
Mungkin karena pengaruh alkohol, Dara telah kehilangan akal sehat, membuatnya telah jatuh ke pelukan seorang pria yang menurutnya orang asing itu, karena dia mengingat Yunan hanyalah seorang pembalap.
Yunan tak dapat menahan dirinya, dia benar-benar sangat merindukan Dara, sehingga malam ini dia ingin melampiaskan semua rasa rindu yang telah dia tahan selama 6 tahun itu.
Dengan rakusnya dia mencium bibir Dara, bibir Yunan mendesak bibir manis Dara, membuat Dara membuka mulutnya sehingga lidah Yunan lolos mulai menjelajah disetiap sudut bibir yang teramat manis itu.
Pikiran Dara masih terasa kosong, dikuasi alkohol, sehingga tanpa sadar dia mulai membalas ciuman Yunan, memeluk leher pria yang sedang berada diatasnya itu.
Yunan menyunggingkan seulah senyuman, akhirnya Dara membalas ciumannya, rasanya seperti mimpi dia bisa bertemu Dara lagi, jika seandainya ini hanyalah sebuah mimpi, dia harap tidak akan terbangun dari mimpi yang indah ini, karena dia terlalu merindukan Dara, istrinya. Walaupun tidak ada yang tau hubungan pernikahan mereka kecuali Novan, Bu Thesa, dan kedua sahabatnya.
Deru nafas dua insan saling menggelora, ******* demi ******* seolah menambah gairah. Lidah mereka saling membelit tak mau lepas.
Ciuman Yunan mulai pindah ke leher Dara, menghirup wanginya aroma wanita yang dicintainya itu, Yunan masih ingat betul bagaimana aromanya tubuh Dara, dia menciumi leher yang putih mulus itu, lalu menyesapnya.
__ADS_1
"Mmmhh...." Dara mulai merasakan badannya terasa panas, ciuman Yunan di lehernya memancing gairahnya. Dia benar-benar melupakan statusnya yang kini telah menjadi tunangan Novan, karena sentuhan Yunan membuatnya lupa diri.
Tangan Yunan merayap turun membuka satu persatu kancing gaun yang Dara kenakan, hingga dia berhasil melepas gaun tersebut.
Masih dalam ciuman panas mereka, dengan lidah saling membelit, Yunan berhasil membuka pengait bra di punggung Dara, sehingga bra itu terlepas sempurna, dan Yunan melemparnya dengan ngasal ke lantai.
Yunan melahap pa-yu-da-ra yang indah itu dengan rakus seperti dia telah kehausan susu, sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk mer3mas bulatan indah yang ada disebelah kiri.
"Mmmhhh.... Yunan ahh." Dara mulai mendes-ah, hisapan Yunan didadanya membuat tubuhnya berdesir, seakan dia terkena sengatan listrik.
Tangan Yunan menyentuh milik Dara yang masih terbungkus kain segitiga, mempermainkannya dengan ujung jemari naik dan turun, menyentuhnya dengan lembut dan menggoda, sentuhan jemari Yunan berhasil menciptakan gelenyar nikmat ke seluruh tubuh Dara.
"Owh... Yunan!" Dara semakin menggila, dia memegang erat lengan Yunan. Apalagi ketika Yunan memainkan lidahnya di area put-ingnya. Membuat jiwa Dara melayang.
__ADS_1
Yunan segera membuka kain tipis yang menutupi keindahan yang tersembunyi itu, sehingga terlihat begitu indah bentuk tubuh Dara yang sensual dan warna kulitnya yang putih bersinar, ingin segera dia menikmati kembali tubuh istrinya yang indah itu. Dia harap setelah ini, Dara tau kalau dia bukan perawan lagi, dia yang telah membuat Dara menjadi mantan perawan 6 tahun yang lalu.
Dara sedikit tersadar dari mabuknya, dia melihat Yunan yang sedang ada diantara kedua pangkal pahanya, membuatnya terlonjak, apakah malam ini dia harus mengkhianati Novan?
"Yunan, jangan!"
Namun Yunan tak mendengarkan perkataan Dara, rasa rindunya sudah tak terbendung. Dia mencecap milik Dara, memainkan lidahnya disana.
"Yunan ahh..."
Dara ingin menolak, tapi tubuhnya menikmatinya.
"Yunan!"
__ADS_1
Deru nafas yang tertahan, Dara merem3s seprai dengan kuat, hisapan Yunan dibawah sana membuat tubuh dara terus terlonjak, kepalanya menengadah ke atas, membusungkan dadanya.
Malam ini Dara benar-benar dibuat takluk oleh pria yang menurutnya baru dikenalinya itu, padahal selama ini Dara tak pernah mengizinkan Novan untuk menyentuhnya dengan alasan dia belum bisa mengingat apapun tentang Novan, apalagi kala itu Dara masih lumpuh, baru satu bulan dia bisa berjalan dengan lancar, makanya Novan membawanya ke Italia sebagai hadiah.