
Satu minggu berlalu, akhirnya pernikahan Malik dan Yuri telah resmi digelar, suasana gedung pernikahan sangat megah, banyak tamu undangan yang hadir disana menyalami Malik dan Yuri yang telah resmi menjadi sepasang suami-istri.
Tentu saja Yunan, Dara, Alan, dan Mona datang kesana, bahkan mereka membantu persiapan pernikahan mereka dari awal, sebagai keluarganya Malik.
Malik tidak bisa berhenti tersenyum, rasanya seakan dirinya sedang bermimpi, Yuri akhirnya telah resmi menjadi miliknya. "Kamu sangat cantik." Malik memuji kecantikan seorang wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.
Yuri hanya bisa tersipu malu mendengar pujian dari pria yang telah resmi menjadi suaminya.
Acara pernikahan diselenggarakan hanya sampai sore, karena setelah ini Malik akan membawa Yuri untuk berbulan madu di Prancis, tentu saja bersama Yunan, Dara, Alan, dan Mona. Karena mereka janjian untuk liburan bersama.
Ketiga pasangan itu sedang menikmati makan malam mereka di pesawat pribadinya Yunan.
"Aku merasa lega akhirnya Malik soldout juga, dari dulu aku selalu mengkhawatirkan Malik, aku takut gara-gara Malik sibuk bekerja, sampai tidak memiliki keinginan buat nikah. Makanya dari dulu aku sering mencoba untuk mengenalkan beberapa cewek ke Malik." cerita Alan, sambil menikmati makan malamnya.
"Terus Maliknya mau berkenalan sama mereka?" Yuri menjadi penasaran dengan perkataan Alan.
Alan menjawab pertanyaan dari Yuri. "Gak lah, dari dulu dia ogah berkenalan sama cewek, makanya aku pernah berpikir ini anak sebenarnya normal gak, tapi syukurlah ternyata dia normal."
Yuri melirik ke arah Malik yang sedang terkekeh mendengar cerita dari Alan tentang dirinya.
__ADS_1
Kemudian Alan mulai bercerita giliran tentang Yunan. "Apalagi kalau Yunan, dulu saat kami kuliah di Italia, Yunan sangat cuek sama cewek, dia gak terlihat begitu bersemangat dan sangat dingin. Maklumlah selama bertahun-tahun gak ada kabar dari Bu Dara."
Dara merasa terharu mendengarnya, dia tersenyum memandangi Yunan, dia memang tak pernah meragukan cinta Yunan terhadap dirinya.
Yunan tersenyum memandangi Dara. "Tentu saja, karena istri aku ini adalah hal yang penting buat aku."
Mona ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka, "Berarti hanya suami aku dong ya yang gak bisa setia sama satu wanita dan banyak mempermainkan wanita." katanya dengan nada kesal.
Alan menjadi gelagapan mendengar perkataan sang istri, takut tidak diberikan jatah olehnya. "Itu kan dulu, sayang. Sekarang aku udah berubah."
Yuri hanya bisa tersenyum memperhatikan mereka yang sedang berbicara, kini hidupnya sudah tidak kesepian lagi setelah mengenal Malik, apalagi sekarang dia berteman dengan Mona dan Dara, Mona yang membuat Yuri terhibur, sementara Dara adalah seorang teman yang nyaman untuk diajak curhat.
Ketika Yuri hendak minum, dia tidak sengaja menumpahkan minuman ke pakaiannya sendiri, membuat dia menghela nafas. Dia merasa tersentuh ketika Malik reflek membersihkan pakaiannya dengan tisu. Malik benar-benar seorang suami yang selalu bersiap siaga.
"Ya, aku gak apa-apa kok. Kalau begitu aku ganti baju dulu." pamit Yuri pada Malik.
"Mau aku temenin?"
"Oh gak usah, aku bisa ganti baju sendiri kok."
Malik pun menganggukan kepala, mungkin saja Yuri masih belum nyaman berganti pakaian di hadapannya.
__ADS_1
Malik merasakan ada seseorang yang menyikut pinggangnya, ternyata orang tersebut adalah Alan.
"Kenapa?" tanya Malik, dia tak paham mengapa Alan menyikut pinggangnya.
"Buruan ikutin dia ke kamar, lu tuh pengantin baru, ngapain lu ikut nimbrung disini?" Alan ingin Malik segera merasakan surga dunia.
Di pesawat tersebut memang terdapat tiga kabin kamar untuk ketiga pasangan itu beristirahat.
Malik nampak kebingungan, dia tidak tahu bagaimana cara memulainya. Tapi dia harus berani, dia segera pergi ke kamar untuk menyusul Yuri.
Yunan menyemangati sahabatnya yang masih polos itu. "Semangat berjuang bro." Seolah Malik akan segera pergi ke medan perang bersama Yuri.
Malik pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar, Malik celingukan mencari keberadaan Yuri di kamarnya, padahal setahu dia Yuri tadi pergi ke kamarnya.
Ceklek!
Malik mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dia membalikkan badan, matanya membulat ketika meski Yuri yang habis mandi, Yuri hanya memakai handuk saja, sehingga penampilannya begitu seksi.
Yuri nampak malu ditatap seperti itu oleh Malik, sementara Malik nampak kebingungan, apakah dia harus minta izin dulu atau langsung menyantapnya saja. Padahal sebelumnya dia sudah beberapa kali mencari tahu bagaimana caranya bercinta lewat mbah google, dia sudah mengetahui dengan jelas materinya, tinggal memperaktekannya.
__ADS_1
...****************...
...Besok tamat...