Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Surat


__ADS_3

Yunan masih termenung di dalam mobilnya, dia menghirup nafas dalam-dalam, memberanikan diri untuk membaca surat dari ayahnya itu.


Pak Tomi menulis surat itu tepat dua hari sebelum dia meninggal. Pak Tomi merasa bersalah pada Yunan karena telah memisahkan Yunan dengan Dara, setelah melihat sikap Yunan yang berubah total, Yunan sama sekali tidak bisa diajak bicara dan menjadi pendiam.


Apalagi Pak Tomi menyadari kalau Yunan bisa berubah menjadi lebih baik, tidak mengikuti track motor ilegal lagi, dan juga dia menjadi rajin belajar. Itu semua karena Dara. Seakan dirinya tidak becus menjadi seorang ayah, karena tidak bisa selalu ada saat dibutuhkan oleh putranya.


...Teruntuk putraku, maafkan papa. Selama ini papa tidak bisa menjadi papa yang baik untukmu, nak. Papa telah melakukan kesalahan yang terbesar dalam hidup papa karena telah menyuruh istri kamu pergi....


...Papa terlalu mengkhawatirkan masa depan kamu, tapi ternyata tanpa papa sadari papa yang sudah membuat hidupmu tidak bahagia. Papa terlalu mementingkan ego papa. Maafkan papa, nak....


...Papa sangat sedih melihat kamu seperti ini, semuanya gara-gara papa. Tapi satu hal yang harus kamu tau, kalau papa sangat sayang sama kamu, kamu adalah satu-satunya orang yang paling berharga untuk papa....

__ADS_1


...Jika seandainya papa telah tiada, maafkan papa yang tak bisa menemani hari-hari kamu, papa harap kamu tumbuh dewasa menjadi pria yang sukses. Kejar cita-citamu menjadi seorang pembalap internasional, sekarang papa mengizinkannya. Tapi setelah kamu berusia 24 tahun, papa titip Angkasa padamu, perusahaan itu adalah untukmu. Karena itu papa sudah mengatasnamakan perusahaan atas nama kamu....


...Dan papa harap kamu bisa bertemu Dara lagi, karena papa sadar Dara adalah istri yang baik untuk kamu....


Tanpa terasa Yunan menitikan air matanya ketika membaca surat dari ayahnya itu, rasanya begitu menyesakan di dada, karena selama ini dia dan Pak Tomi sudah jarang saling bicara.


Yunan menyetir mobilnya, setelah sampai di makan sang ayah, Yunan memeluk batu nisannya. Rasanya begitu sakit karena dia tidak diberikan kesempatan untuk memeluk ayahnya untuk terakhir kalinya. "Yunan juga sangat menyayangi papa, maafkan Yunan, pa."


Yunan telah mendengar dari Asisten El, besok di Angkasa akan mengadakan pesta yang begitu meriah, yang akan dihadirkan banyak tamu dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini kesempatan untuk Yunan memperkenalkan dirinya pada mereka kalau dialah pewaris Angkasa.


...****************...

__ADS_1


Sebelum Yunan pergi menemui Asisten El, Yunan meminta Alan untuk berjaga di depan apartemennya, untuk memastikan Dara tidak kabur dari sana.


Dara sadar dengan statusnya yang masih menjadi istrinya Yunan, karena itu dia sama sekali tidak berniat untuk kabur dari apartemen itu. Malahan dia sekarang sedang membereskan apartemen. Karena dia berjanji selama satu bulan harus bekerja di apartemen Yunan.


Dara sedang membereskan kamar, tanpa sengaja dia melihat ada sepucuk surat yang nampak lusuh di dalam laci yang ada di nakas kamar.


"Surat apa ini?" Dara memperhatikan surat yang ada di dalam genggamannya.


Dara menjadi penasaran, dia segera membuka sepucuk surat itu, dia mengerutkan keningnya begitu melihat tulisan yang ada di dalam surat tersebut.


"Kok tulisannya mirip sekali denganku?"

__ADS_1


Saking penasarannya, dia membaca isi surat tersebut.


__ADS_2