Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Yuri


__ADS_3

Di Indonesia, nampak seorang wanita yang sedang duduk menikmati suasana pedesaan, mungkin karena kondisi psikisnya yang belum stabil, sehingga dia membutuhkan waktu untuk menenangkan diri disana.


Bahkan Yuri tidak bisa tidur nyenyak, kadang dalam satu hari dia tidak tidur sama sekali, masih teringat jelas bagaimana ketakutannya begitu dia tersadar berada di dalam sebuah karung, dia kesulitan untuk melepaskan diri, merasakan bagaimana dia terombang-ambing dalam derasnya air sungai yang membawanya pergi, sampai badan dan kepalanya terasa sakit karena harus berbenturan dengan batu-batu yang ada disana, sehingga dia tak sadarkan diri lagi ketika kepalanya terbentur pada batu yang sangat besar.


6 tahun yang lalu karena kekuatan uang akhirnya orang tua Yuri berhasil menemukan keberadaan putrinya itu, dalam keadaan tak sadarkan diri dan kondisi kritis karena kepalanya telah terluka banyak mengalami benturan ke bebatuan yang ada di sungai.


Yuri diberikan kesempatan untuk hidup, walaupun dia harus berjuang antara hidup dan mati selama ini.


Yuri menghela nafas, nafasnya terasa sesak mengingat bagaimana bodohnya dia 6 tahun yang lalu, mungkin dulu usianya masih sangat muda, sehingga dia labil dan terlalu cinta pada Novan, sampai rela melakukan apa saja agar Novan tetap berada di sisinya, termasuk merelakan kehormatannya.


Jika dia bisa memilih, dia lebih baik mati saja, mengingat bagaimana murahannya dia yang terlalu mengagungkan cinta, sangat mempercayai Novan, berpikir bahwa Novan juga memiliki perasaan yang sama padanya, tapi ternyata Novan hanya menginginkan tubuhnya saja, bukan hatinya.


Tapi dia tidak boleh mati sebelum bisa membalaskan dendamnya pada Novan, setelah melihat Novan hidup menderita, dia tak peduli jika akhirnya dia akan mati nanti, apalagi dia memang sering merasakan kepalanya sakit, mungkin karena kepalanya banyak mengalami benturan ke batu-batu besar yang ada di sungai.

__ADS_1


Yuri mengaktifkan ponselnya kembali, dia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Novan, namun belum saatnya dia bertemu dengan Novan, karena dia merasakan psikisnya terganggu, seakan mengalami trauma.


Disaat cintanya yang begitu menggebu, bermimpi akan hidup bersama dengan Novan, saling mencintai, dan memiliki anak yang lucu. Tapi ternyata Novan mematahkan impiannya, dia mencampakkanya dengan alasan selama ini tidak pernah mencintainya, pria itu hanya menginginkan tubuhnya, setelah puas, Novan memutuskannya.


Saat itu Yuri sangat emosi, sampai bertekad ingin membunuh pria yang tak berperasaan itu, tapi ternyata Novan lah yang berbalik ingin membunuhnya, membuang tubuhnya ke sungai.


"Betapa bodohnya kamu Yuri. Kamu adalah wanita yang paling bodoh dan menjijikkan." Yuri menangis, dia sangat menyesali masa lalunya. Sampai dia terus menampar dirinya sendiri.


Yuri belum bisa diajak bicara oleh siapapun, bahkan orang tuanya belum tau siapa orang yang sudah mencelakakan Yuri, karena Yuri enggan untuk diajak bicara oleh siapapun, termasuk psikiater.


Yuri mengaktifkan ponselnya kembali, dia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Novan. Yuri mengepalkan tangannya, dia harap dia bisa membalaskan dendam pada pria itu.


Drrrtt... Drrrtt...

__ADS_1


Ponsel Yuri bergetar, ternyata ada pesan dari pria yang dia namai Dokter Malik.


[Bagaimana keadaannya sekarang, Mbak? Apa kepalanya masih sakit? Kebetulan sebentar lagi aku mau ke Indonesia, siapa tau Mbak membutuhkan seseorang untuk diajak bicara, saya siap, walaupun saya bukan seorang psikiater, tapi saya juga siap untuk mendengarkan cerita mbak.]


Pak Aldo memang meminta Malik untuk menangani kondisi Yuri, karena Yuri sering merasakan kepalanya sakit. Apalagi sampai sekarang Yuri tidak ingin diajak bicara oleh siapapun, siapa tau seorang Dokter teladan seperti Malik bisa menyembuhkannya.


Malik hanya menghela nafas, karena pesannya tidak dibalas sama sekali oleh Yuri. Yuri hanya membaca pesannya saja.


Malik baru sadar sekarang ini baru pukul 5 pagi, di Italia.


Drrrrrt...Drrrrrt....


Ponsel Malik bergetar kembali, ternyata ada telepon dari Yunan.

__ADS_1


__ADS_2