Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Kondisi Dara


__ADS_3

Novan sangat terkejut begitu masuk ke dalam kamarnya Dara, ternyata Dara tidak ada disana, bahkan dia segera mencari ke kamar mandi dan balkon di kamar tersebut.


Suster Devi begitu gelisah, habis sudah riwayatnya karena ketahuan oleh Novan bahwa dia telah kehilangan Dara, padahal semalam dia mencoba untuk mencari Dara lagi.


Novan terlihat emosi, dia menatap tajam pada Suster Devi, "Dimana Luna? Mengapa Luna tidak ada dikamarnya?" Novan berkata begitu dengan nada membentak.


Suster Devi terpaksa berkata jujur pada Novan, dia begitu terlihat gugup. "Ma-maafkan aku, Tuan. Nona Luna semalam menghilang, aku sudah berusaha untuk mencarinya tapi..."


Novan tercengang mendengar pengakuan Suster Devi, dia memotong perkataannya. "Luna menghilang? Kenapa kamu ceroboh sekali?"


"Saya benar-benar minta maaf, Tuan." Suster Devi sangat merasa bersalah.


"Luna itu baru pertama kali datang kesini, dia gak bisa bahasa Italia. Bagaimana kalau dia bertemu dengan pria bajingan disini heuh?" Novan sangat menyadari tunangannya itu sangat cantik, pastinya cukup bisa memikat hati para pria asing.


Suster Devi hanya menundukkan kepala.

__ADS_1


"Arrrggghhh!" Novan meninju tembok dengan penuh amarah.


Bugh...


Sampai tangan Novan terluka, tapi tak cukup membuat hatinya tenang. Novan pergi begitu saja dari kamar Dara, dia lebih baik melaporkan kehilangan Dara pada polisi. Dia tidak boleh kehilangan Dara, padahal sebentar lagi mereka akan menikah, Dara akan resmi menjadi miliknya selamanya.


...****************...


Yunan membawa Dara ke salah satu rumah sakit yang ada di Italia, dia ingin meminta Malik untuk memeriksa keadaan Dara.


Namun Yunan memilih diam, dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Dara.


Malik tercengang begitu melihat Yunan masuk ke dalam ruangannya bersama Dara, bagaimana mungkin dia melupakan wajah guru idolanya itu. Namun, untuk menjaga kondisi psikis Dara, Malik tak ingin membuat Dara kebingungan, dia paham Dara pasti tak akan mengenalinya, karena itu dia ingin bersikap profesional.


Dara awalnya menolak untuk diperiksa oleh Malik, tapi karena dia mengetahui Malik bukan Dokter gadungan, dia terpaksa membiarkan Malik memeriksanya.

__ADS_1


Setelah melakukan CT Scan, Malik mengajak Yunan untuk berbicara berdua, sementara Dara dibiarkan menunggu sebentar di kursi sofa.


"Bagaimana keadaan Dara?" tanya Yunan dengan nada serius kepada sahabatnya itu.


Malik menghela nafas sebentar, bagaimanapun juga Yunan adalah suaminya, jadi dia harus tau bagaimana kondisi istrinya itu. "Bu Dara mengalami geger otak, sepertinya dia pernah mengalami kecelakaan."


Yunan tercengang mendengarnya, sampai matanya berkaca-kaca, karena dia merasa bukan suami yang berguna untuk Dara, dia tidak bisa menemani Dara saat Dara terluka akibat kecelakaan.


"Tapi sepertinya Bu Dara salah mengkonsumsi obat, membuat amnesianya semakin bertambah parah. Itu sangat berbahaya untuk kesehatan otaknya Bu Dara, membuat dia sama sekali tidak mengingat apapun tentang masa lalunya." Malik menambahkan perkataannya berdasarkan hasil diagnosanya.


"Salah mengkonsumsi obat? Apa mungkin ini semua ulah kak Novan?" Yunan jadi mencurigai kakak tirinya itu.


"Sebagai seorang dokter aku tidak bisa bilang iya atau tidak atas kecurigaan kamu itu. Tapi sebagai seorang sahabat aku rasa sepertinya amnesianya Bu Dara ada campur tangan kakak tiri kamu itu, Bu Dara mengkonsumsi obat berbahaya dalam waktu yang lama, karena itu geger otaknya semakin bertambah parah, bisa mengakibatkan kematian. Makanya aku minta sama kamu, jangan terlalu menekan istri kamu itu untuk bisa mengingat kamu, biarkan dia ingat dengan sendirinya, mungkin kamu tidak memiliki bukti kebersamaan kalian, tapi kalian memiliki kenangan indah yang pernah kalian lalui, mungkin dengan mengulang lagi kenangan yang kalian lalui, Bu Dara perlahan-lahan bisa mengingat kamu lagi."


Yunan tak menjawab perkataan Malik, matanya berkaca-kaca memandangi Dara yang sedang duduk dikursi sofa, yang jaraknya lumayan jauh darinya. Daranya sekarang ini berada bersamanya, di dekatnya, tapi dia merasa Dara sangat jauh dari jangkauannya.

__ADS_1


Yunan mengepalkan tangannya, mungkin saat ini tak ada bukti sama sekali atas kejahatan Novan, tapi dia akan menghancurkannya karena telah tega membuat nyawa Dara terancam gara-gara ulahnya, dengan mencekoki obat agar Dara semakin bertambah parah amnesianya. Dia harus bisa menemukan obat itu, agar semakin memperkuat dugaannya.


__ADS_2