
Terlihat seorang wanita cantik yang sedang mengajar pelajaran biologi di SMA Angkasa, siapa lagi kalau bukan Dara.
Banyak siswa yang menatap penuh takjub memandangi betapa cantiknya guru biologi mereka.
"Apa ada yang ingin ditanyakan mengenai materi yang ibu jelaskan hari ini?" tanya Dara kepada semua murid yang ada disana.
Kemudian seorang murid laki-laki mengangkat tangannya, dia ingin bertanya kepada Dara. "Apa ibu sudah punya pacar?"
"Huuu..." Semua murid di kelas sana menyorakinya, tapi banyak juga murid laki-laki yang penasaran apa guru cantiknya sudah memiliki pasangan apa belum.
Dara tersenyum manis, dengan bangganya dia berkata, "Ibu sudah memiliki suami."
Yunan dan Dara akan meresmikan pernikahan mereka minggu depan, bahkan undangan telah disebar luaskan, dan sudah melakukan fitting baju pengantin, tinggal menunggu hari H.
__ADS_1
Dara tak tahu kalau Yunan sedang memperhatikan Dara di balik jendela sekolah, dia tersenyum mesem, betapa bahagianya dia mendengar pengakuan dari Dara.
Mulai sekarang mereka sudah terang-terangan dengan hubungan mereka, tidak ada rahasia-rahasian lagi.
...****************...
Yunan dan Dara sedang berada di atas rooftop apartemen, Dara duduk sambil mengusap-usap tulisan tanggal pernikahan mereka, yang Dara tulis 6 tahun yang lalu.
Sementara Yunan, dia tak bisa melepaskan sang istri, dia duduk dibelakang Dara sambil memeluknya dari belakang, sesekali memberikan kecupan pada rambut panjangnya Dara.
Yunan tersenyum mendengar pengakuan dari Dara, dia mengeratkan pelukannya, mencium pundak Dara, "Terimakasih juga karena selama itu hatimu tetap menjadi milikku. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku inginkan, gak ada yang lain. Dan sekarang aku bukan suami bocah lagi, bahkan kau bisa membuat bocah untuk kita. Aku sudah siap menjadi ayah, karena itu mari kita berusaha keras untuk memiliki anak."
Dara tersipu malu. "Hmm... itu mah maunya kamu."
__ADS_1
"Ya tentu saja, karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak kita. Kita bisa membuatnya tiap hari. Bahkan aku belum menghukum kamu gara-gara kamu membohongi aku." Padahal itu hanya alasan saja, karena dengan Dara berbohong padanya, dia bisa membantu Yunan menemukan alibi untuk menjebloskan Novan ke dalam penjara.
Dara bergidik ngeri membayangkan bagaimana hukuman Yunan padanya, Yunan memutar tubuh Dara sehingga menghadap padanya, lalu mencium bibir Dara.
Mereka berciuman dengan penuh naf-su, maklum saja terakhir mereka melakukannya waktu di Italia, karena Yunan ingin kondisi Dara benar-benar pulih dulu, kaki dan ingatannya.
Rasanya ingin segera tiba diacara penghukuman itu, membuat Dara tidak bisa jalan, mengurungnya di kamar sampai hari pesta pernikahan mereka tiba.
Yunan menggendong Dara ala bridal style, Dara terkesiap mengalungkan kedua tangannya pada leher Yunan, wajah Yunan memang tidak berubah, dia masih terlihat tampan seperti dulu, walaupun dia sekarang jauh lebih tampan, dan memiliki postur tubuh yang gagah dan sixpack.
Yunan membawa Dara turun dari rooftop, dengan melewati tangga apartemen satu persatu. Kebetulan suasana di gedung apartemen begitu sepi, makanya Yunan menggendong Dara dengan begitu santai, sambil sesekali mengecup bibirnya.
Begitu sampai di depan pintu apartemen, Yunan dan Dara mematung melihat ada Alan, Malik, dan Mona sedang berdiri disana. Mereka datang kesana untuk membantu persiapan pernikahan Yunan dan Dara.
__ADS_1
"Bu Dara kenapa digendong seperti itu? Apa kakinya kambuh lagi?" tanya Mona dengan polosnya, wajar saja polos karena belum pernah berciuman apalagi berkencan, dulu dia terlalu mengharapkan Yunan.
Mona menepuk bahu Alan dan Malik. "Jangan pada bengong begitu, ayo kita bantu gotong Bu Dara ke dalam."