Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Yunan Angkasa Hanjaya


__ADS_3

Hari ini Yunan memutuskan untuk pulang lebih dulu ke Indonesia, setelah melihat ada beberapa foto Dara bersebaran di kota Milan itu, ternyata Novan sudah melaporkan atas kehilangan Dara pada polisi.


"Yunan, kamu mau bawa aku kemana? Aku gak mau ikut dengan kamu." Dara mencoba berontak, begitu Yunan menarik tangannya untuk membawanya pergi naik ke dalam pesawat pribadinya Yunan.


Namun, Yunan tak bergeming, dia harus secepatnya membawa Dara pergi. Dia menggendong Dara, membawanya masuk ke dalam pesawat.


"Yunan, lepaskan!"


"Cowok brengsek!"


Dara mengumpat sambil terus berontak, sayangnya dia tidak bisa kabur lagi, karena pesawat yang dia dan Yunan tumpangi kini telah siap lepas landas dari jalur landasan, pesawat melaju kencang sesaat menuju take off.


Dara menghelakan nafas, dia menatap Yunan dengan begitu tajam. "Sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?"


"Bekerjalah selama satu bulan di apartemenku, setelah itu aku akan melepaskan kamu." jawab Yunan sambil tersenyum.


"Aku sudah bilang, aku akan membayarnya dengan uang." Dara menolak tawaran Yunan.


"Oke, kamu harus membayarnya sekarang ini juga. Apa kamu sanggup?"


Dara nampak kebingungan, dia tidak memiliki uang sebanyak itu.


Yunan tersenyum penuh rasa menang. "Karena kamu diam, aku anggap kamu setuju."


Yunan memberikan satu botol obat pada Dara, itu adalah obat atas resep dari Malik. "Mulai sekarang kamu harus mengkonsumsi obat ini, Dokter Malik adalah seorang Dokter Syaraf yang hebat, dia yang akan menjadi doktermu sekarang."


"Tapi aku sudah memiliki dokter pribadi, Dokter Prayoga. Dia adalah Dokter hebat di Indonesia."


"Selama kamu tinggal bersamaku, kamu harus mengikuti aturanku. Ingat, 250 juta kamu berhutang padaku. Padahal sepatuku itu limited edition."


Yunan memberikan sebuah surat pada Dara agar Dara mendatangani surat tersebut.


"Surat apa ini?" Dara segera membacanya.




Hutang akan dianggap lunas jika Pihak B bekerja selama satu bulan di apartemen Pihak A.




Selama satu bulan Pihak B tidak boleh pergi kemanapun tanpa ada izin dari Pihak A.

__ADS_1




Pihak B harus bersikap baik dan manis kepada Pihak A.




Pihak B harus melakukan apa saja yang dipinta oleh A.




Jika perjanjian ini dilanggar, maka akan dipidanakan.




Dara tak terima dengan surat perjanjian itu, karena dia merasa dia yang paling dirugikan. "Masa semuanya menguntungkan kamu?"


"Kamu pilih saja mau tandatangani surat ini atau kamu membawa sepatuku di ketiga preman Milan itu. Hanya ada dua pilihan."


"Oke, aku akan bekerja di apartemen kamu, tapi dengan satu catatan, jangan pernah menyentuh aku lagi. Deal?"


Yunan nampak keberatan untuk menyetujuinya, tapi dia terpaksa menganggukkan kepala, yang penting Dara mau tinggal bersamanya.


Data menambahkan point ke 6.




Hutang akan dianggap lunas jika Pihak B bekerja selama satu bulan di apartemen Pihak A.




Selama satu bulan Pihak B tidak boleh pergi kemanapun tanpa ada izin dari Pihak A.


__ADS_1



Pihak B harus bersikap baik dan manis pada Pihak A.




Pihak B harus melakukan apa saja yang dipinta oleh A.




Jika perjanjian ini dilanggar, maka akan dipidanakan.




Jangan ada kontak fisik antara Pihak A dan Pihak B.




Dara pun menandatangani surat perjanjian itu, mungkin dengan begini, dia juga bisa lepas dari Novan, walaupun sebenarnya dia merasa wanita jahat karena harus menyakiti tunangannya itu. Tapi dia juga harus mencari tau tentang dirinya sendiri, mungkin saja Yunan terobsesi padanya karena memang mengenali Dara, walaupun dia dibuat kebingungan, karena Novan mengaku dirinya adalah tunangan Dara dengan memperlihatkan bukti kebersamaan mereka. Dan Yunan mengaku dirinya adalah suaminya Dara, tanpa menujukan bukti apapun padanya.


Bisa saja salah satu diantara mereka ada yang benar, atau bisa saja keduanya berbohong padanya. Walaupun Novan telah memperlihatkan bukti kedekatan mereka dengan foto-foto kebersamaan mereka, tapi entah mengapa dia tidak bisa merasakan getaran sama sekali pada pria itu, berbeda dengan saat pertama kali dia melihat Yunan, tapi masa iya dulu dia memiliki perasaan pada pria yang jauh lebih muda dari dirinya.


"Tapi aku masih ingin tetap mengajar, karena entah mengapa aku rasa sepertinya aku mungkin dari dulu memiliki cita-cita sebagai seorang guru."


"Aku akan memasukan kamu ke SMA Angkasa, sebagai guru biologi."


"SMA Angkasa? Bukannya itu SMA miliknya tunangan aku?"


"Tepatnya SMA itu bagian dari perusahaan Angkasa. Aku adalah adiknya Novan Ardiansyah, Namaku Yunan Angkasa Hanjaya."


Dara terbelalak, "Jadi...jadi kalian ini kakak adik? Tapi kenapa nama kepanjangan kalian berbeda?"


"Karena kita saudara tiri."


Dara terdiam sejenak, mencoba untuk mencerna disetiap apa yang Yunan katakan padanya, "Apa mungkin kamu adalah pemilik Angkasa Grup? Tapi kenapa kamu menjadi seorang pembalap dan Novan yang menjadi pemilik perusahaan?"


"Karena aku ingin menepati janji aku pada seseorang, untuk mencapai cita-citaku sebagai seorang pembalap, dan sekarang aku akan menepati janji aku untuk menjadi penerus perusahaan Angkasa."

__ADS_1


Yunan masih ingat dulu Dara pernah bilang, kalau Yunan tidak boleh melupakan statusnya sebagai pewaris Angkasa Grup, dia tidak boleh membiarkan perusahaan yang dibangun ayahnya dari nol itu jatuh ke tangan orang yang salah, karena itu dia akan merebut kembali perusahaan itu, entah bagaimana caranya. Dia tidak akan membiarkan Novan hidup dengan nyaman, karena telah tega menyembunyikan Dara darinya dan kemungkinan dia telah memberikan obat yang membuat amnesia Dara semakin bertambah parah.


__ADS_2