Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 8


__ADS_3

Begitu Mona keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingerie yang seksi, seketika Alan membulatkan mata melihatnya, membuat buku komik yang dia pegang tiba-tiba terlepas dari pegangannya.


Mona ingin menahan tawa melihatnya.


Ayo kita tebak, siapa yang akan minta duluan. Kalau kamu yang minta, berarti kamu yang kalah, tapi sayangnya gak bakal aku kasih._ kata hati Mona.


Mona hanya ingin menggoda Alan saja, gak mungkin dia ngasi secara cuma-cuma pada playboy cap nanggung seperti Alan.


Alan membawa buku komiknya yang jatuh, dia pura-pura biasa saja, jangan sampai Mona tahu kalau dibawah sana tiba-tiba merasakan sesak, karena itu Alan menutupnya dengan bantal.


"Kamu ngapain pakai pakaian begitu?" Alan pura-pura mentertawakan penampilan Mona.


"Mama kamu yang ngasih, aku cuma ingin menghargai pemberian dari tante Maya." jawab Mona dengan santai.


Kemudian Mona duduk diatas kasur yang sama dengan Alan, dia menyandarkan diri di headboard juga.


Alan segera menaruh guling diantara mereka, "Kita gak boleh melewati batas ini, karena itu kamu jangan mencuri-curi kesempatan agar bisa memeluk aku."

__ADS_1


Mona mencibir. "Dih siapa juga yang mau meluk kamu."


Mona tidak tahu bahwa Alan terlihat gelisah sekali malam ini, melihat penampilan Mona, membuat dia jadi panas dingin.


Tahan jhon, sama bule aja kamu bisa tahan, apalagi sama Mona._ Alan menyemangati sang joni.


Drrrttt...


Drrrttt...


Ponsel Alan terdengar bergetar, Alan meraih ponselnya diatas nakas, dia tersenyum, dengan bangganya memperlihatkan siapa yang meneleponnya.


"Nah ini salah satu mantan aku, dia selalu saja ngajak balikan sama aku, cantik kan?" tanya Alan dengan bangganya.


Kemudian dia segera pergi ke balkon untuk mengangkat telepon dari mantannya yang blesteran Indonesia-Italia itu.


Mona mendengus kesal. "Cantik apanya? Cuma menang bulenya aja."

__ADS_1


Entah mengapa dia merasa tidak suka pada wanita itu. Rasanya tidak mungkin secepat itu dia move on dari Yunan, cinta pertamanya.


Setelah lama berteleponan dengan Katty, Alan kembali ke kamarnya, dia melihat Mona yang sudah tertidur.


Padahal dia sudah berteleponan dengan mantannya yang paling cantik, tapi tetap saja dia tidak bisa meredakan hawa panas yang bergejolak merasuki tubuhnya. Apalagi melihat paha Mona yang sangat mulus dan putih.


Alan segera menutup tubuh Mona dengan selimut, agar gadis itu tidak terlihat seksi lagi. Tapi ternyata tetap saja sang joni sudah tidak kuat ingin di segera puaskan.


Alan terpaksa harus memuaskannya di kamar mandi, Alan mempercepat gerakan tangannya yang sudah berlumuran busa sabun sehingga sang joni akhirnya memuntahkan benihnya. Dia menghela nafas melihat cairan yang sudah dia keluarkan begitu banyak.


"Ah Mona memang rese, kenapa juga dia harus memakai pakaian kayak gitu." keluhnya.


Setelah selesai melepas hasrat dengan senam lima jari, Alan melihat Mona yang masih tertidur pulas.


Padahal gadis itu lagi tidur, kenapa masih terlihat cantik?


Alan rasa dia tidak akan bisa tidur kalau harus tidur satu ranjang bersama Mona, lebih baik dia tidur di luar kamar saja.

__ADS_1


Alan keluar dari kamar, kemudian dia merebahkan dirinya di kursi sofa. "Kamu pikir aku akan tergoda sama kamu, Mona. Gak akan. Mau kamu telanjang di depan aku juga, gak akan tergoda." gerutu Alan.


__ADS_2