Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Tidak Cinta Lagi


__ADS_3

Drrrtt... Drrrtt


Ponsel Dara tiba-tiba saja bergetar, dia mengerutkan keningnya begitu melihat siapa yang mengirim pesan padanya. Ternyata pesan itu adalah pesan dari Pak Tomi, ayah dari suaminya.


[Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda. Tolong temui saya nanti sore di kantor utama Angkasa, jangan beritahu Yunan!]


Dara menjadi penasaran hal apa yang dibicarakan oleh Pak Tomi kepadanya, mengapa harus tidak boleh memberitahu Yunan? Apa karena akan membahas masalah guru les privat Yunan lagi?


Novan memperhatikan raut wajah Dara yang nampak penuh tanda tanya, dia rasa sepertinya Dara sudah mendapatkan pesan dari ayah tirinya itu, dia tersenyum puas, akhirnya pernikahan Dara dan Yunan akan segera berakhir.


...****************...


Hari ini ada kericuhan di kantor sekolah, karena Pak Redi tidak terima dipecat begitu saja oleh sang kepala sekolah. Pak Redi merasa selama ini dia tidak memiliki masalah apapun dengan pekerjaannya, dia merasa dirinya mengajar dengan benar.


Tentu saja masalah ini menjadi pusat perhatian para guru-guru lainnya disana.


"Kenapa aku dipecat begitu saja, Pak? Memangnya aku salah apa?" protes Pak Redi dengan nada marah. Saat itu dia sedang berada di ruang kepala sekolah bersama Novan, namun pembicaraan mereka terdengar oleh para guru yang lainnya, karena ruangan tersebut bersebelahan dengan ruangan guru.


"Sudah saya katakan, anda tidak layak mengajar di sekolah ini, anda pernah 3 kali telat datang ke sekolah, sebagai seorang guru, anda harus memberikan contoh yang baik pada semua murid." Jawab Novan dengan tenang, dia sama sekali tidak merasa bersalah.

__ADS_1


"Bukankah masalah itu sudah clear? Saya telat tiga kali datang ke sekolah karena harus menjaga ibu saya di rumah sakit?" Pak Redi merasa alasan sang kepala sekolah memecatnya tidak masuk akal sama sekali.


Novan menatap tajam pada guru kimia itu. "Ini sudah menjadi aturan sekolah, kami tidak bisa menerima alasan apapun, jadi terima saja konsekuensinya."


Pak Redi mendengus kesal, dia segera meninggalkan ruangan kepala sekolah, membanting pintu dengan keras.


Semua orang menatap iba pada Pak Redi yang sedang membereskan semua barang-barangnya di atas meja, dari wajahnya memperlihatkan sebuah kemarahan yang teramat dalam, karena belum bisa menerima dirinya tiba-tiba dipecat begitu saja, padahal dari tadi pagi dia merasa baik-baik saja, mengajar dengan begitu nyaman.


Dara segera masuk ke dalam ruangan kepala sekolah, dia sebagai seorang rekan sesama guru, merasa keputusan Novan tidak bisa diterima, memecat rekan kerjanya begitu saja dengan alasan yang sebenarnya bukan masalah berat.


Novan menatap Dara yang baru masuk ke dalam ruangannya. Dara duduk di kursi yang ada hadapan Novan, jarak mereka hanya terhalangi meja kerja.


"Mengapa kamu harus peduli? Apa kamu harus selalu mempedulikan banyak pria makanya banyak yang menyukaimu?"


Dara terperangah mendengarnya, "Saya peduli sebagai sesama rekan, Saya rasa alasan bapak memecat Pak Redi itu tidak masuk akal."


"Aku kepala sekolah disini, jadi aku berhak memecat siapa saja, jadi tolong kamu hargai keputusan aku. Dan satu hal lagi, jangan selalu bersikap terlalu baik pada pria manapun, mereka akan salah paham dengan kebaikan kamu."


Dara menghela nafas, matanya berkaca-kaca memandangi Novan. "Kamu sudah berubah, tidak seperti Novan yang aku kenal lagi. Aku sangat menyesal pernah mencintaimu."

__ADS_1


Setelah berkata begitu, Dara segera beranjak dari duduknya. Dia pun keluar dari ruangan tersebut.


Novan sangat marah mendengarnya, dia tidak terima dengan pernyataan Dara yang bilang tidak mencintainya lagi.


Novan melemparkan vas bunga ke dinding.


Prang...


"Shitt...!"


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu, Dara!"


...****************...


Suara pecahkan vas bunga itu sampai terdengar ke ruangan guru.


"Bu Dara bicara apa saja sama kepala sekolah? Kenapa Pak Novan seperti marah sekali sampai terdengar suara pecahan kaca." tanya Bu Maya, kepo.


Dara hanya menggelengkan kepala, dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Bu Maya.

__ADS_1


Dara merasa Novan telah berubah semenjak dia menjabat sebagai kepala sekolah di SMA Angkasa, mungkin kekuasaan dan ambisi telah membuatnya lupa diri dan serakah.


__ADS_2