yang ingin dia lakukan bersama dengan Yunan.


"Kenapa?"


"Kamu harus menepati janji kamu kalau kamu akan terus rajin belajar dan tidak boleh terluka lagi." Dara memegang wajah Yunan yang sudah dia obati dua jam yang lalu.


Yunan menganggukkan kepala, "Ya, aku janji."


Dara merasa lega mendengarnya, "Gapailah mimpi kamu, aku harap kamu menjadi pembalap motor di kelas internasional, namun tetap saja kamu tidak boleh melupakan Angkasa Grup, karena memang kamu yang harus jadi penerusnya, jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah."


Yunan memandangi kedua bola mata Dara dengan begitu lekat, "Kenapa kamu berbicara seperti seolah-olah kita akan berpisah saja? Apa kamu ingin meninggalkan aku?"

__ADS_1


"Mumpung aku ingat apa saja yang ingin aku bicarakan padamu, terkadang aku suka lupa, padahal aku sudah lama ingin membahas soal ini semua."


"Awas ya jangan pernah pergi, karena begitu aku menemukanmu kembali, aku tidak akan melepaskan kamu." canda Yunan.


Dengan sekuat hati Dara menahan air matanya, dia pun berharap begitu, mereka berpisah hanya sementara, karena perjalanan Yunan masih panjang, belum saatnya dia berumah tangga, dia harus meraih mimpi dan masa depannya.


Walaupun sebenarnya Dara ingin sekali selalu ada disisi Yunan, menemaninya sampai mereka tua, tapi dia tidak boleh egois, karena Yunan memiliki seorang ayah yang menginginkan segala hal yang terbaik untuk Yunan, demi masa depan Yunan.


Dara sadar betul, dia dan Yunan bagaikan bumi dan langit. Yunan berasal dari keluarga kaya raya, sementara dirinya begitu miskin dan hidup sebatang kara.


"Bagaimana kalau kita belajar lagi? Apa ada materi biologi yang membuat kamu penasaran atau belum dimengerti?"


Yunan tak langsung menjawab, dia sedang berpikir sambil memejamkan mata.


"Yunan!" Dara memanggil nama sang suami karena Yunan tak menjawab pertanyaannya.


Dara kaget tiba-tiba saja Yunan memposisikan dirinya berada dia atas Dara, membuat jantungnya berdebar-debar. "Aku hanya penasaran dengan prakteknya, bukan materinya. Karena aku sudah banyak mengusai materi biologi."


Dara menelan saliva mendengarnya, memandangi Yunan yang sedang berada diatasnya. "Ma-materi mana dulu? Materi biologi kan banyak."


Yunan tersenyum smirk, "Kamu juga pasti paham apa yang aku inginkan malam ini."


Setelah berkata begitu, Yunan menyatukan bibirnya dengan bibirnya Dara, bibir Dara sangat terasa manis, sehingga membuatnya menjadi candu. Dengan sepenuh hati Dara membalas ciuman Yunan, dia rasa memang seharusnya memberikan haknya kepada Yunan sebagai seorang istri, sebagai kenangan indah yang tak kan pernah dia lupakan selama dia menjadi istrinya Yunan.

__ADS_1


__ADS_2