
"Yu-Yunan?" Dara menutup dadanya dengan kedua tangannya, dia sangat malu sekali jika Yunan melihat belahan dadanya.
Sementara Yunan masih mematung memperhatikan betapa seksi dan menggodanya penampilan sang istri.
Ingin sekali dia menerkamnya. Boleh kah?
"Aku hanya ingin memberikan coklat untukmu, aku dengar makanan kesukaan kamu coklat." Wajah Yunan memerah melihat penampilan Dara, begitu terlihat dengan jelas bagaimana lekukan tubuh indahnya.
Tangan Dara yang kanan menutup dadanya, sementara tangan Dara yang kiri menutup pahanya. "Emm... ya, makasih. Simpan saja di atas nakas. Kamu boleh keluar."
Namun Yunan enggan untuk keluar, dia menyimpan coklat di atas nakas, kemudian berjalan mendekati Dara, membuat Dara reflek mundur.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu memakai pakaian seperti itu? Apa kamu ingin memberikan kejutan padaku?" goda Yunan.
Punggung Dara reflek mengenai dinding, dia tidak bisa mundur lagi. Sementara Yunan dia semakin merapatkan badannya pada Dara, dia menatap netra pada wanita itu.
"A-aku hanya ingin mencobanya saja."
Badan Dara merasakan panas dingin karena Yunan merapatkan tubuh mereka, dia mengunci tubuhnya dengan kedua lengannya.
"Kenapa ingin mencobanya?"
"Ini pakaian aku, jadi tidak masalah jika aku ingin mencoba pakaian ini."
__ADS_1
"Apa kamu tau itu pakaian yang sedang kamu pakai itu pakaian apa?"
Dara pura-pura bodoh, "Pakaian tidur, di kosan aku sering menggunakan lingerie untuk tidur. Karena sering kegerahan."
Yunan menahan tawa, "Kalau begitu aku akan membeli lingerie yang banyak, agar kamu setiap malam memakai lingerie."
Dara menelan salivanya, bagaimana mungkin dia harus memakai lingerie setiap malam, habis sudah dirinya bakal menjadi santapan Yunan setiap malam.
"Oh gak usah, disini ada AC, jadi gak gerah lagi. Aku lebih baik tidur pakai baju biasa aja." Dara pura-pura terlihat rilex.
Yunan tersenyum smirk, "Kenapa tidak jujur saja kalau kamu juga penasaran?"
"Pe-penasaran soal apa?"
Dara menggelengkan kepala, "Jangan ngarang, aku gak mungkin... mmhh!"
Dara tidak meneruskan perkataannya saat Yunan mencium bibirnya, Yunan semakin merapatkan tubuhnya, memeluk pinggang Dara, mencium bibirnya dengan begitu rakus.
Yunan sudah tidak bisa menahan dirinya dengan pesona Dara, wanita itu membuat sekujur tubuhnya terasa panas, ingin menjelajahi keindahan tubuh Dara sampai bagian terdalam.
Dara tak bisa berkutik, ciuman Yunan sungguh memabukkan, hatinya ingin menolak, tapi tubuhnya menginginkannya.
Yunan mencum-bunya dengan penuh gairah.
__ADS_1
Yunan mempererat dekapannya, menenggelamkan kepalanya ke lengkukan leher Dara, menghirup wangi aroma tubuhnya dalam-dalam. Tubuh Dara bergetar hebat merasakan kecupan itu dilehernya. Seakan dia mulai ikut terhanyut di dalam permainan Yunan.
Yunan menyatukan kembali bibir mereka. Karena tak ada penolakan dari Dara, membuat Yunan semakin berani untuk menjelajahi tubuh Dara semakin liar.
Yunan membuka kancing lingerie yang dipakai oleh Dara, sehingga terlihat jelas bra berwarna hitam melekat di dada Dara, Yunan menaikan bra tesebut.
Mata Yunan membulat saat melihat dua bongkahan indah menyembul menggoda, begitu terlihat putih dan mulus, bagian puncaknya masih berwarna merah jambu, sangat menggairahkan.
"Emm... Yunan!" Dara sangat malu sekali begitu Yunan melihat buah dadanya.
Yunan tak menggubrisnya, dia menundukkan wajahnya, sehingga mulutnya menyentuh benda bulat yang kenyal itu. Yunan memasukan bagian pucuk yang berwarna merah itu ke dalam mulutnya, kemudian menyedotnya.
"Mmmhh!" Dara menggigit bibir bawahnya, dia mencengkram dengan kuat lingerie yang masih dia pakai, Dara tidak boleh mende-sah, walaupun suami bocahnya itu sangat mahir membuatnya melayang.
Ting...
Tong...
Terdengar suara bel menggema memenuhi apartemen yang mewah itu, sang tamu datang di waktu yang tidak tepat.
...****************...
...Ada reader cogan yang lagi ulang tahun hari ini....
__ADS_1
...Selamat ulang tahun, semoga panjang umur bro, dan apapun yang ente harapkan semoga tercapai. (nah sudah saya promosi hehe )...