Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 25


__ADS_3

Yuri segera membuka pintu.


Semuanya terkejut begitu melihat Yuri baik-baik saja.


"Malik, kenapa kamu bawa petugas medis kesini?" tanya Yuri.


"Mbak Yuri gak apa-apa kan? Tadi aku dengar Mbak Yuri bilang aduh."


"Oh itu, tadi ada buku jatuh mengenai kaki aku."


"Tapi kakinya gak bengkak kan? Bagaimana kalau aku bawa mbak Yuri ke rumah sakit aja?" Malik sangat mengkhawatirkan kondisi Yuri.


"Oh gak usah, kakiku gak apa-apa kok. Sama sekali gak lecet."


Para petugas medih hanya bisa menghela nafas meliha kebucinan sang dokter. "Jadi bagaimana ini, Dokter?"


"Sepertinya dia baik-baik saja. Kalian boleh kembali ke rumah sakit."


Para petugas medis pun pasrah saja, mereka segera pergi dari sana, termasuk security di apartemen tersebut, segera pergi ke posnya lagi.


Yuri tak bisa menahan tawa melihat tingkah laku Malik. "Ya ampun kamu itu terlalu berlebihan, sampai membawa ambulan kesini."

__ADS_1


"Aku pikir mbak Yuri terluka atau apa, soalnya susah sekali dihubungi."


Yuri pun mempersilahkan Malik masuk ke dalam apartemennya, suasana menjadi terasa canggung, padahal mereka duduk berjauhan, mungkin terhalang 30 centimeter.


Yuri memberikan paper bag punya Alan pada Malik. "Ini barang punya teman kamu."


Malik menerima paper bag tersebut, lalu dia simpan diatas meja. "Mbak gak membukanya kan?"


Malik hanya takut Yuri membukanya dan sempat merasa ilfil pada Malik karena mengira Malik yang memberikan hadiah itu.


Wajah Yuri nampak memerah. "Emm... nggak, aku gak membukanya." Yuri terpaksa berbohong.


"Aku dengar kamu menjadi dokter terbaik di rumah sakit YASA?"


"Mbak tau darimana?"


"Dari papa, kebetulan papa dekat sekali dengan pemilik rumah sakit YASA."


"Oh iya, Pak Aldo memang pernah bercerita sebelumnya."


Hal itu membuat Yuri semakin tak pantas untuk dicintai oleh pria sebaik dan sesempurna Malik. Malik memiliki karir yang cemerlang, dia tampan, masih muda, dan dia juga baik. Yuri merasa Malik pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya dia merasakan perasaan aneh setiap bersama Malik, dia sangat merasa nyaman setiap bersama Malik, dari awal mereka bertemu ketika Malik menjadi dokternya waktu di Italia, sehingga dia bisa sembuh sampai sekarang, ini semua berkat Malik.


Bukan hanya nyaman, terkadang ada saatnya memikirkan pria itu setiap kali dia melamun. Tapi dia takut untuk memulai sesuatu hubungan lagi, takut Malik kecewa padanya. Takut Yuri terluka untuk kedua kalinya.


Malik merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya lagi pada Yuri. "Jujur saja sebenarnya aku mau berusaha untuk bersikap profesional sebagai seorang dokter dan pasiennya, tapi aku gak bisa, selama ini aku semakin memikirkan mbak Yuri. Aku juga pernah mencoba untuk melupakan perasaan ini sesuai yang mbak Yuri pinta, tapi tetap saja tak bisa, karena perasaan aku semakin besar untukmu, mbak."


Jantung Yuri merasakan berdebar-debar ketika mendengar perkataan Malik. Ungkapan Malik yang begitu tulus malah membuat Yuri merasakan sedih. "Kamu masih muda, Malik. Perjalanan kamu masih panjang. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan lebih sukses seperti sekarang. Dan aku gak pantas untuk berdiri disamping kamu."


Malik berpikir mungkin karena Yuri adalah anak dari pengusaha yang sangat kaya, bahkan sekarang dia yang memimpin perusahaan ABS di Indonesia. "Aku tau derajat kita jauh berbeda, tapi saat ini aku sedang berusaha untuk bekerja keras, agar bisa menjadi pria yang pantas untuk mbak Yuri."


"Bukan itu yang aku maksud, aku sama sekali tidak pernah memandang status kamu atau pun latar belakang kamu. Hanya saja aku memiliki masa lalu yang kelam."


"Semua orang memiliki masa lalu, gak kan ada yang seratus persen baik di dunia ini. Aku akan menerima apapun masa lalumu."


Yuri menghela nafas dalam-dalam, dia terpaksa bicara jujur pada Malik, walaupun setelah ini mungkin Malik akan kecewa dah menjauh darinya. "Aku sudah tidak perawan lagi, Malik."


Malik mematung mendengarnya.


"Karena itu tolong lupakan aku, aku gak pantas untuk dicintai olehmu." Yuri mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Setiap pria memang selalu mengharapkan menjadi yang pertama untuk wanitanya, karena itu Yuri tidak memiliki kepercayaan diri tentang masa lalunya. Walaupun sekarang kini dia telah berubah, tapi tetap saja masa lalu itu masih saja membekas.

__ADS_1


__ADS_2