
Alan pun mengikuti mobil yang dikendarai oleh Mona, jangan sampai Mona tahu bahwa Alan sedang mengikutinya, nanti Mona pasti mengira bahwa Alan naksir padanya.
Sebenarnya Mona tidak tahu harus pergi kemana, dia pergi karena merasa kesal mengapa mantan kekasih suaminya itu datang ke apartemen, apalagi Alan malah memilih berduaan dengan Katty.
"Dasar playboy rese." gerutu Mona, selalu saja Alan membuatnya kesal.
Mona memutuskan untuk pergi ke Kafe, karena memang dia lapar sekali, belum makan, sementara ayam yang telah dia goreng malah gosong, alhasil menjadi santapan tong sampah.
Alan terpaksa harus duduk di sudut Kafe yang jaraknya lumayan jauh dengan Mona, tak lupa memakai topi dan juga wajahnya ditutupi oleh masker.
Alan merasa lega, ternyata Mona datang sendirian kesana, dia pikir Mona akan bertemu dengan pria lain.
Namun, mata Alan membulat ketika melihat ada salah satu alumni SMA Angkasa yang datang menghampiri Mona, sayangnya Alan tak dapat mendengar pembicaraan mereka, karena jarak diantara mereka cukup jauh.
"Itu kan si Angga? Ngapain dia deketin bini gue?" gerutu Alan.
__ADS_1
Dulu Angga adalah murid terbadung yang dikeluarkan dari sekolah karena membully Malik.
"Hai Mona." sapa Angga.
Mona yang sedang menikmati minumannya, dia menoleh ke arah Angga. "Siapa ya?"
Mungkin karena sudah lama tidak bertemu dan juga mereka tidak pernah satu kelas, sehingga Mona tidak mengingat sosok Angga. Apalagi Angga sekarang penampilannya terlihat rapi, sangat berbeda dengan penampilannya yang dulu.
Mungkin di masa remaja, Angga telah terpengaruh kenakalan remaja, namun sekarang sudah tidak lagi, apalagi dia harus meneruskan perusahaan ayahnya.
Kalau Alan jelas mengenal sosok Angga karena sering terlibat perkelahian dengan Yunan, dan Alan sebagai seorang sahabat terkadang dia yang memisahkan mereka, terkadang dia juga yang ikut berkelahi.
Mona terdiam, dia mencoba mengingat sosok yang ada dihadapannya itu. Kemudian dia berseru ketika akhirnya dia sedikit mengingat sosok Angga. "Oh iya aku ingat, dulu sering main track motor bareng Yunan kan?"
Angga menganggukkan kepala, pria itu masih saja tersenyum. "Nah iya benar."
__ADS_1
Sebenarnya Mona adalah salah satu alasan Angga menganggap Yunan musuh, karena diam-diam dia naksir pada Mona. Sayangnya Mona di sekolah terlalu terang-terangan naksir pada Yunan, sehingga kebucinannya itu sampai semua penghuni sekolah pada tau.
Eh ternyata Mona malah menikah sama sahabatnya Yunan. Dari pihak keluarga Angga telat untuk mengajukan perjodohan itu, keburu didahului oleh Bu Maya ketika mendengar pria yang dijodohkan dengan Mona telah menikah, alhasil Mona pasti masih jomblo saat itu.
Karena itu Angga tau Mona menikah dengan Alan karena perjodohan.
"Papa bilang perusahaan kita telah bekerjasama, karena itu kita bisa bertemu setiap hari buat membahas pekerjaan, kebetulan karena kamu ada disini ada yang ingin aku tanyakan sama kamu tentang proyek yang akan kita kerjakan."
Mona tidak mungkin mengusir Angga, karena dia mengira tujuan Angga mengajaknya berbicara demi kerjaan.
Sementara itu Alan mendengus kesal melihatnya, dia mengira Mona janjian dengan Angga di Kafe.
"Hhh... padahal aku menjaga jarak dari Katty, eh dia malah asik berduaan sama cowok lain." gerutu Alan.
Mata Alan terbelalak saat melihat Angga membersihkan sudut bibir Mona dengan tisu, mungkin karena ada sisa coklat disana.
__ADS_1
"Wah mereka malah mesra-mesraan di depan umum lagi." Alan semakin terlihat kesal.
Sebenarnya Mona terkejut saat Angga tiba-tiba membersihkan sudut bibirnya dengan tisu, dia tidak enak jika ada orang yang lihat. "Padahal aku bisa melakukannya sendiri."