Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 2


__ADS_3

Drrrrtt... Drrrrtt...


Drrrrtt... Drrrrtt...


Drrrrtt... Drrrrtt...


Pagi ini Alan dibangunkan oleh suara getaran handphone, membuatnya melenguh malas, padahal hari ini adalah hari minggu, Alan ingin tidur sepuasnya.


Alan terpaksa barus bangun, dia membawa ponselnya diatas nakas, ternyata ada sekitar 4 pesan dari Bu Maya, ibunya.


Alan malas membacanya, pasti tentang perjodohan lagi. Alan menganggap perjodohan itu tidak ada, sehingga dia sama sekali tidak membaca pesan dari sang mama.


Drrrrtt... Drrrrtt...


Baru juga ponselnya mau dia simpan diatas nakas, ada panggilan telepon dari Yunan.


"Lan, tolong bantu gue ya, bini gue ngidamnya aneh-aneh, Dia mau rujak buatan Bu Margaret. Soalnya gue lagi nyari semangka yang gak ada bijinya." Yunan tidak mungkin minta tolong pada Malik, karena Malik harus kerja hari ini.


Rujak Bu Margaret itu memang sangat laku sekali, sampai harus siap berani menunggu lama, tapi gak apa-apalah demi sohib Alan menyanggupinya. "Oke oke dah demi calon keponakan gue, gue rela ngantri lama."


"Thanks, Lan. Ya udah gue mau cari semangka dulu."


Alan pun pergi ke tempat jualan rujak Bu Margaret, dia menghela nafas ketika mendapatkan antrian nomor ke 108.


Alan memiliki ide, mengapa dia tidak memakai jurus playboynya saja.


Alan mendekati wanita yang mendapat nomor antrian ke 5.

__ADS_1


"Hai." Alan tersenyum manis pada wanita itu.


Wanita tersebut tak menanggapi sapaan Alan, dia malah terpukau dengan pesonanya.


Alan duduk di samping wanita tersebut, "Boleh kenalan gak?"


Wanita itu dengan senang hati menyahut, "Oh boleh, namaku Sumi."


"Wah nama yang cantik, secantik orangnya."


Sumi tersipu malu.


Entah dengan jurus dan gombalan apa sampai wanita itu pun rela menukarkan nomor antrian mereka.


...****************...


Alan memarkirkan mobilnya di depan rumah Yunan yang megah itu.


Alan kaget begitu melihat ada Mona disana, ternyata Mona sedang curhat pada Dara dengan masalah yang dia alami.


"Hei Miss Cilok sudah lama ya gak ketemu." Alan memang senang meledek Mona.


"Dih apaan sih, dasar Mr Sengklek." Mona tak mau kalah meledek Alan.


Ternyata Yunan juga baru pulang, dia berhasil mendapatkan semangka yang gak ada bijinya.


"Ini rujak Bu Margaret teruntuk bu guru idolaku." Alan memberikan satu cup rujak buat Dara.

__ADS_1


"Makasih ya Alan." Dara menerimanya dengan senang hati.


"Asiap, sama-sama."


"Kok cepat? Banyak yang bilang katanya harus ngantri panjang kalau mau beli rujak disana." tanya Yunan pada Alan.


"Makanya kita sebagai cowok yang ganteng itu harus memaafkan kegantengan kita, Nan." jawab Alan dengan penuh percaya diri.


"Huekkk..." Mona jadi mual mendengarnya.


Dara menjadi memiliki ide mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh Mona, "Mona, kenapa gak minta bantuan sama Alan aja?"


Alan menjadi tidak enak hati. "Bantuan apa nih?"


...****************...


"Apa? Jadi pacar bohongan kamu? Ogah ah." Alan menolak permintaan dari Mona.


Saat ini Alan dan Mona sedang berada di dalam mobil.


"Ayolah please bantu aku Mr Sengklek, hanya sekali."


Alan menghela nafas, "Kenapa harus aku sih?"


"Jadi gak bisa nih? Ya udah aku minta tolong sama Malik aja." Mona segera meronggoh tasnya untuk membawa ponsel.


Namun, Alan mencegahnya. "Hmm... oke, aku bantu kamu. Jadi aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Hari ini aku mau dijodohkan dengan seseorang, nah aku ingin kamu menjadi pacar pura-pura aku, kita harus terlihat mesra di depan calon mertua aku biar calon mertua aku kecewa dan membatalkan perjodohan aku dengan dia." Soalnya Mona sudah beberapa kali membantah perjodohan itu, tapi orang tuanya tak mau mendengarkan protes darinya.


Satu-satunya jalan yang harus Mona lakukan adalah membuat calon mertuanya kecewa padanya.


__ADS_2