Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Mengikuti Novan


__ADS_3

Yunan telah sampai di basemen apartemen, dia memarkirkan mobilnya disana, dia nampak sumringah memperhatikan coklat yang telah dia beli untuk sang istri tercinta.


Drrrttt... Drrrttt...


Ponsel Yunan bergetar, dia mendapatkan pesan dari Alan.


[Nan, gue amankan si Mona dulu. Lu udah sampai di apartemen kan?]


Yunan tersenyum tipis membaca pesan dari Alan, dia beruntung memiliki dua sahabat seperti Alan dan Malik. Alan yang konyol dan Malik yang pendiam.


Yunan dan Alan bersahabatan dari saat kelas 1 SMA, walaupun dia konyol, tapi Alan bisa mengenal situasi, dia bisa bersikap serius ketika Yunan membutuhkannya sebagai teman curhat, dan Alan bukan pria yang comel, dia bisa jaga rahasia.


Sementara dia dan Malik sahabatan setelah kelas 3 SMA, dulu mereka tidak pernah bertegur sapa karena perbedaan kepribadian mereka. Yunan dan Alan yang hidup urak-urakan, sementara Malik yang rajin belajar dan cupu. Mereka bisa bersahabat karena Dara. Justru perbedaan diantara mereka membuat persahabatan mereka begitu unik dan kuat, tentunya Malik bisa memberikan pengaruh yang positif untuk Yunan dan Alan.


Yunan segera membalas pesan dari Alan.

__ADS_1


[Oke, thanks ya sudah menjaga bini gue. Selamat bersenang-senang dengan Mona, kalian pada jomblo, cocok lah.]


Alan langsung membalas pesan dari Yunan.


[Ogah, mending ngejomblo seumur hidup gue.]


Kalau chatan dengan Alan, gak akan ada habisnya, Yunan memilih untuk tidak membalas pesan dari Alan.


Drrrttt... Drrrttt... Ponselnya bergetar kembali, dia mendapatkan telepon dari Asisten El. Yunan masih berada di dalam mobilnya, di basemen sana.


"Ada apa Asisten El? Apa kamu sudah menemukan rekaman CCTV di rumah papa?"


"Itu yang ingin saya bicarakan, ternyata rekaman CCTV pada tanggal kematian Tuan Tomi sudah ada yang menghapusnya." lapor Asisten El pada Yunan.


Yunan mengepalkan tangannya, rupanya kecurigaannya benar, ada yang tidak beres dengan kematian ayahnya. Dulu dia tak pernah berpikir kalau Novan bisa berlaku jahat seperti ini, dia pikir Novan dan ibu tirinya tulus menyayangi ayahnya, mengingat bagaimana sikap ayahnya yang begitu baik pada mereka. Apalagi Novan begitu penurut dan patuh pada ayahnya.

__ADS_1


Walaupun Yunan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi disana waktu itu, dia tidak tau apa yang terjadi pada ayahnya saat itu. Betapa malang nasib ayahnya jika seandainya dia meninggal tidak secara wajar.


Asisten El saat ini sedang berada di dalam mobilnya, keberadaannya tak begitu jauh dari gerbang kediaman Pak Tomi, dia masih penasaran mengapa Novan terlihat panik saat mendapatkan pesan dari seseorang.


"Tapi ada hal yang mencurigakan. Tadi Tuan Novan terlihat begitu panik saat mendapatkan pesan dari seseorang sampai memberhentikan pekerjaan kami, sekarang saya baru saja melihat Tuan Novan pergi."


"Ikuti dia, Asisten El. Siapa tau kita menemukan petunjuk dari sana."


"Baik, Tuan."


Asisten El pun mengikuti mobil yang dikendarai oleh Novan. Novan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia memperhatikan GPS yang dikirim oleh Arya, si peneror itu masih berada di jembatan tempat dia membuang Yuri.


"Kena kau peneror keparat, makanya jangan pernah mencoba untuk mempermainkan aku." Novan menyeringai penuh rasa menang.


Sementara Yunan, masih terdiam di dalam mobilnya. Jika rekaman CCTV disana di hapus saat kejadian ayahnya meninggal, pasti ada satu hal yang tak boleh diketahui oleh banyak orang. Tapi bukankah disana terdapat 3 pembantu, apakah salah satu diantara mereka ada yang mengetahui tentang kejadian tersebut?

__ADS_1


__ADS_2