Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Aku Sudah Dewasa Sekarang


__ADS_3

Dara nampak menganga begitu mendengar perkataan Bu Lina, masa iya dulu dia dan Yunan kumpul kebo? Dan lebih terkejutnya lagi, Bu Lina memanggilnya Dara, bukan Luna. Apa mungkin selama ini Novan telah membohonginya?


"Ku-kumpul kebo?" Dara sama sekali tidak mempercayai apa yang Bu Lina ucapkan. Bagaimana mungkin dia kumpul kebo dengan muridnya sendiri.


"Lho memang begitu kenyataannya, makanya kalian di boyong ke rumah Pak RT, dinikahkan secara paksa." Bu Lina sama sekali tidak tahu kalau Dara amnesia.


"Pasti kalian ngarang kan? Gak mungkin aku menikah sama seorang bocah." Dara tak habis pikir mengapa dulu dia mau dinikahkan dengan seorang bocah seperti Yunan.


Yunan belum diberikan kesempatan untuk bicara karena Bu Lina terus saja nyerocos.


"Mbak Dara itu masih saja sama kayak dulu, gak berubah, dulu juga bilang gak sudi nikah sama seorang bocah, itu nyatanya kalian bisa bersama sampai sekarang? Apa kalian sudah punya anak?"


"Masih dalam proses." jawab Yunan sambil nyengir.


Bu Lina terkekeh, "Hm... ya bagus, mending tunggu Mas Yunan dewasa dulu, tapi sekarang berhubungan Mas Yunan sudah dewasa, segera hadirkan anak, bikinnya tiap hari biar tokcer."


Wajah Dara nampak memerah mendengar perkataan Bu Lina, sampai dia menelan salivanya.

__ADS_1


Yunan memperhatikan suasana di kosan tersebut, "Kosannya sudah di renovasi, Bu?" tanyanya sekeder basa basi.


"Iya, Mas Yunan."


Bu Lina jadi teringat dengan pertemuan terakhirnya dengan Dara, 6 tahun yang lalu. "Oh iya, saya masih ingat dulu Mbak Dara datang ke rumah saya 6 tahun yang lalu buat membayar uang kosan yang nunggak 3 bulan, tapi Mbak Dara kelihatan lagi sedih lho, memangnya kenapa Mbak Dara terlihat sedih dan bingung waktu itu?"


Sebelum naik bus menuju luar kota, tepatnya sebelum kecelakaan, Dara memang pergi menemui Bu Lina dulu untuk membayar uang kosan yang sudah nunggak selama 3 bulan itu, mungkin dia terlihat sedih karena harus meninggalkan Yunan walaupun hatinya tak ingin berpisah dengan suami bocahnya itu, tapi ayahnya Yunan menginginkan perpisahan mereka, demi kebaikan masa depan Yunan.


Yunan menatap Dara, apakah sesedih itukah Dara berpisah dengannya?


Dara masih terlihat kebingungan, karena dia belum bisa mengingat apapun. "Jadi dulu aku ngekos disini?"


...****************...


Dara dan Yunan duduk di depan mini market, pandangan Dara kosong, mungkin dia sedang mencerna disetiap perkataan Bu Lina, perkataan Yunan, dan juga Novan.


Perkataan Bu Lina dan Yunan ada kesamaan, tapi berbanding terbalik dengan perkataan Novan. Tapi kenapa Novan memiliki foto kebersamaan mereka, di foto itu dia terlihat begitu bahagia berduaan dengan Novan?

__ADS_1


Mungkin karena saat itu Dara masih mencintai Novan, makanya dia terlihat bahagia setiap bersama Novan.


Tapi kenapa bisa dia melakukan hal tak senonoh di kosannya bersama Yunan? Membawa murid yang masih belia ke kosannya? Rasanya dia seperti seorang guru ca-bul saja.


"Jadi kita sudah menikah?" tanya Dara sambil menghela nafas.


Yunan mengangukan kepala, "Ya, tepatnya begitu."


"Kita menikah karena digerebek di kosan?" Dara nampak kecewa pada dirinya sendiri.


"Itu semua tak seperti yang kamu bayangkan, waktu itu kamu lagi mabuk diganggu oleh dua orang preman, aku menolong kamu, mengantarkan kamu ke kosan, eh dikira kita lagi berbuat tak senonoh." Yunan tak ingin Dara berpikir buruk pada dirinya sendiri.


"Jadi itu artinya kita menikah secara terpaksa? Sekarang aku paham, mengapa bisa kita berdua menikah, itu karena kesalahpahaman, bukan karena cinta. Ya... kalau dipikir-pikir bagaimana mungkin aku bisa cinta sama kamu. Kamu memang tampan, kaya, muda, tapi aku menginginkan pria yang dewasa." Dara berkata dengan panjang lebar.


Yunan berdiri di depan Dara yang sedang duduk di kursi besi, dia ingin menyadarkan Dara kalau dia sudah dewasa sekarang. "Nyatanya sekarang aku sudah dewasa. 24 tahun, bukankah sudah dikatakan dewasa? Aku bisa menjadi seorang suami yang bisa mengerti perasaan istrinya, aku bisa menjadi seorang suami yang bisa memanjakan istrinya, dan aku bisa menjadi seorang suami yang selalu menafkahi istrinya."


Dara tertegun memandangi Yunan, pria dihadapannya ini memang sangat tampan. Tapi dia masih penasaran sebenarnya siapa pria yang ada dihatinya selama ini.

__ADS_1


Yunan yang telah berstatus menjadi suaminya atau Novan yang memiliki kenangan indah dengan masa lalunya? Mungkin Novan terpaksa membohonginya karena sangat mencintai Dara.


__ADS_2