Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 35


__ADS_3

Malam ini Malik mengantarkan Yuri ke apartemennya Yuri, sambil ingin berbicara berdua dengan Yuri tentang masalah isi hati mereka. Keduanya nampak canggung, mereka duduk di kursi sofa, hanya saling memandang sambil tersenyum, bingung harus memulai pembicaraan darimana.


Malik sangat merasa dihargai karena gaun pemberian darinya telah dipakai oleh Yuri, apalagi gaun itu sangat pas dengan postur Yuri yang ideal. Membuat dia tak bisa berhenti tersenyum.


Akhirnya Malik yang memutuskan untuk bicara duluan. "Jadi kamu mencintaiku juga? Sejak kapan?" Malik masih belum bisa melupakan saat Yuri bilang pada ayahnya kalau dia sangat mencintai Malik.


Yuri menggigit bibir bawahnya, dia nampak gugup untuk menjawab pertanyaan dari Malik. "Aku juga gak tau dari kapan, yang pasti setiap bersama kamu aku selalu merasa nyaman. Dan sebenarnya aku sangat menyesal pernah menolakmu, karena aku merasa tidak percaya diri akan diriku, banyak sekali ketakutan yang bayangkan dalam menjalin kembali hubungan dengan seorang pria. Tapi sekarang, aku benar-benar yakin dengan keputusan aku, aku tidak ingin kehilangan kamu, Malik."


Senyuman Malik mengembang, ingin rasanya dia berteriak pada dunia agar semua orang tahu bahwa cintanya telah terbalas oleh Yuri. "Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang membuat aku jatuh cinta. Jujur saja dari dulu aku gak pernah tertarik dalam menjalin sebuah hubungan. Tapi setiap kali bersama kamu, hati aku selalu berdebar-debar."


Yuri nampak menganga mendengarnya. "Serius kamu? Jadi selama ini kamu gak pernah pacaran?"


"Gak pernah, saat aku menyukai seseorang, aku lebih memilih untuk langsung menikahinya dari pada memacarinya, karena usia aku sudah dewasa, dan aku juga mampu untuk memenuhi segala kebutuhan kamu."


Yuri sangat merasa tersentuh dengan perkataan yang Malik ucapkan. Bagi Yuri, Malik adalah seberkas cahaya yang menyinari hidupnya yang berada di dalam kegelapan. Dia pikir setelah kejadian kelam yang dia lalui karena Novan, dia tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Tapi ternyata dugaanya salah, dia benar-benar jatuh cinta pada berondong ganteng kalem seperti Malik.


Malik melihat jam ditangannya. "Sudah jam 10, aku harus pulang. Lebih baik kamu istirahat."

__ADS_1


Yuri menganggukkan kepala. "Emm... ya udah. Aku antar kamu sampai depan."


Yuri mengantarkan Malik sampai ke depan pintu apartemen, dia melambaikan tangannya pada Malik yang sedang berjalan untuk naik ke dalam lift.


Namun, begitu lift terbuka, Malik membalikkan badannya, berjalan kembali ke arah Yuri dengan begitu cepat, membuat Yuri kaget, apakah ada barang Malik yang ketinggalan?


Malik berdiri di depan Yuri, menatapnya depan begitu intens, membuat Yuri merasakan gugup.


Malik memegang kedua lengan Yuri. "Bolehkah aku mencium kamu?" Sebenarnya sedari tadi Malik sangat tergoda dengan bibirnya Yuri yang berwarna merah jambu itu.


Namun walaupun begitu, Yuri malah dibuat bingung, tidak mungkin dia bilang boleh ataupun tidak. Sampai Yuri menelan saliva memikirkannya.


Malik baru ingat, Alan dan Yunan bilang trik mencium seorang wanita itu langsung lakukan saja, tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu, karena seorang wanita sangat malu untuk bilang iya. Dengan catatan sudah mengetahui perasaan dari wanita tersebut.


Malik maju selangkah, meminimalkan jarak diantara mereka, tangannya merengkuh pinggang Yuri membawanya semakin dekat. Malik memandangnya penuh cinta, sehingga Yuri memberanikan diri untuk menatap Malik.


Malik perlahan menundukkan kepalanya, sehingga bibirnya menyentuh bibir Yuri, mencaritahu bagaimana rasanya. Hati Malik bergetar ketika merasakan betapa manisnya bibir Yuri, sehingga dia melu-matnya dengan teramat lembut.

__ADS_1


Tangan Malik naik memegang tengkuk leher Yuri, memperdalam ciumannya, lidah Malik menyentuh bibir bawah Yuri, meminta akses untuk masuk ke dalam mulutnya Yuri, sehingga Yuri membuka mulutnya membiarkan lidah Malik masuk, menyesap rasanya sebanyak mungkin.


Kedua bibir itu terus berpagut saling membalas satu sama lain.


Jantung mereka berpacu dengan begitu cepat, ciuman mereka kini mengeluarkan suara khas lidah yang menari indah di dalam mulutnya Yuri.


Malik melepaskan ciuman, dia harus mengontrol diri agar tidak kebablasan, dia ingin memperlakukan Yuri sebagai seorang wanita yang sangat istimewa.


Mereka berdua saling memandang dengan penuh makna, dua insan yang saling mencintai akhirnya telah bersatu, tinggal menunggu hari dimana nanti mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Kemudian Malik mencium kening Yuri, Yuri memejamkan matanya, dia merasakan hatinya damai dan tenang.


Lalu Malik memandangi wajah cantiknya calon istrinya itu. "Aku pulang dulu, semoga kamu mimpi indah malam ini."


...****************...


...Detik-detik menuju end!...

__ADS_1


__ADS_2