Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 4


__ADS_3

Saat masuk ke dalam restoran, mata Mona beredar mencari orang tuanya, dia tersenyum ketika melihat Bu Lia dan Pak Wira sedang duduk berdua di meja bernomorkan 11, sementara keluarga yang akan dijodohkan dengan Mona belum nampak.


"Nah itu mama dan papa aku." Mona menujukan kedua orang tuanya pada Alan.


Alan mengangguk pasrah, "Ya udah, aku ikuti skenario aja, aku relakan tubuh aku dipinjam oleh kamu hari ini."


"Aku cuma pinjam lengan doang." Karena memang faktanya yang dibutuhkan Mona adalah lengannya Alan untuk bergandengan dengannya.


Mona segera memanggil mama dan papanya sambil menggandeng Alan dengan mesra.


"Mama!"


"Papa!"


Bu Lia dan Pak Wira terlihat kaget melihat Mona datang kesana menggandeng seorang pria, padahal calon besannya sedang meminta izin untuk menelpon anaknya yang belum datang.


"Mona, apa-apaan kamu ini? Kenapa membawa pria lain kesini?" Pak Wira sangat marah melihatnya.


"Mona sengaja membawanya datang kesini karena Mona ingin memperkenalkan pacar Mona, dia adalah pria yang Mona cinta." Mona mengatakannya dengan nada gugup.


Bu Lia dan Pak Wira merasa jantungan mendengarnya, menatap geram pada Mona dan Alan.

__ADS_1


Alan tau Mona sangat gugup, dia mencoba untuk membuat Mona rileks, menggenggam tangannya, "Om, tante, saya sangat mencintai Mona, karena itu saya mohon tolong jangan jodohkan Mona dengan pria lain. Jika saya kehilangan Mona, itu sama saja dengan saya telah kehilangan separuh nyawanya saya."


Mona jadi mual mendengarnya.


"Alan!"


Mereka dikejutkan dengan suara seseorang memanggil nama Alan, ternyata itu adalah suara Bu Maya, mamanya Alan.


"Mama pikir kamu gak akan datang lho makanya mama telepon kamu terus dari tadi."


"Kenapa mama ada disini?" Alan menjadi tak enak hati.


Pak Wira menunjuk Alan, "Jadi dia ini putra anda, Bu Maya?"


"Hah?" Alan dan Mona terkejut mendengarnya, saking terkejutnya, mereka saling melepaskan tangan yang sedari tadi salimh berpegangan.


"Jadi dia yang akan dijodohkan sama aku?" Mona menujuk Alan dengan raut wajahnya yang terlihat shock, rasanya mau pingsan saja karena dia telah menggali lubangnya sendiri.


Alan nampak kebingungan, dia ingin berteriak kata tidak sekencang-kencangnya dan menarik kata-kata dia yang bilang hidup dia tanpa Mona seakan dia telah kehilangan separuh nyawanya, padahal kata-kata itu hanya untuk meyakinkan orang tua Mona saja.


Pak Wira nampak menganga, sama sekali tidak percaya kalau ternyata pacarnya Mona adalah orang yang akan dijodohkan dengan putrinya. "Berhubung mereka sudah saling mencintai, bagaimana kalau kita segera nikahkan mereka?"

__ADS_1


"Hah? Menikah?" Alan dan Mona terkejut mendengarnya.


Alan harus menjelaskan bahwa dia dan Mona tadi hanya bersandiwara, "Om, tante, aku tadi..."


Saking terkejutnya hampir saja Mona mau pingsan, beruntung Alan segera menangkapnya hingga Mona bersandar di bahu Alan, membuat Alan belum sempat meneruskan kata-katanya.


"Ya ampun Pa, saking senangnya anak kita mau dinikahkan sampai hampir aja mau pingsan, untung dipeluk sama Alan." celetuk Bu Lia. Dia berkata begitu pada suaminya.


Bu Maya terkekeh, "Mungkin mereka tak sabar ingin segera menjadi pasangan halal."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siapa tau suka yang tegang-tegang. Jangan lupa mampir ke novel saya, hanya 30 bab sudah tamat.


...Terjebak Di Pulau Zombie...


Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.


Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.


Bukannya mendapatkan pertolongan disana tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.

__ADS_1


Akankah ada yang selamat?



__ADS_2