Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Jangan Menghindariku


__ADS_3

Novan sedang berada di rooftop sekolah, dia ingin melampiaskan rasa kesalnya, sampai harus memukul-mukul dinding.


"Ah sial!"


"Brengsek!"


Apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, Yunan tidak jadi dikeluarkan dari sekolah, membuat dia sangat sangat kesal dan marah.


Novan terengah-engah, dia memegang tangannya yang terluka. Dia menggigit bibir bawahnya.


Novan tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh ayah tirinya dengan Dara, membuat dia sangat penasaran, dia harus bertanya pada Dara, sekalian mengajaknya untuk makan bersama. Novan ingin bisa dekat lagi dengan Dara, seperti dulu.


Drrrttt... Drrrttt...


Ponsel Novan bergetar, dia segera mengecek ponselnya, ternyata ada pesan dari Yuri.


[Sayang, kok pesan dari aku belum kamu balas juga? Kamu lagi sibuk ya? Padahal aku ingin sekali nanti malam bertemu lagi dengan kamu.]


Novan menghelakan nafas, dia tidak minat untuk membalas pesan dari Yuri. Demi tidak bertemu lagi dengannya, sampai dia membuang masakan yang dititipkan Bu Thesa untuk Yuri, ditengah perjalanan.


Sekarang waktu telah menunjukkan jam pulang sekolah, karena itu Novan segera pergi ke kelas terakhir Dara mengajar.


"Bu Dara!" Novan memanggil Dara, dari depan pintu dia memperhatikan ke sekeliling di dalam kelas tersebut, ternyata Dara sudah tidak ada disana, mungkinkah Dara sudah pulang? Atau mungkin dia masih berada di ruang guru.

__ADS_1


Novan segera pergi ke ruang guru, namun ternyata Dara tidak ada juga disana. "Kemana dia?" Novan memandangi tas milik Dara yang masih ada di mejanya.


Novan tidak tau kalau adik tirinya menyembunyikan Dara di belakang pintu kelas, sang adik tiri sedang mencium gadis pujaan hatinya.


Jantung Dara berdegup begitu kencang, pikirannya mendadak kosong, ciuman Yunan yang sekarang ini begitu memabukkan, apalagi saat Yunan memagut bibirnya dengan begitu lembut, ciuman Yunan semakin lama semakin terasa lembut tapi cukup membuat tubuh terasa panas. Sangat meresahkan.


Brrukk...


Mereka dikagetkan dengan buku-buku yang sedang dipeluk oleh Dara berjatuhan ke lantai.


Keduanya saling menatap, kemudian salah tingkah. Secara bersamaan mereka segera membungkan badannya untuk mengambil buku-buku tersebut, membuat kepala mereka kejedot.


"Arrrggghhh!" Keduanya memegang kening mereka yang saling terbentur. Membuat Dara menegakkan kembali badannya.


Dara menyembunyikan rasa gugupnya, dia mengambil buku-buku yang diberikan oleh Yunan.


"Emm... Yunan." Dara nampak ragu untuk mengatakannya.


"Kenapa?" sementara Yunan, dia nampak biasa saja, laki-laki itu malah tersenyum manis pada guru cantik tersebut.


"Apa yang kamu lakukan itu tidak pantas dilakukan, sekarang ini kita lagi di sekolah, jadi..."


Yunan memotong perkataan Dara. "Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi di sekolah, biar kita teruskan di apartemen saja."

__ADS_1


Hah!


Dara terbelalak, sepertinya Yunan salah pengertian dengan ucapannya, atau mungkin dia pura-pura tidak mengerti.


"Ma-maksud aku bukan begitu. Disekolah dan apartemen juga kita jangan..."


Yunan meletakkan jari telunjuknya di bibir manis Dara, agar Dara tidak meneruskan perkataannya, dia tidak peduli Dara menolaknya, suatu saat nanti Dara pasti akan membalas perasannya. "Kamu terlihat manis kalau sedang marah padaku. Ya sudah aku pulang duluan. Aku mungkin akan pulang ke apartemen agak malaman, soalnya aku mau belajar bareng Malik dan Alan."


Dara terdiam, sepertinya Yunan sungguh-sungguh ingin mendapatkan nilai 100 itu.


...****************...


Dara masuk ke ruang guru untuk menyimpan buku-buku pelajaran dan membawa tas miliknya, karena dia harus segera pulang.


Ternyata semua guru disana sudah pulang semua, Dara segera menyimpan buku-buku pelajaran diatas mejanya, kemudian dia meraih tas miliknya.


Begitu Dara membalikkan badan, dia kaget saat melihat Novan sedang berada di depannya.


"Pak Novan? anda belum pulang?"


"Panggil aku Novan, disini hanya ada kita berdua." Novan menatap tajam pada Dara, membuat Dara gugup.


"Aku harus cepat pulang, permisi!" pamit Dara, Dara tidak tau apa dia masih mencintai pria itu atau tidak, yang pasti dia ingin menghindarinya.

__ADS_1


Namun Novan menahan lengan Dara, matanya berkaca-kaca. "Aku sangat merindukanmu, Dara. Aku mohon jangan menghindariku seperti ini. Aku bisa gila jika aku harus kehilangan kamu."


__ADS_2