
Pagi ini di kediaman Pak Tomi, terlihat Pak Tomi sedang sarapan pagi bersama istri dan anak tirinya.
Pak Tomi tiba-tiba terbatuk, sampai dia menepuk-nepuk dadanya, "Uhukk.. uhukk...uhuk..."
Bu Thesa pura-pura mengkhawatirkan suaminya, dia mengambilkan sebuah pil berwarna kuning pada suaminya, "Ayo minum obatnya, Pa. Agar papa cepat sembuh." Padahal dalam hatinya ingin suaminya itu segera mati.
"Selama 4 bulan papa mengkonsumsi obat itu, kenapa ya kok penyakit papa sama sekali tidak ada perkembangan?" Pak Tomi jadi malas minum obat lagi.
Novan menimpali ucapan ayah tirinya itu, "Itu obat dari Amerika lho, dari dokter terkenal, Pah. Bukannya waktu itu papa pernah merasa enakan?"
"Iya awalnya papa merasa enakan, tapi sekarang nafas papa sering terasa sesak, dada papa sakit sekali." Karena obat yang dia konsumsi awalnya memang obat asli, Pak Tomi sudah beberapa kali menjalani pengobatan di Amerika atas penyakit yang di deritanya itu.
"Mending papa minum dulu obatnya, sambil aku akan mencarikan dokter yang terbaik untuk papa lagi, siapa tau obatnya cocok."
__ADS_1
Gampang, Novan tinggal menyuruh ahli obat kenalannya untuk meracik racun lagi agar sebisa mungkin mirip dengan obat yang sering di konsumsi oleh Pak Tomi.
"Ya udah, makasih Novan, kamu memang anak yang baik."
Pak Tomi baru ingat, bahwa semalam orang tuanya Yuri sudah tiba di Indonesia, dia menanyakan keberadaan Yuri padanya, siapa tau Yuri sedang bersama Novan.
"Ponsel kamu semalam tidak aktif, Novan?"
"Iya, Pa. Saking sibuknya dengan pekerjaan aku, sampai aku lupa mencharger ponselku. Makanya lobet, memangnya kenapa?"
Novan pura-pura memasang wajah kecemasannya, "Akhir-akhir ini aku sibuk sekali, sampai aku lupa kalau Yuri ulang tahun hari ini, sudah lama aku gak ketemu lagi sama dia, terakhir aku bertemu dengan Yuri saat aku mengantarkan masakan mama buat Yuri. Kira-kira Yuri dimana ya sekarang? Membuat aku cemas aja."
"Mungkin saja dia sedang bersama temannya, tapi kalau misalkan Yuri belum pulang juga, mungkin Aldo dan Tamara akan melaporkannya pada polisi."
__ADS_1
Novan merasa tenang karena dia sudah menghilangkan semua bukti, bahkan handphone Yuri pun sudah dia rusak, lalu dia kubur di belakang rumah, semalam.
Novan segera menelpon Yuri, padahal dia tau ponselnya akan tidak aktif. Dia meloadspeakerkannya.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi." Yang terdengar hanyalah suara operator.
BU Thesa hanya diam, karena dia sudah tau kalau Novan telah membunuh Yuri, membuatnya masih kecewa, karena bagaimanapun dia sudah sangat menginginkan Yuri sebagai menantunya.
"Ponselnya gak aktif, Pa." Novan pura-pura gelisah.
"Kamu jangan kerja dulu hari ini, lebih baik kamu bantu calon mertua kamu untuk mencari Yuri." titah Pak Tomi kepada anak tirinya itu.
Novan mengangguk dengan patuh, "Iya, Pa."
__ADS_1
Memang ini yang diharapkan oleh Novan, dia tidak ingin bekerja hari ini, karena ada hal penting yang harus dia lakukan. Dia sudah terlanjur menjadi jahat, karena itu dia tidak akan bertindak setengah-setengah lagi untuk mencapai keinginannya.