Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Memandikan Sang Istri


__ADS_3

Paginya...


Dara terbangun dari tidurnya, badannya terasa remuk mungkin karena Yunan menggempurnya sepanjang malam, rasanya tak percaya, laki-laki berusia 18 tahun itu begitu gagah diatas ranjang.


Beruntungnya wanita yang akan menjadi istrinya Yunan suatu hari nanti, karena bagi Dara, Yunan adalah suami yang sangat sempurna. Yunan memiliki wajah yang sangat tampan, setelah dewasa, Yunan pasti akan terlihat semakin mempesona, dia juga pria yang penyayang, dia bisa bersikap kasar pada musuhnya, tapi selalu bersikap lembut pada pasangannya. Dia juga pria yang bekerja keras, walaupun caranya salah dengan selalu mengikuti balapan motor liar, karena tidak ingin ketergantungan dengan harta ayahnya.


Dara baru menyadari Yunan sudah tidak ada di kasur sana, ternyata Yunan sudah bangun dua jam yang lalu.


Ceklek!


Yunan membuka pintu kamar, dia tersenyum memandangi Dara yang tubuhnya masih polos, walaupun tubuh itu telah ditutupi selimut tebal.


"Maaf membuat kamu kecapean, karena itu aku sudah memasak banyak makanan buat kamu, agar kamu bertenaga."


Mata Dara berkaca-kaca memandangi suami bocahnya, dia rasa mungkin inilah awal penderitaannya, ketika berpisah dengan pria itu, namun dia memang harus melepaskan Yunan, memang tak seharusnya mereka bersama, dia tidak ingin menjadi wanita yang sudah merusak masa depan Yunan.


Yunan masih muda, dia harus meraih mimpi apa yang selama ini dia impikan, dia juga seorang pewaris Angkasa Grup, masih teringat bagaimana caranya Pak Tomi memohon padanya untuk segera meninggalkan Yunan, seolah-olah Pak Tomi sangat khawatir Dara akan merusak masa depannya Yunan.


"Hei, kenapa melamun?" tanya Yunan, begitu melihat Dara bengong.

__ADS_1


"Ah nggak, aku gak apa-apa." Dara pura-pura tersenyum, dia tidak boleh terlihat sedih di depan Yunan.


Dara kaget, tiba-tiba saja Yunan menggendong tubuhnya, membuatnya sangat malu karena dia belum memakai pakaian sama sekali.


"Yunan..." Dara ingin protes, tapi dia tidak bisa ketika melihat Yunan tersenyum sangat manis.


"Biar aku saja yang memandikan kamu."


Dara menggelengkan kepala, "Oh gak usah, aku bisa mandi sendiri."


"Gak apa-apa, kamu pasti sangat kelelahan." Yunan segera membawa Dara ke kamar mandi.


Walaupun niat awalnya hanya ingin memandikan Dara dan memanjakannya, namun tetap ternyata di kamar mandi sana berakhir dengan penyatuan.


Kini giliran Dara yang mendominasi, dia duduk di pangkuan Yunan yang sedang duduk di dalam bath up, bersandar pada pinggiran bath up.


Yunan membantu Dara mempercepat gerakannya dengan memegang kedua pinggang Dara dan membantunya bergerak.


Yunan menyambar buah dada Dara yang meloncat-loncat karena gerakan Dara yang begitu cepat. Dara memeluk kepala Yunan yang terus melahap buah dadanya.

__ADS_1


"Owh Yunan!"


Dara kembali mempercepat gerakannya di atas pinggang Yunan, menciptakan gelombang air di dalam bathup terus ikut bergerak-gerak sampai ada yang tumpah ke luar bathup.


Mereka mengerang bersama-sama setelah merasakan ada yang tumpah dibawah sana, kemudian mereka saling memeluk dan berciuman.


"Terimakasih Yunan."


"Untuk apa?"


"Aku senang memiliki suami sebaik dirimu."


Yunan tersenyum mendengarnya, "Benarkah? Apa lebih baik kita bolos sekolah saja? Agar bisa terus mengulangnya lagi."


Dara menatap tajam pada Yunan.


Yunan terkekeh, "Hehe aku bercanda, tentu saja aku akan memenuhi semua janji aku, aku tidak akan pernah bolos sekolah dan juga belajar dengan baik. Apalagi sekarang ada ulangan Fisika."


Dara memandangi wajah tampannya Yunan, dia ingin memandangnya sampai puas, sebelum pergi jauh dari hidupnya, hari ini. Begitu menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2