
Yunan segera berlari, melewati jembatan yang dipenuhi orang banyak, melewati kanal. Dia yakin wanita yang ada di rekaman video itu adalah Dara istrinya.
Setelah melewati jembatan, Yunan mencari keberadaan Dara. Mungkin karena banyak sekali orang disana, membuat dia kesulitan untuk mencari Dara.
Dugaan Yunan benar, Dara berada disana, malam itu Dara sedang ditemani oleh suster Devi untuk menikmati keindahan malam hari di Milano Navigli. Novan sangat sibuk dengan kliennya yang ada di Milan, karena itu dia menyuruh suster Devi untuk menemani Dara.
Mungkin karena suasana yang begitu ramai, dan tempat ini masih asing buat Dara, membuat Dara tersesat. Dia terpisah dengan suster Devi, entah bagaimana caranya. Makanya suster Devi sangat panik sekali, dia kelimpungan mencari keberadaan Dara.
Begitupun Dara, dia sangat ketakutan, mencari keberadaan suster Devi. "Suster Devi!"
Dara baru sadar dia berada di sebuah gang yang begitu sepi, jauh dari keramaian, membuatnya ketakutan, dia ingin menghubungi suster Devi, namun sayangnya ponselnya lobet.
"Astaga, sial banget aku. Aku harus pergi kemana sekarang?" Dara celingukan memperhatikan suasana tempat asing yang dia lalui.
Dara merasa tidak enak hati ada tiga orang pria bule yang sedang memperhatikannya, sepertinya mereka sedang mabuk.
__ADS_1
Dara berjalan melewati mereka dengan jantungnya yang berpacu dengan cepat, saking takutnya. Sampai keringat dingin membasahi dahinya.
Namun, sialnya ketiga pria itu mengikuti Dara, mereka berjalan dibelakang Dara.
Yang satu bersiul memperhatikan penampilan Dara dari belakang, yang satu sedang sibuk merokok dengan matanya yang jelalatan, dan yang satu lagi menyapa Dara.
"Ti sei perso? Che ne dici di venire con noi?" (Apa kamu sedang tersesat? Bagaimana kalau kamu ikut dengan kami?)
Kemudian ketiga pria itu terkekeh.
Dara tak menjawab, dia mempercepat jalannya, dia belum bisa berlari karena kakinya belum sembuh total. Namun sayangnya salah satu dari mereka ada yang berlari, lalu menghalangi langkah Dara, dengan berdiri di depan wanita cantik itu.
Dara tak menjawab, karena dia tidak paham bahasa Italia, dia berusaha untuk melarikan diri. Namun sayangnya dia telah dikepung oleh keriga pria itu.
Ketiga pria tertawa puas, memperhatikan penampilan Dara. Mumpung suasana lagi sepi, mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan pada Dara.
__ADS_1
Buukk...
Mereka dikejutkan dengan sebuah sepatu yang tiba-tiba melayang menimpa jidat seorang pria berbaju merah.
"Arrgghh..." Pria itu mendengus kesal, memegang jidatnya benjol.
Mereka melihat ada seorang pria yang sedang berjalan dengan santai, hanya memakai satu sepatu, karena sepatunya yang satu lagi telah dia lempar.
Ternyata pria itu adalah Yunan, dia memperhatikan wajah Dara, wanita cantik itu memang benar mirip sekali dengan Dara. Walaupun Yunan merasa aneh karena pandangan Dara padanya sangat terasa asing.
"Faresti meglio ad andare, non immischiarti nei nostri affari." (Lebih baik kamu pergi, jangan ikut campur urusan kami) hardik seorang pria berbaju hitam.
Yunan menjawabnya dengan santai, sebelum dia berkelahi, dia ingin berbicara dengan baik-baik, karena dia ingin menepati janjinya pada Dara untuk tidak berkelahi ataupun terluka. "Ho perso le scarpe, puoi restituirmele?" (Aku kehilangan sepatuku, bisakah kamu mengembalikannya?).
Dara mengerutkan keningnya, begitu dia mengingat siapa pria yang melempar sepatu pada salah satu preman Milan itu.
__ADS_1
"Yu-Yunan?" Apakah Dara sedang bermimpi, seorang pembalap terkenal sedang mencoba untuk menolongnya.
Mata Yunan berkaca-kaca begitu Dara memanggil namanya, "Dara, istriku."