Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Mirip Dara


__ADS_3

Satu bulan berlalu...


Karena MotoGP di musim ini telah berakhir, Yunan memutuskan akan kembali ke Indonesia bersama kedua sahabatnya, sekalian mereka akan bekerjasama dalam membangun sebuah sebuah perusahaan.


Namun, sebelum mereka pulang ke Indonesia, mereka ingin bisa menikmati hari-hari terakhirnya di Italia. Sekarang ini mereka berada di kota Milan, tepatnya didaerah Milano Navigli, yang berada ditengah-tengah kota Milan.


Biasanya orang-orang Italia datang kesana untuk menikmati secangkir kopi ataupun roti, karena banyak sekali cafe dan restoran, yang cocok untuk dijadikan tempat untuk bersantai.



"Kenapa harus pulang ke Indonesia coba? Padahal kita bisa membangun bisnis disini, siapa tau kita berjodoh sama cewek bule." seru Alan, dia belum siap untuk meninggalkan negara Italia.


Yunan malah menjitak kepala Alan, "Cewek mulu yang lu pikiran? Coba lu hitung, lu udah pacaran berapa kali sama cewek-cewek disini?"


"Baru juga 10, harusnya 11, Nan. Biar bisa buat klub sepak bola." canda Alan, dia memang terkenal playboy di kampus.


Yunan hanya bisa mencibir.

__ADS_1


Malik terkekeh, "Kayaknya cuma aku yang masih perjaka disini. Kamu kan udah nikah, Nan. Dan kamu sering gonta ganti pacar, Lan." Malik membanggakan keperjakaannya.


Alan langsung sewot. "Walaupun gue playboy, tapi gue bukan casanova, gue gak pernah sampai celup, hanya icip-icip aja."


"Semi perjaka berarti." Ledek Malik.


Yunan hanya diam, dia menghela nafas panjang, karena yang dibilang Malik benar, dia sudah bukan perjaka lagi. Dia pernah melakukan malam yang indah bersama Dara, sebuah kenangan indah yang tidak pernah dia lupakan sepanjang hidupnya. Jika dia ingin melakukannya lagi pun, hanya ingin bersama Dara.


Padahal banyak wanita seksi yang ingin menggodanya, namun sama sekali tidak ada yang menarik bagi Yunan. Cintanya pada Dara tak lekang oleh waktu, dia sama sekali tidak bisa melupakannya.


Yunan sudah tau Dara pergi karena berkorban demi masa depan Yunan, dan ayahnya sudah mengakuinya bahwa ayahnya lah yang sudah mengusir Dara, membuat Yunan terluka.


Sementara Malik dan Alan masih saja saling meledek.


"Makanya lu pacaran, jangan kuno lu." ledek Alan pada Malik.


"Gak, nanti aja kalau aku udah sukses, baru aku cari calon istri."

__ADS_1


"Nah sama si Mona aja Lik, dia juga masih terobsesi sama Yunan, mending lu pacarin dia, biar dia move on." Alan tiba-tiba membahas Mona.


Malik merinding, "Buat kamu aja, kamu yang sering berantem sama dia."


Alan melihat ada dua wanita bule yang sedang ngopi di cafe tersebut, Alan langsung menarik tangan Malik. "Ayo kita kenalan sama mereka, siapa tau ada yang nyantol."


"Ogah." Malik menolak ajakan Alan.


Tapi Alan terus saja menarik tangannya, dia gregetan sama Malik yang belum pernah pacaran, sementara sama Yunan, dia nampak segan karena tau di hatinya hanya ada Dara, wanita yang pernah menjadi guru kesayangannya.


Yunan hanya terkekeh, dia memperhatikan tingkah konyol kedua sahabatnya. Kemudian Yunan merekam video suasana di Milano Navigli, ingin mengabadikan keindahannya.


Alan nampak kecewa ketika kedua bule itu menunjuk Yunan, ternyata mereka lebih tertarik pada Yunan ketimbang sama Alan dan Malik.


"Non è un corridore? Sembra molto bello." (bukankah dia seorang pembalap? Dia sangat terlihat tampan).


Kedua wanita bule itu melambaikan tangannya pada Yunan. Yunan tak merespon apa-apa, dia fokus memperhatikan video yang sudah dia rekam, Yunan membulatkan matanya saat melihat ada wanita yang mirip sekali dengan Dara di video tersebut, mungkin Yunan tak sengaja merekamnya. Yunan mencoba memperbesar video tersebut, ternyata benar wanita yang memakai gaun berwarna biru itu sangat mirip sekali dengan istrinya.

__ADS_1


"Dara?" Mata Yunan berkaca-kaca melihatnya.


__ADS_2