Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 27


__ADS_3

Malik Alamsyah Putra, begitulah nama kepanjangannya. Malik dari kecil telah mengalami banyak penderitaan, saat dia masih sekolah, ayahnya meninggal karena sakit keras. Karena itu setiap hari dia harus membantu ibunya berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi Malik memiliki dua orang adik.


Dari pagi sampai sore ibunya yang berjualan sayuran di pasar, dan Malik menggantikan berjualan setelah dia pulang sekolah sampai malam, sehingga dia harus mengerjakan tugas di tempat dia berjualan.


Dari kecil Malik sering menjadi korban pembullyan, mungkin karena dulu Malik berpenampilan begitu culun. Dia bisa bangkit setelah berteman dengan Yunan dan Alan, sehingga dia kini bisa menjadi sosok pria yang berani, bisa melawan rasa takutnya.


Hal yang paling Malik sesalkan dalam hidupnya adalah ketika dia bisa sukses seperti ini, ibunya telah tiada, ibunya Malik meninggal ketika Malik masih kuliah di Italia, dia bisa kuliah disana karena mendapatkan beasiswa, Malik memang dari dulu memiliki otak yang cerdas.


Sementara kedua adiknya sedang menimba ilmu di luar negeri, Malik yang membiayai sekolah mereka.


Namun, sayangnya dalam masalah asmara dia tak pandai dalam merangkai kata ataupun tidak tahu bagaimana cara mendekati seorang wanita, mungkin karena dari dulu dia menyibukan diri dengan belajar dan belajar. Sehingga dia bisa bekerja di salah satu rumah sakit mewah yang ada di Italia, hingga mempertemukan dia dan Yuri 1 tahun yang lalu.


Yuri yang telah koma selama 5 tahun, akhirnya dia bisa terbangun berkat Malik. Semenjak itu Malik sering memikirkan Yuri, karena Malik yang mengurusnya selama di Italia.


Dan setelah Malik kembali ke Indonesia, dia juga yang membuat Yuri bisa bangkit dari depresinya, sehingga Yuri kini bisa melupakan semua masa lalunya, dan bangkit dari keterpurukan itu.


...****************...


Sore ini, Yuri sedang mencoba memakai gaun yang telah dibelikan oleh Malik. Mona yang mengantarkannya ditemani Dara.


"Wah kamu sangat cantik sekali, Yuri." Dara memuji kecantikan wanita yang pernah menjadi tunangan cinta pertamanya itu, alias Novan.

__ADS_1


"Makasih Dara." Yuri tersenyum manis.


Mona juga memuji body Yuri yang ideal. "Nah iya ini gaun ini memang cocok buat kak Yuri, soalnya kak Yuri lebih tinggi dari aku, hm aku aja ngiri mengapa gak bertambah tinggi juga."


Dara terkekeh, dia mencoba untuk menghibur Mona. "Usia kamu sudah 24 tahun, mana bisa nambah tinggi lagi. 160 itu sudah lumayan ideal lah. Eh tapi aku penasaran kenapa paper bag kalian bisa tertukar begitu."


Wajah Yuri nampak memerah ketika mengingat membuka paper bag yang isinya pakaian da-lam untuk Mona.


"Entahlah, aku juga bingung, mungkin karena ukuran paper bag punya Alan dan Malik sama, dah sama-sama kain juga. Sementara punya Yunan paper bagnya mini, mungkin karena isinya perhiasan." Mona menjelaskannya dengan panjang lebar pada Dara.


Kemudian Mona teringat dengan hadiah dari Alan yang belum Yuri kembalikan. "Terus paper bag aku mana, kak?" tanyanya pada Yuri.


"Udah aku titipkan sama Malik, katanya mau dia kembalikan langsung ke Alan setelah pulang kerja."


Yuri hanya tersenyum, mereka sepertinya tahu hatinya sedang berbunga-bunga.


"Baguslah, aku harap kamu mulai membuka hati untuk Malik, lupakan cowok brengsek seperti Novan itu, aku tak habis pikir kenapa dulu kita bisa mencintai pria seperti itu." Dara masih kesal jika mengingat bagaimana dia dibuat hilang ingatan selama 6 tahun oleh Novan.


Yuri menganggukan kepala. "Ya mungkin karena dia selalu berkata manis dan romantis, jika mengingatnya, aku juga merasa benar-benar bodoh."


Mona tertawa kecil. "Beruntung dulu kalian tidak jambak-jambakan memperebutkan Pak Novan. Padahal pria itu dari zaman menjadi kepala sekolah emang belagu, beda sama cinta pertama aku yang keren." Mona mengajak Dara bercanda, karena memang faktanya Yunan adalah cinta pertamanya Mona.

__ADS_1


Dara ikut tertawa. "Astaga, sebenarnya kita pernah menjadi saingan juga ya." ucapnya pada Mona.


Sekarang giliran Mona menggoda Yuri. "Lalu semalam habis ngapain aja sama Malik nih, kak? Cie... cie..."


Yuri tersipu malu, dia menggigit bibir bawahnya. "Apakah aku pantas bersanding dengan Malik?"


"Tentu saja pantas, walaupun usia Malik lebih muda darimu, tapi aku sangat tahu bagaimana sikap Malik sewaktu dia masih remaja. Dari dulu Malik adalah seorang pria yang pekerja keras, cerdas, baik, dan sudah berpikir dewasa. Aku yakin dia adalah pria yang tepat untukmu." Tentu saja Dara sangat tahu tentang Malik karena Malik adalah murid paling pintar di sekolah, dan juga Dara pernah menolong Malik saat Malik hampir dikeluarkan dari sekolah gara-gara tidak mampu membayar uang SPP.


Mona tak langsung bicara, dia memakan dulu cilok kesukaannya. "Contohnya seperti Yunan, dia bisa bersikap dewasa melebihi kak Dara. Mungkin hanya suami aku aja yang selalu kekanak-kanakan." Karena tiap hari Alan sebelum berangkat kerja pasti minta jatah nen-en dulu.


Yuri tersenyum samar, dia memang ingin membuka hati untuk Malik, dia ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai dengan tulus oleh seorang pria, karena sebenarnya dia juga telah jatuh cinta pada Malik.


Sementara itu di rumah sakit YASA, Malik harus berani bicara pada Pak Aldo, ketika Pak Aldo bilang bahwa dia meminta Malik untuk meyakinkan Yuri agar mau menerima perjodohan dengan Kenzo, anak dari pemilik rumah sakit YASA.


"Maaf Pak Aldo, untuk kali ini saya tidak bisa membantu Anda."


Pak Aldo nampak kecewa sekali mendengarnya. "Lho kenapa? Padahal Yuri selalu mengikuti saran dari anda, Dokter Malik. Mungkin saja dengan anda memberikan saran pada Yuri, Yuri akan mengikuti saran anda untuk menata masa depannya bersama Kenzo."


Malik menghirup nafas dalam-dalam, dia harus berani bicara yang sejujurnya tentang perasaannya kepada ayah dari wanita yang sangat dia cintai itu. "Aku mencintai Yuri, Pak. Aku sangat mencintai putri anda."


Betapa terkejutnya Pak Aldo saat mendengar perkataan Malik, sampai matanya membulat memandangi pria itu. Padahal dia dan Pak Santoso baru saja membicarakan acara pertunangan Yuri dan Kenzo yang ingin segera dilaksanakan nanti malam.

__ADS_1


Pak Aldo sengaja tidak memberitahu Yuri agar Yuri datang ke pesta dan tidak bisa menolak perjodohan itu, semua itu dia lakukan untuk kebaikan Yuri, untuk masa depan Yuri. Yuri sudah berusia 28 tahun, sudah pantas untuk berumahtangga.


__ADS_2