
"Nyatanya sekarang aku sudah dewasa. 24 tahun, bukankah sudah dikatakan dewasa? Aku bisa menjadi seorang suami yang bisa mengerti perasaan istrinya, aku bisa menjadi seorang suami yang bisa memanjakan istrinya, dan aku bisa menjadi seorang suami yang selalu menafkahi istrinya." Yunan mengatakannya dengan mantap.
Dara terlihat kebingungan sekali, "Aku masih bingung, karena aku belum ingat apapun."
"Kamu jangan terlalu berpikir keras untuk mengingatnya, kamu harus mementingkan kesehatan kamu. Yang penting sekarang kamu sudah tau kalau status kamu itu istri aku, seorang istri yang baik harus nurut sama suaminya."
Dara menghela nafas, "Mana bisa begitu? Masa aku memiliki suami dan memiliki tunangan juga?" Dara memperlihatkan cincin tunangan yang melingkari jari manisnya pada Yunan.
Yunan harus bersikap sabar, dia duduk kembali disamping Dara. "Yang penting kamu tidak memiliki dua suami. Kalau suami versus tunangan, sudah pasti yang berhak adalah suami, tunangan gak ada apa-apanya dibandingkan seorang suami."
Dara rasa perkataan Yunan memang ada benarnya, suami lebih berhak dari pada tunangan, itu artinya selama dia hilang ingatan, dia belum bisa memutuskan kedepannya bagaimana. Selama dia masih amnesia, dia memang harus tinggal bersama suaminya.
...****************...
Hari itu, Yunan membawa Dara belanja di pasar, mereka berbelanja banyak sekali sayuran disana.
Yunan sengaja membawa Dara ke pasar tempat Malik jualan dulu, dia menceritakan soal Malik pada Dara.
"Jadi Dokter Malik itu sebenarnya murid kamu, dulu dia sering jualan disini." Yunan menunjukkan kios tempat jualan Malik yang dulu.
Dara hanya diam memandangi kios yang dulu dipakai oleh Malik.
"Dulu kamu adalah seorang guru yang hebat, dulu Malik hampir saja di keluarkan dari sekolah, gara-gara tidak bisa membayar uang SPP. Tapi karena dirimu, Malik tidak jadi dikeluarkan, bahkan dia mendapatkan beasiswa dari sekolah."
"Apakah aku guru sebaik itu?"
__ADS_1
"Ya, kamu adalah guru yang baik dan idola para murid laki-laki di sekolah."
Dara merasa lega jika ternyata dulu dia adalah seorang guru yang baik, membuat dia ingin segera mengingat apapun dengan masa lalunya.
Setelah belanja sayuran di pasar, Yunan membawa Dara belanja pakaian, karena Dara dulu tak menyisakan satu pakaianpun di apartemennya.
Dara pun berbelanja semua pakaian yang dia mau, namun dia nampak malu sekali saat Yunan membawa Dara ke tempat pakaian da-lam wanita, "Kenapa kita harus datang kesini?"
"Memangnya kamu gak mau pakai pakaian da-lam? Cuma mau pakai pakaian luar aja? Kalau aku sih gak masalah, lebih bagus kamu gak pakai baju setiap hari." canda Yunan, dia ingin menggoda Dara.
Dara reflek mencubit pinggang Yunan, "Itu sih maunya kamu."
Yunan terkekeh, kemudian dia memperlihatkan ce-lana dalam wanita pada Dara, "Nah ini pas buat kamu."
Wajah Dara terlihat sangat merah, dia jadi salah tingkah, "Biar aku saja yang pilih."
Bisikan Yunan membuat telinga dan leher Dara merinding, saat itu Yunan sengaja memakai masker karena tidak ingin ada yang tau dia adalah Yunan Angkasa Hanjaya, seorang pembalap terkenal, bisa-bisa Novan tau keberadaan Dara.
Kemudian ada seorang pelayan toko datang menghampiri mereka. "Wah romantis sekali, masnya sampai memilihkan ce-la-na dalam untuk istrinya. Apa gak mau pesan lingerie sekalian?"
Dara langsung menyahut. "oh gak usah."
Tapi Yunan berkata lain. "Boleh sekali."
"Buat apa lingerie?" tanya Dara pada Yunan.
__ADS_1
"Dipakai lah, masa dimakan."
"Aku gak mau memakainya, kamu aja yang pakai." Dara merasa keberatan untuk memakai lingerie.
Pelayan disana hanya bisa menahan tawa memperhatikan perdebatan sepasang suami istri itu.
"Oke, bungkus aja Mbak. Buat dijadikan gorden di apartemen."
Padahal siapa tau Dara khilaf ingin memakainya.
...****************...
Besoknya, Yunan bertemu dengan Asisten El di kediaman Asisten El.
"Saya sangat merasa senang dan turut bahagia karena Tuan Yunan baik-baik saja, apalagi Tuan Yunan sudah menjadi seorang pembalap terkenal." ucap Asisten El.
Yunan hanya tersenyum tipis, dia juga tidak menyangka bisa mendapatkan gelar juara dunia dalam dua musim. Mungkin jika Dara sudah mengingatnya, dia akan bahagia dengan pencapaiannya selama ini menjadi seorang pembalap kelas internasional.
Asisten El adalah orang kepercayaan Pak Tomi, pastinya Pak Tomi sering membicarakan Yunan padanya. "Tuan Tomi sangat menyayangi Tuan Yunan, walaupun dulu mungkin beliau terkesan sangat tegas dan sering acuh, tapi percayalah dilubuk hatinya yang paling dalam, beliau sangat menyayangi Tuan. Tuan adalah satu-satunya orang yang paling berharga untuk beliau, karena itu beliau sering memikirkan masa depan Tuan."
Asisten El memberikan surat kuasa pada Yunan. "Karena Tuanlah pewaris Angkasa yang sesungguhnya."
Yunan segera membaca surat kuasa yang menyatakan bahwa Yunan adalah penerus perusahaan Angkasa Grup, dia berhak mengambil alih perusahaan itu setelah berusia 24 tahun.
Mata Yunan berkaca-kaca ketika membacanya, dia sama sekali tidak tahu kalau ayahnya ternyata mempercayakan perusahaan padanya. Menginginkan Yunan sebagai penerus perusahaan.
__ADS_1
Bukan hanya itu, Asisten El juga memberikan sepucuk surat pribadi dari seorang ayah untuk putranya. "Tuan Tomi menitipkan surat untuk anda."
Yunan menerima sepucuk surat dari ayahnya, padahal dia belum membaca surat itu, tapi cukup membuat hatinya bergetar, sampai nafasnya terasa sangat sesak, anak mana yang tak sakit hati tak bisa menemani sang ayah di hari-hari terakhir ayahnya di dunia ini, karena Pak Tomi meninggal secara dadakan, menurut doker Pak Tomi meninggal akibat terkena serangan jantung.