Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 10


__ADS_3

"Alannya ada bik?" tanya Katty pada Mona.


Mona melihat Katty membawa paper bag yang berisi makanan. Katty memang mahir sekali dalam memasak, hari ini dia baru tiba di Indonesia.


Mona tak terima dipanggil bibik, mana ada gadis cantik seperti dia disebut bibik, hanya gara-gara memakai celemek. "Bibik? Kamu panggil aku bibik?"


"Kamu pasti pembantunya Alan kan? Oh iya my name is Katty, aku datang kesini untuk bertemu dengan Alan."


Mona baru ingkat kalau Katty ini adalah wanita yang menelpon Alan semalam, mungkin dia salah satu mantannya Alan.


"Tapi aku bukan pemb..."


Mona tak sempat menjelaskan karena tiba-tiba Alan datang sambil bertanya. "Siapa yang datang?"


Alan terkejut saat melihat Katty datang kesana, padahal semalam Katty memang ngajak balikan pada Alan, tapi Alan sudah menolaknya, bagi Alan tidak ada dalam kamus hidupnya jika dia harus balikan dengan mantan.


Tapi sepertinya Katty tidak akan menyerah, dia sengaja datang ke Indonesia karena ingin bertemu dengan Alan. Dia sengaja membawa makanan kesukaan Alan.


"Katty? Kenapa kamu kesini?"


"Because I miss you, honey."


Katty ingin memeluk Alan, tapi Alan menahannya, dia melihat Mona yang sedang menatap kesal kearah mereka, membuat Alan jadi ingin membuat kesal Mona.


Padahal Alan sudah tidak ada ketarikan pada Katty, tapi dia bersikap berpura-pura merindukan Katty juga. "Aku merindukanmu juga, Katty. Mending kita bicara diluar saja biar gak ada yang ganggu."


Alan segera menarik Katty membawanya masuk ke dalam lift yang ada di gedung apartemen itu.

__ADS_1


Mona mendengus kesal melihat Alan yang memilih pergi begitu saja karena ingin berduaan dengan sang mantan. Entah mengapa dia rasanya ingin marah, Mona yakin dia gak mungkin jatuh cinta pada Alan, mungkin hanya kesal karena merasa tidak dihargai sebagai seorang istri.


Alan ternyata membawa Katty ke basement, dia menjelaskan pada Katty bahwa gadis yang ada di apartemennya itu adalah istrinya. "Gadis yang ada di apartemenku itu adalah istri aku, aku sudah menikah."


Katty terkejut mendengarnya. "What? Kamu sudah menikah?"


Alan menganggukan kepala, walaupun dia tidak mencintai Mona, tapi Mona bisa dijadikan alasan agar Katty tidak mengganggunya lagi. "Ya makanya jangan ganggu aku lagi."


"Tapi bukannya kamu bilang tidak tertarik dengan pernikahan? Aku yakin kamu pasti dijodohkan kan?"


Alan memang tidak tertarik dengan pernikahan, maka dari itu dia pasti akan bercerai dengan Mona menunggu moment yang tepat.


"Itu urusan aku dan dia, kamu gak usah ikut campur. Jadi gak usah datang ke apartemen aku lagi ok."


"Tapi Alan, aku sangat mencintai kamu. Aku akan bersedia menunggu kamu bercerai dengan dia."


Alan masuk ke dalam apartemen, dia berpapasan dengan Mona yang hendak keluar dari sana.


"Lho kemana mantan kamu yang mbule itu?" tanya Mona, dia pura-pura biasa saja di depan Alan, walaupun sebenarnya dia merasa kesal kepada wanita itu karena menganggapnya pembantu.


"Dia sudah pergi, biasalah dia sibuk. Katty cantik kan? Nah tipe cewek aku kayak gitu, tinggi, cantik, seksi, dan juga pintar. Bukan kayak kamu, apalagi kamu selalu dapat nilai jeblok." Alan paling tidak bisa jika tidak membuat Mona kesal.


"Lho bukannya dulu kita berdua sering dapat nilai jeblok sampai di remedial bareng?" Mona tak mau kalah.


Alan memperhatikan Mona yang sudah berpenampilan cantik dengan memakai pakaian yang casual. "Terus kamu mau kemana?"


"Ketemu mantan lah, emang kamu aja yang punya mantan." jawab Mona dengan sewot.

__ADS_1


"Lho bukannya kamu gak punya mantan?"


Pacaran saja gak pernah, bagaimana bisa Mona punya mantan, karena dulu sibuk tergila-gila pada Yunan selama bertahun-tahun.


Mona jadi gelapan, dia baru ingat kalau dia gak punya mantan sama sekali.


"Emm... iya memang aku gak punya mantan, tapi banyak kok pria yang naksir aku. Kamu tau sendiri kan di sekolah, sudah banyak cowok yang aku tolak. Hm, ya sudah aku gak ada waktu untuk meladeni kamu."


Setelah berkata seperti itu, Mona pergi begitu saja.


"Oke baguslah kalau dia punya gebetan, jadi nanti dia bakalan minta cerai karena gak kuat ingin bersatu dengan gebetannya." seru Alan.


Alan bersiul sambil merebahkan dirinya di kursi sofa.


Alan lebih baik menggunakan waktu cutinya dengan tidur sampai puas, apalagi semalam dia tidak bisa tidur karena badannya panas dingin gara-gara Mona.


Tapi walaupun dia mencoba untuk happy tetap saja dia merasa penasaran kira-kira dengan siapa Mona pergi.


"Mona mau bertemu dengan siapa hari ini?"


Alan berkata lagi. "Ah masa bodo, bukan urusan gue."


Tapi rasa penasarannya lebih tinggi dari pada egonya. "Bagaimana kalau Mona pacaran sama cowok lain? Wah gak bisa dibiarkan, aku aja yang dulu playboy bisa jaga jarak sama cewek."


Mungkin maksud Alan, Mona boleh dekat dengan pria manapun asalkan setelah bercerai dengannya.


Alan segera meriah kunci mobilnya, dia harus mengikuti Mona.

__ADS_1


__ADS_2