Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Menjadi Seorang Pembunuh


__ADS_3

Novan benar-benar tidak bisa berpikir jernih malam ini, dia hanya ingin mementingkan nama baiknya, karena itu dia terpaksa harus melenyapkan Yuri. Karena jika Yuri masih hidup, wanita itu pasti akan menjebloskannya ke penjara.


Novan memang memiliki banyak sekali akal, sehingga dia berinisiatif untuk membersihkan semua sidik jarinya di apartemen Yuri, dan membereskan pecahan kaca botol bekas dia memukul kepala Yuri.


Sehingga apartemen milik kekasihnya itu bersih dan rapi, tak akan ada yang curiga pernah terjadi pertengkaran disana.


Bukan hanya itu, Novan juga menyogok seorang security yang berjaga di gedung apartemen tempat Yuri tinggal, agar menghapus semua rekaman CCTV hari ini di apartemen tersebut, dan merusaknya, agar tak ada jejak digital yang memperlihatkan hari ini Novan datang ke apartemen Yuri.


Novan memberikan sebuah cek kepada satpam tersebut. "Ini uang untuk tutup mulut, kamu sudah menghapus semua rekaman CCTV di gedung apartemen ini?"


Satpam itu terpaksa menerimanya, karena butuh sekali uang. "Su-sudah, Pak."


Novan menepuk pundak Satpam tersebut. "Bagus, anggap saja hari ini kamu tidak melihat apa-apa. Tolong jaga rahasia ini sampai kamu mati."


"I-iya, Pak. Saya tidak membicarakan masalah ini pada siapapun." Satpam itu terlihat gugup sekali, karena masalah yang dia hadapi adalah kasus yang besar.


Novan segera mengendarai mobilnya, kemudian dia berhenti di sebuah jembatan yang begitu sepi. Novan membawa sebuah karung goni yang berisikan tubuh Yuri, entah dia masih hidup atau tidak, Novan pun tak tahu, yang pasti saat ini tubuh Yuri tidak bergerak di dalam karung itu.

__ADS_1


Novan menggusur karung goni tersebut, dia terengah-engah rasanya nafasnya terasa begitu sesak karena dia telah memutuskan untuk menjadi seorang pembunuh, dia meneteskan air matanya.


"Maafkan aku, Yuri. Aku benar-benar minta maaf. Tapi kamu tidak bisa menghalangi jalanku, aku tidak ingin apa yang telah aku lakukan selama ini sia-sia. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan aku untuk menjadi pemimpin di Angkasa, dan aku juga tidak ingin kehilangan Dara. Aku harus mendapatkan keduanya."


Novan menghapus air matanya, dia mengangkat tubuh Yuri yang ada di dalam karung goni tersebut. Lalu menjatuhkannya ke sungai yang besar itu.


Byuurr...


Tubuh Yuri yang ada di dalam karung itu telah hanyut terbawa arus sungai, Novan menitikan air matanya kembali, dia benar-benar merasa dirinya seperti seorang monster, tapi mungkin ini adalah keputusan yang tepat agar karir dan hidup Novan tidak hancur.


Novan membuka sarung tangannya, kemudian dia membakar sarung tangannya tersebut, untuk menghilangkan jejak. Walaupun sebenarnya dia juga akan menjadi pembunuh untuk ayah tirinya, karena dia dan mamanya selalu menukarkan isi obat milik Pak Tomi dengan sebuah obat palsu yang mengandung racun, racun tersebut akan merusak organ di dalam tubuh Pak Tomi dengan secara perlahan.


Setelah itu Novan memutuskan untuk pulang ke rumah, dia melihat Pak Tomi yang sedang berbicara penting dengan asistennya, Asisten El.


Namun entah mengapa pembicaraan mereka langsung berhenti ketika Novan datang, malah asisten El langsung menutup berkasnya, seolah-olah takut ketahuan oleh Novan.


Novan hanya menghela nafas, dia pura-pura bersikap biasa saja. Dia terpaksa harus tersenyum pada ayah tirinya, "Mama dimana, Pa?"

__ADS_1


Pak Tomi tak langsung menjawab, dia terbatuk-batuk, karena penyakitnya sudah bertambah parah. "Mamamu sudah tidur."


"Lalu kenapa ada Asisten El datang kesini larut malam begini?" tanya Novan pada ayah tirinya dan Asisten El.


"Kami lagi membahas pekerjaan yang belum selesai." jawab Pak Tomi lagi. Pak Tomi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, "Lalu kamu dari mana, Novan?"


Novan tidak mungkin bilang habis dari apartemen Yuri. "Aku habis menyelesaikan pekerjaan aku di sekolah."


Pak Tomi memandangi Novan, mungkin jika dia mati sekarang-sekarang ini, bisa saja Novan yang akan menggantikan posisinya. Tapi tetap saja namanya seorang ayah, dia tidak mungkin mau menelantarkan Yunan, karena itu dia membuat pernyataan pada Asisten El di atas materai, kalau Novan hanyalah pemimpin sementara di Angkasa Group selama Yunan belum dewasa, begitu Yunan sudah menginjak usia 24 tahun, dia akan mengambil alih jabatan itu karena Yunan adalah pewaris Angkasa Grup yang sesungguhnya.


Itu semua karena Pak Tomi teringat perkataan Dara sebelum Dara pergi meninggalkan kantor utama Angkasa.


Flashback On...


Setelah Pak Tomi memohon pada Dara untuk meninggalkan Yunan demi masa depan Yunan.


Kemudian Dara berkata dengan mata berkaca-kaca. "Saya minta maaf jika ternyata kehadiran saya telah membuat masa depan Yunan akan hancur. Saya akan pergi jika memang itu yang terbaik untuk Yunan, tapi saya hanya ingin memberitahu Anda satu hal sebagai ayahnya Yunan, Yunan bukanlah laki-laki yang nakal, dia sangat baik dan cerdas. Dia hanya kesepian, tapi diusianya yang masih 18 tahun, saya sangat salut padanya, dia bisa berpikir dewasa melebihi usianya. jangan pernah meragukan Yunan."

__ADS_1


"Dan saya juga memohon kepada Anda agar mempertimbangkan dalam pemecatan terhadap guru kimia di sekolah, karena Pak Redi adalah guru yang sangat berprestasi, bahkan Yunan bisa mendapatkan nilai 100 hari ini, karena dia mengajar dengan sangat baik."


Flashback Off...


__ADS_2