
Walaupun Dara berdandan secara dadakan di dalam mobil, tapi penampilan Dara terlihat elegan dan sangat cantik, meskipun dia terlihat sedikit ngos-ngosan karena mungkin masih merasakan capek.
Penampilan Dara cukup bisa membuat terpukau para tamu undangan disana, membuat dirinya layak berada disana, untuk berdiri mendampingi sang suami.
Demi suami tercinta, Dara harus hadir kesana untuk dua tujuan. Tujuan yang pertama karena ingin hadir diacara yang paling penting untuk suaminya, dan tujuan yang kedua adalah ingin memberikan kejutan pada Novan.
Walaupun Novan pernah hadir dihatinya, walaupun Novan pernah memperlakukannya dengan begitu istimewa, walaupun Novan selalu memperlakukannya dengan baik. Tapi kesalahan Novan tak bisa dimaafkan, Novan harus menerima ganjaran atas apa yang telah dia perbuat.
Sementara Alan dan Mona berjalan dibelakang Dara, walaupun mereka ingin sekali saling meledak tentang akting mereka yang tadi, tapi mereka harus terlihat serius malam ini, biar bertengkar mereka dilanjutkan nanti saja.
Mata Yunan membulat melihat Dara, apakah Dara sudah sembuh dari amnesianya? Makanya dia datang kesini untuk memperkenalkan diri sebagai istrinya Yunan, sang pewaris Angkasa Group.
Apalagi Novan, malam ini seakan dunianya runtuh, mendapatkan kejutan yang bertubi-tubi.
Pertama, Yunan secara tiba-tiba hadir di pesta dan memperkenalkan diri sebagai penerus perusahaan Angkasa.
Kedua, wanita yang telah dia bunuh, dan sudah dianggap mati, tiba-tiba hadir ke pesta.
Ketiga, Dara secara tiba-tiba hadir ke pesta, dia malah memperkenalkan dirinya sebagai istrinya Yunan.
__ADS_1
"Nama saya Dara, saya adalah istrinya Yunan Angkasa Hanjaya. Mohon maaf saya datang terlambat ke acara pesta ulang tahun perusahaan suami saya." Dara memperkenalkan dirinya kepada semua tamu undangan yang ada disana.
Semua orang bertepuk tangan dengan meriah, mereka memuji kecantikan istri dari pemilik Angkasa itu.
"Wah, istrinya Tuan Yunan sangat cantik."
"Mereka sangat cocok sekali."
"Pasangan yang serasi."
Novan mengumpat di dalam hatinya, sampai dia mengepalkan tangannya dengan gemetaran, menahan amarah yang menggebu.
Tapi dia kalah cepat dari Yunan, Yunan langsung menarik Dara, membawanya ke ruang privasi. Dia memandangi sang istri yang tersenyum manis padanya, "Apa amnesia kamu sudah sembuh?"
"Iya." jawab Dara, dia tak bisa lepas memandangi Yunan, mulai sekarang dia ingin bisa menatap sang suami dengan penuh rasa cinta.
"Sejak kapan?" Yunan terlihat sedang menginterogasi.
"Dari kemarin." jawab Dara, wanita itu masih saja tersenyum. Membuat Yunan tak bisa marah padanya, karena telah membohonginya.
__ADS_1
"Kemarin? Jadi kemarin kamu sudah ingat semuanya, tapi berpura-pura tidak ingat padaku?"
"Kamu boleh menghukum aku setelah ini, yang penting aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan." jawab Dara sambil mengedipkan matanya, menggoda Yunan agar tak marah karena sudah membohonginya.
Yunan menghela nafas, "Baiklah nanti akan aku hukum sampai kamu tak bisa jalan."
Dara bergidik ngeri membayangkannya, waktu di Italia saja mereka menghabiskan beberapa ronde, apalagi sekarang, setelah Yunan tau Dara tidak amnesia lagi.
Dara memberikan flashdisk pada Yunan, "Kamu harus melihatnya."
...****************...
Novan merasakan malam ini akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakan untuk dirinya, karena itu dia mengajak ibunya untuk segera pulang dari sana.
"Ma, lebih baik kita pulang dari sini."
Namun langkah mereka dihalangi beberapa bodyguard disana.
"Maaf, atas perintah dari Tuan Yunan, anda tidak boleh meninggalkan pesta malam ini. Karena ada kejutan yang ingin Tuan Yunan berikan pada anda." ucap asisten El.
__ADS_1
Beberapa orang yang mendengarkan perkataan Asisten El, mereka bersorak, mengira Yunan akan memberikan kejutan yang manis dari seorang adik kepada kakak tirinya itu.