Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Apa Yang Harus Aku Lakukan?


__ADS_3

Novan malam ini sedang berada di apartemennya Yuri, dia telah menghabiskan malam bersama dengan wanita itu.


Saat ini dia sedang berada di balkon kamar, memandangi hingar bingarnya suasa di jalan raya dari kejauhan.


Novan hari ini hatinya sangat cemas karena ayah tirinya pasti sedang memarahi Dara, membuat hatinya terluka. Namun itu satu-satunya jalan agar Dara dan Yunan bisa berpisah.


Karena itu dia melampiaskan semua unek yang dibenaknya kepada Yuri, agar dia bisa merasakan sedikit lega.


Novan malam ini hanya memakai bathrobe saja, dia belum ingin mengenakan pakaiannya. Novan merasakan ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang, siapa lagi kalau bukan Yuri.


"Sayang." Ucap Yuri dengan nada manja.


"Hm?"


"Bagaimana kalau kita mempercepat pernikahan kita?"


Novan malas sekali mendengarnya, "Sudah aku katakan, aku belum siap."


Yuri melepaskan pelukan, dia tidak mengerti mengapa Novan terus saja menolak menikah dengannya. "Tapi bagaimana kalau aku hamil? Selama kita ber-cinta kita gak pernah memakai pengaman."


Novan segera membalikkan badan, menatap Yuri dengan tajam, "Memangnya selama ini kamu gak pernah memakai kontrasepsi?"


"Gak pernah, makanya aku takut hamil."


Novan menjadi pusing memikirkannya. "Arrrggghhh!" Dia menekan kepalanya sendiri dengan kasar.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak memakai kontrasepsi?" Novan membentak Yuri, dia sangat marah sekali.


Yuri tidak terima dibentak oleh Novan. "Kenapa kamu harus semarah itu? Makanya sebelum aku hamil, lebih baik kita menikah, aku gak mau hamil diluar pernikahan, papa akan marah besar padaku."


"Tapi aku gak bisa menikah sama kamu."


Yuri nampak menganga mendengarnya, "Kenapa? Bukankah kita sudah dijodohkan?"


"Aku sudah berusaha keras untuk bisa mencintai kamu, tapi nyatanya aku gak bisa."


Yuri tertawa seperti orang gila mendengar pengakuan Novan. "Gak cinta? Tapi kamu sudah meniduri aku beberapa kali?"


"Kamu yang memulai, aku melakukannya bukan karena mencintai kamu, tapi aku butuh pelampiasan. Aku sama sekali tidak pernah memaksa kamu, jadi kamu tidak bisa menekan aku untuk menikahi kamu."


Mata Yuri berkaca-kaca mendengarnya, "Lalu bagaimana kalau aku hamil?"


Yuri sangat emosi sekali mendengarnya, dengan keras dia melayangkan tangannya menampar Novan.


Plakk...


"Arrggghh..." Novan meringis memegang pipinya.


"Aku sama sekali gak nyangka ternyata selama ini aku berpacaran dengan seorang monster, tega sekali kamu berkata begitu." Yuri sangat marah sekali.


Novan mengepalkan tangannya, dia berusaha keras untuk tidak terpancing emosi. Novan segera masuk ke dalam kamar, dia ingin melepaskan bathrobe yang dia pakai, lalu memakai pakaiannya yang ada di kursi sofa.

__ADS_1


Yuri masih marah pada Novan, dia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Novan, setelah puas dengan tubuhnya, lalu memutuskannya begitu saja.


Yuri melihat sebuah gunting besar yang ada di atas nakas, Novan terkejut melihatnya.


"Yuri, kamu mau apa?" Novan terlihat ketakutan.


"Aku benci sama kamu, kamu adalah lelaki brengsek. Setelah puas menikmati tubuhku, kamu membuang aku begitu saja seperti sampah." Yuri berjalan dengan cepat, dia ingin menikam Novan dengan gunting tersebut.


Dengan sigap Novan mencoba untuk menahan tangan Yuri, "Yuri, jangan begini, kita bisa bicarakan baik-baik."


Namun marahnya wanita memang sangat menakutkan, Yuri masih terlihat emosi sekali, dia masih bertekad untuk melukai Novan.


Novan terpaksa membawa botol minuman yang ada di atas meja, memukulnya dengan keras ke kepala Yuri.


Prang...


Kepala Yuri terluka, darah segar bercucuran dari kepalanya, kemudian tubuh wanita itu ambruk ke lantai.


Tangan Novan bergetar, sampai botol yang di pegang jatuh ke lantai. Dia sangat panik, tidak tau harus berbuat apa sekarang.


Novan segera mengecek denyut nadi di leher Yuri. Ternyata Yuri masih hidup, dia hanya pingsan.


Novan duduk di sudut kamar, nafasnya tak beratutan, dia telah kehilangan akal, tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


Jika Yuri sadar dari pingsannya, bagaimana nasibnya nanti? Dia pasti akan dipenjara, dia tidak memiliki kesempatan untuk dekat dengan Dara lagi, dan harapan dia untuk menjadi penerus Angkasa Group sirna sudah.

__ADS_1


Novan memukul-mukul kepala sendiri, "Dasar bodoh, kenapa kamu harus bertindak gegabah seperti ini, Novan?"


"Apa yang harus aku lakukan?"


__ADS_2