Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Bonchap 13


__ADS_3

"Siapa yang mengizinkan kamu ganti pakaian? Sudah aku bilang, aku menginginkannya."


Mona menelan saliva mendengar perkataan Alan. Mona pikir tantangan tentang siapa yang meminta duluan itu hanya sebatas minta saja, kemudian setelah dia tolak, akan beres. Tapi kenyataannya tidak segampang itu jika berurusan dengan pria yang hasratnya sudah terpancing.


Mona terkekeh. "Tapi kan waktu kita saling menantang itu kita hanya bilang siapa yang meminta duluan berarti dia yang kalah, gak ada perjanjian kita harus melakukannya."


Mungkin karena Mona masih polos jadi gak tau bagaimana reaksi pria yang telah dibuat kalang kabut karena telah terpancing gairahnya. Padahal dia sendiri yang memancing, tapi tidak mau ambil resiko. Mungkin mengira memedam hasrat itu mudah, padahal bagi pria hal itu termasuk sebuah siksaan yang harus segera disalurkan.


Mona ingin bangkit tapi tangan Alan malah melingkari pinggangnya. "Siapa suruh kamu berbuat nakal padaku, apalagi pakai menggoda aku dengan pakaian seksi."


"A-aku hanya ingin menang taruhan aja. Dan kamu kalah, itu udah cukup." Mona memang tak mau kalah dari Alan.


"Oke aku kalah, dan kamu pemenangnya. Tapi tak cukup sampai disini saja, Mona." Alan tak ingin basa basi lagi, dia segera menggendong Mona membawanya masuk ke dalam kamar, sementara Mona malah berontak, seakan dirinya mau diper-kosa oleh suaminya.


"Eh Alan, lepaskan aku!" Mona memukul-mukul bahu Alan ketika Alan menggendongnya ala koala.


Tapi Alan tak ingin mendengarkan protes Mona, dia menghempas Mona ke atas kasur.


Mona malah memukul-mukul Alan pakai bantal.

__ADS_1


Bugh...


Bugh...


Bugh...


"Eh kamu ngapain bawa aku kesini? Aku akan melaporkan kamu ke polisi kalau berani berbuat tidak senonoh padaku."


Alan menahan tangan Mona yang sedang memegang bantal, dengan gemasnya dia menyentil jidat Mona. "Kamu lupa ya kita ini suami istri? Yang ada polisi akan ketawa kalau kamu melaporkan aku."


"Tapi aku gak mau melakukannya." Mona mengusap-usap jidatnya yang disentil oleh Alan.


"Kenapa?"


Alan menyentil jidat Mona kembali, membuat Mona mengusap-usap jidatnya. "Aduhhh..."


"Makanya kalau belajar biologi itu sampai selesai, biar kamu paham. Cewek kalau malam pertama berdarah itu ya wajar, itu artinya kamu masih perawan. Gak ada cewek yang mati gara-gara malam pertama." Alan mengomeli Mona.


"Tapi..." Mona tak meneruskan perkataannya ketika melihat Alan membuka bajunya.

__ADS_1


Mona membulatkan mata ketika melihat badan Alan yang sixpack.


Alan duduk di samping Mona. "Kata orang awalnya memang sakit, tapi nanti kamu malah ketagihan. Lebih enak dari pada makan cilok, Mona."


"Tapi kan kita gak saling cinta?"


Alan menghela nafas. "Dalam melakukan hal seperti ini tuh gak perlu adanya cinta, yang penting kita sah suami istri, jadi kita mau melakukannya berapa kali pun itu sebuah kewajaran."


"Tapi Alan..."


Alan tak ingin mendengarkan protes dari Mona lagi, dia memegang wajah Mona lalu mencium bibirnya.


Mona terkejut ketika merasakan Alan mencium bibirnya, karena ini pertama kalinya dia merasakan bagaimana rasanya berciuman, sehingga dia nampak kebingungan harus berbuat apa, mau dilepas tapi bibir Alan terasa manis. Mau dibiarkan tapi masa dia harus membiarkan Alan yang merenggut keperawanannya.


Tapikan Alan suaminya jadi Alan memang berhak meminta jatah darinya, membuat Mona menjadi bimbang.


Lidah pria itu membelitnya, dan Mona merasakan geli. Tubuhnya bahkan merasa merinding dan tergelitik. Bukan hanya itu, Mona merasakan sesuatu yang panas menjalar di tubuhnya.


Haruskah dia pasrah saja membiarkan Alan menembus gawangnya?

__ADS_1


...****************...


...Besok up lagi, kalau adegan anu saya suka panas dingin nulisnya hehe 🙏...


__ADS_2