Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 7


__ADS_3

Akhirnya hari pernikahan Alan dan Mona pun telah tiba, pernikahan mereka walau terkesan dadakan, tapi bisa diselenggarakan dengan sangat meriah, banyak tamu undangan yang hadir disana. Mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri yang syah.


"Aku harap ini semua mimpi buruk, bagaimana bisa aku punya suami cowok sengklek kayak kamu." gerutu Mona dengan pelan. Padahal tipe cowoknya kayak Yunan yang kelihatan ganteng kalem, tapi malah menikah dengan playboy sengklek kayak Alan, walaupun Alan juga ganteng, tapi tetap saja pria itu sering membuatnya kesal.


Alan membalas bisikan dari Mona, dia ingin mengerjai Mona. "Sayangnya kamu tidak bisa bangun dari mimpi burukmu ini, aku akan terus membuat kamu kesal tiap hari."


Mona refleks mencubit pinggangnya Alan.


"Arrrggghhh!" Alan meringis memegang pinggangnya.


"Kenapa Alan?" tanya Bu Maya pada anaknya.


"Ah gak apa-apa, Ma. Hanya saja Mona udah gak sabar, kira-kira acara resepinya masih lama gak ya?" Alan pura-pura terkekeh.


Mona langsung memelototkan mata, wajahnya menjadi merah merona.


Bu Maya dan Bu Lia terkekeh mendengar perkataan Alan, kemudian mereka menatap Mona yang terlihat malu sekali gara-gara perkataan Alan.


Bagi Mona, Alan memang cowok yang paling rese.


Yunan, Dara, dan Malik pun turut menyertai pernikahan mereka dari awal acara sampai akhir, karena dulu mereka juga membantu prosesnya pernikahan dari awal sampai acaranya berakhir.

__ADS_1


...****************...


Malamnya telah tiba, Mona sangat deg-degan sekali karena dia harus tinggal bersama Alan di sebuah apartemen.


Awalnya disana terdapat dua kamar, tapi karena Alan telah merenovasi kamar yang satunya lagi menjadi ruang kerja,sehingga kini disana hanya tinggal ada satu kamar.


"Disini cuma ada satu kamar?" Mona berkata dengan mengerutkan keningnya.


"Emang iya." jawab Alan dengan santai.


"Terus aku tidur dimana?"


Alan memiliki ide, dia ingin menggoda Mona, dia paling senang kalau membuat Mona kesal. "Di kamarlah, kita kan pengantin baru, memang kamu gak penasaran sama rasanya bagaimana?"


Setelah mengatakan itu, Mona langsung masuk ke dalam kamar.


Rahang Alan mengeras, ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan, dia pikir Mona akan marah-marah atau kesal pada Alan, lalu memilih tidur di sofa. Kan kalau Mona sering tidur di sofa pasti gak betah, lalu menggugat ceria padanya.


Mona tertawa kecil karena Alan tak berani masuk ke dalam kamar. "Kenapa gak ikut masuk? Gak berani ya? Makanya jangan mencoba menantang aku."


Alan mendengus kesal, Mona tak boleh mengalahkannya, dia segera masuk ke kamar, kemudian membuka kemeja yang dia pakai, sehingga terlihat jelas bentuk badannya yang sixpack. "Ayo, mau berapa ronde?"

__ADS_1


Mona menjadi gugup melihat tubuh Alan yang sixpack seperti itu, dia lebih baik menyerah saja. Mona pun nyengir. "Emm... aku cuma bercanda, ya udah gak apa-apa aku tidur di sofa aja."


Alan terkekeh. "Kenapa? Gak berani ya? Akhirnya seorang Mona kalah juga, baguslah."


Mona tak terima disebut kalah. "Siapa yang kalah? Oke, kalau gitu mari kita taruhan, siapa yang ngajak duluan, dia yang kalah, bagaimana?"


"Oke, siapa takut! Lagian jujur aja buat aku tubuh kamu gak menarik sama sekali, setara bule pun gak bisa membuat aku jatuh cinta. Dan kita menikah hanya sementara, yang penting orang tua kita pada diam dulu. Setelah menunggu moment yang tepat baru kita berpisah." Alan berkata begitu sambil memakai kemejanya kembali.


Mona merasa kesal dengan perkataan Alan, membuat dia menjadi ingin mengerjai Alan.


Malam itu, Alan sedang membaca sebuah komik sambil duduk di atas kasur, bersandar pada headboard, sekali-kali dia melirik ke kamar mandi, kenapa Mona lama sekali di kamar mandi.


Ternyata Mona ingin mengerjai Alan, dia menggantikan pakaiannya dengan lingerie, lingerie pemberian dari ibu mertuanya.


"Oke, kita buktikan, siapa yang akan meminta duluan?"


Walaupun Mona sangat deg-degan, tapi dia tidak ingin direndahkan oleh Alan.


Ceklek!


Pintu kamar mandi pun terbuka, Mona masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Seketika Alan membulatkan mata melihat Mona memakai pakaian yang sangat seksi itu, membuat buku komik yang dia pegang tiba-tiba terlepas dari pegangannya.


__ADS_2