Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Kepergian Dara


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi, Yunan dan Dara pun berangkat ke sekolah bersama. Di sepanjang perjalanan menuju sekolah, Dara memperhatikan wajah Yunan yang nampak berseri, mungkin karena Yunan belum bisa melupakan bagaimana indahnya apa yang dia lakukan bersama Dara semalam.


Membuat Dara tidak tega meninggalkannya, sejujurnya dia masih ingin bisa tinggal lebih lama lagi dengan Yunan, atau bahkan selamanya hidup bersama Yunan.


Seperti biasa, Yunan menurunkan Dara di depan minimarket, agar tidak ketahuan oleh orang lain hubungan mereka.


"Aku berangkat duluan ya." pamit Dara.


"Iya, semangat mengajar, jangan terlalu banyak tersenyum sama murid ataupun guru-guru laki-laki, aku cemburu saat melihat mereka menggoda kamu." Yunan mulai posesif.


Dara hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, dia segera membuka pintu mobil untuk keluar dari sana. Namun, dia mengurungkan niatnya, tiba-tiba saja Dara mengecup bibir Yunan, untuk menyemangati Yunan.


"Semoga nilai ulanganmu bagus."


Dengan cepat Dara keluar dari mobil, jadi Yunan belum sempat membalas ciuman Dara.


"Hei, kenapa buru-buru sekali?" tanya Yunan dengan nada bercanda melihat Dara yang sudah pergi meninggalkan mobilnya.


Yunan tersenyum, menyentuh bibirnya, ingin rasanya dia mengurung Dara seharian di kamar. Hari ini hatinya begitu berbunga-bunga, sangat bahagia sekali.


...****************...


Hari ini Yunan begitu bersemangat menjawab soal-soal ulangan fisika, Dara benar-benar telah merubah hidupnya. Dara seperti sebarkas cahaya yang datang disaat hidupnya berada dalam kegelapan, dan semenjak ada Dara, hidupnya tidak kesepian lagi.


Waktu istirahat pun telah tiba, Yunan sedang meminta diajarkan pelajaran matematika pada Malik, ada beberapa rumus yang belum dia pahami.

__ADS_1


"Gue belum paham tentang rumus tentang matriks, Lik." ucap Yunan.


Malik tersenyum, "Oh itu sih gampang..."


Percakapan mereka terhenti begitu mendengar suara teriakan Alan yang sedang berlari ke atas rooftop.


"Yunan!"


"Yunan!"


Yunan segera menghampiri Alan, "Ada apa sih teriak-teriak gitu?"


"Kok lu gak bilang-bilang sih?" Alan malah balik nanya dengan nada kecewa.


"Bilang apa?" Yunan gak paham.


Yunan terkejut mendengarnya, dia langsung berlari untuk mencari keberadaan Dara. Ternyata Dara sudah tidak ada di sekolah.


Yunan mencoba untuk menelpon Dara, ternyata ponselnya sudah tidak aktif. Membuatnya gelisah.


Hati Yunan sungguh tidak tenang, Yunan memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


"Dara!"


"Dara!"

__ADS_1


Yunan memanggil-manggil nama Dara begitu tiba di apartemen, lalu mencari keberadaan Dara, namun sayangnya orang yang dia cari tidak ada disana.


Yunan melihat ada sebuah surat dan kartu ATM di atas kasur, ternyata pagi tadi Dara balik lagi ke apartemen setelah berpamitan dengan para guru, karena Dara harus mengemasi pakaiannya.


Dengan tangan yang gemeteran, Yunan membaca surat itu.


...Maafkan aku Yunan, aku harus pergi tanpa berpamitan padamu. Karena aku takut aku semakin berat untuk meninggalkanmu....


...Maafkan aku yang sudah membuat hati kamu hancur, mungkin kamu akan membenciku. Tapi aku rasa inilah keputusan yang terbaik untuk kita, kita memang tidak seharusnya bersama, terlalu banyak perbedaan diantara kita yang membuat aku memang tidak pantas untukmu....


...Terimakasih atas segalanya, kamu adalah suami yang terbaik. Aku mencintaimu, Yunan....


...Aku harap, suatu saat nanti, aku bisa melihat kamu sukses meraih mimpi kamu, walaupun aku hanya bisa memandangmu dari jauh....


Yunan tidak tau kalau Dara menulis surat itu sambil menangis tersendu-sendu, dia tidak menyangka hatinya akan sesakit ini meninggalkan Yunan.


Yunan menitikan air matanya, hatinya begitu hancur, setelah Dara memberikan kenangan yang indah semalam, kini wanita itu pergi meninggalkannya begitu saja.


"Kamu gak boleh pergi, aku akan mencarimu. Sampai kapanpun aku gak akan mengucapkan kata perpisahan, sampai kapanpun kamu tetap menjadi istriku. Karena hanya kamu yang aku mau."


Yunan segera berlari, dia harus mencari Dara, dia tidak boleh membiarkan Dara pergi. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Dara.


Ternyata Dara sudah berada di dalam bus, bus tersebut telah keluar dari kota keramaian, meninggalkan gedung-gedung yang menjulang tinggi ke angkasa.


Semakin jauh bus membawanya pergi, hatinya semakin terasa berat untuk meningggalkan Yunan. Dia tidak menyangka ternyata rasa cintanya begitu besar untuk Yunan, sampai dia tidak bisa berhenti menangis.

__ADS_1


Beruntung bus itu masih sepi penumpang, tidak ada yang melihat bagaimana sedihnya Dara hari ini.


__ADS_2