Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Suami Lebih Berhak Daripada Tunangan


__ADS_3

"Apa kamu ingin membawa aku pergi? Jujur saja hatiku bergetar saat bertemu dengan kamu."


Yunan tertegun mendengarnya, walaupun dia tau Dara mengatakannya sambil mabuk, tapi dia yakin itulah yang Dara rasakan sekarang ini padanya.


Tapi Yunan harus tau dulu siapa wanita ini sebenarnya, kalau hanya sekedar mirip Dara saja, Yunan tidak akan pernah berhubungan lagi dengan wanita ini. Karena dihatinya hanya ada Dara, hanya Dara yang dia inginkan.


"Aku akan menjawabnya setelah aku memastikan sesuatu." Yunan ingin melihat paha Dara, sampai dia menyibakan rok gaunnya.


Hal itu membuat wajah Dara memerah, dia menahan roknya, dia pikir Yunan ingin menidurinya. "A-aku masih perawan, aku belum pernah melakukannya dengan tunangan aku."


Yunan merasa tidak enak hati mendengarnya, bagaimana kalau ternyata wanita ini adalah Luna, dan dia masih perawan?


Tapi Yunan hanya ingin melihat tanda lahirnya saja, tidak mungkin ada orang yang mirip, sampai letak tanda lahirnya sama di tubuhnya. "Tolong izinkan aku..."


Dara tiba-tiba menarik kerah baju Yunan, membuat Yunan membungkukan badannya, sehingga bibir mereka menempel. Membuat Yunan kaget, padahal dia belum yakin sepenuhnya apa wanita ini Dara atau bukan.


Dara juga tidak paham, kenapa dia bisa melakukannya, mungkin karena alkohol telah mengalahkan logikanya, sampai dia berbuat seperti itu pada pria yang baru saja bertemu dengannya malam ini.


Yunan berjalan mundur, dia mengusap bibirnya, dia merasa telah mengkhianati Dara, kalau seandainya ternyata wanita yang sedang ada dihadapannya ini adalah Luna.

__ADS_1


Dara malah tertawa, "Kau naif sekali, tadi kamu yang agresif mendekati aku. Tapi sekarang baru juga bibir kita menempel, kamu sudah gugup." Dara memegang kepalanya yang terasa sangat pening.


"Dasar bocah, makanya jangan berani menggoda wanita dewasa." Dara mengumpat, dia juga tidak tau mengapa bisa bilang seperti itu.


Yunan mengerutkan keningnya, dia masih ingat dulu Dara sering memanggilnya bocah.


Dara segera berdiri, dia memperhatikan kesetiap sudut kamar hotel tersebut. "Sepertinya kamar hotel aku bukan disini, lebih baik aku pulang."


Dara berjalan menuju kamar mandi dengan sempoyongan.


Namun Yunan menahan lengan Dara, "Maafkan aku. Aku harus berlaku kasar sama kamu."


Yunan menghempaskan Dara ke atas ranjang, dia menyibakan rok wanita itu, walaupun Dara mencoba berkontak.


Yunan menahan tubuh Dara yang ingin mencoba untuk bangkit, dia menindih tubuh wanita itu, memandangi kedua bola mata Dara dengan berkaca-kaca, akhirnya setelah 6 tahun tidak bertemu, kini dia telah menemukan Daranya.


Walaupun Yunan masih belum paham mengapa Dara tidak mengingatnya, mungkin dia rasa Dara telah mengalami amnesia selama ini.


"Boleh aku tanya siapa nama tunangan kamu?" Yunan menjadi penasaran dengan tunangannya Dara.

__ADS_1


"Kamu gak usah tau. Lepaskan aku!" Dara ingin berontak, tapi Yunan menahannya.


"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu kasih tau aku siapa nama tunangan kamu itu."


Dara terpaksa menjawab pertanyaan dari Yunan. "Novan Adriansyah."


Yunan bagaikan tersambar petir begitu mendengar siapa nama tunangannya Dara, ternyata selama ini Novan telah membohonginya, dia bersandiwara pura-pura mencari keberadaan Dara juga.


Yunan masih bisa bersabar ketika kakak tirinya itu mengambil alih perusahaan Angkasa. Tapi dia tidak akan membiarkan Novan merebut Dara darinya.


Yunan memegang wajah Dara, memandangi kedua bola matanya. "Ayo kita lakukan, aku akan membawa kamu pergi. Bukankah kamu ingin pergi jauh dari tunangan kamu itu?"


Dara menggelengkan kepala, "Aku tadi hanya bercanda, aku gak mungkin menyakiti dewa penolong aku. Jadi lupakan ucapanku yang tadi."


"Sayangnya aku tetap akan membawamu pergi, aku akan merebut kamu darinya."


Karena memang seorang suami lebih berhak dibandingkan dengan hanya sekadar sebatas tunangan saja.


Dara tak diberikan kesempatan untuk berbicara, karena Yunan telah menyatukan bibir mereka, Dara berusaha keras untuk mendorong tubuh Yunan, tapi sayangnya bertolak belakang dengan tubuhnya, tubuh Dara seakan tak asing dengan sentuhan pria tersebut.

__ADS_1


...****************...


...Haruskah ada part es batu?...


__ADS_2