
Asisten El mencegah Novan untuk pergi dari sana. "Maaf, atas perintah dari Tuan Yunan, anda tidak boleh meninggalkan pesta malam ini. Karena ada kejutan yang ingin Tuan Yunan berikan pada anda."
Beberapa orang yang mendengarkan perkataan Asisten El, mereka bersorak, mengira Yunan akan memberikan kejutan yang manis dari seorang adik kepada kakak tirinya itu.
Jreng...
Dan kejutan keempat pun datang, begitu mendengar suara sirine mobil polisi datang ke pesta tersebut.
"Wah, kenapa ada polisi datang kesini?"
"Siapa yang telah melakukan kejahatan?"
Semua orang yang ada disana terdengar begitu riuh, saling bertanya dengan penuh rasa gelisah.
Novan dan Bu Thesa menjadi tidak enak hati, dia yakin polisi datang kesana untuk menangkap mereka.
__ADS_1
"Novan, bagaimana ini? Mama gak mau dipenjara."
Novan merasakan dunianya runtuh, dia tidak boleh dunianya berakhir seperti ini, dia akan membalaskan dendamnya pada Yunan, karena telah mempermalukannya.
Novan melihat ada beberapa orang polisi telah masuk ke aula pesta, Novan segera berlari, menyelamatkan dirinya, tak peduli dia harus menyenggol banyak orang yang ada disana, sampai ada beberapa tamu undangan yang terjatuh oleh ulahnya, sehingga menimbulkan kekacauan.
"Minggir!"
"Minggir!"
Para polisi segera berlarian untuk mengejar Novan, Malik dan Alan pun ikut berlari mengejar Novan.
Bu Thesa mencoba untuk berontak, namun sayangnya dia sudah tidak bisa melarikan diri lagi, "Kenapa kalian lancang sekali memborgol tanganku? Kalian tidak tahu siapa aku heuh?"
"Saudari Thesa anda kami tangkap atas pembunuhan berencana terhadap Tuan Tomi Angkasa Hanjaya." ucap polisi yang menahan tangan Bu Thesa dengan nada tegas.
__ADS_1
Perkataan polisi tersebut membuat semua orang yang ada disana tercengang, sampai mereka terlihat marah menatap Bu Thesa dengan penuh rasa kebencian, karena sama sekali tidak menyangka dia akan bersikap kejam seperti itu kepada suaminya sendiri.
"Kenapa kamu tega sekali membunuh presdir kami?"
"Kejam sekali, kamu Bu Thesa."
"Istri dan anak tak tau diuntung, padahal Tuan Tomi begitu menyayangi kalian, kenapa kalian tega membunuhnya."
Hampir semua tamu undangan disana mengumpat pada Bu Thesa, padahal selama ini semua orang mengira bahwa Pak Tomi meninggal karena serangan jantung. Sampai para jajaran klien Pak Tomi yang begitu dekat dengannya, mereka sampai ada yang menitikan air mata.
Apalagi Yunan, 30 menit yang lalu, sebelum Yunan melaporkan Novan dan Bu Thesa pada polisi, dia menangis saat melihat bagaimana ayahnya meninggal dengan cara yang memprihatinkan.
Flashdisk yang diberikan oleh Dara padanya terdapat video sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan kematian Pak Tomi dan juga saat dia melukai kepala Yuri dengan sebuah botol.
Novan awalnya ingin membuang rekaman CCTV yang telah dia lenyapkan itu, tapi dia mengurungkan niatnya, dia malah menyimpannya ke dalam flashdisk sebagai koleksi, siapa tau dia suatu hari nanti ingin melihat bagaimana cerdiknya dia dalam menyembunyikan pembunuhan yang telah dia lakukan. Suatu kebanggaan untuknya.
__ADS_1
30 menit yang lalu, Yunan menangis sambil terus memanggil nama ayahnya, hatinya sangat sakit melihat ayahnya yang dibiarkan begitu saja saat dia sedang sekarat, padahal jika ada yang menghubungi dokter, mungkin saja nyawa ayahnya akan tertolong. Bu Thesa dan Novan hanya tersenyum memperhatikan Pak Tomi yang sedang merintih kesakitan dengan posisi tergeletak di lantai ruang tengah.
Yunan tidak ingin video di dalam flashdisk itu menjadi konsumsi publik, lebih baik dia menyerahkannya ke polisi.