Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)

Yunan (Suami Rahasia Bu Guru)
Wanita Depresi


__ADS_3

Seharian Novan mencari keberadaan Dara, dia terlihat begitu frustasi, karena belum juga menemukan tunangannya itu.


Padahal dia sudah melaporkan atas kehilangan Dara pada polisi yang ada di Milan, namun tak cukup membantunya untuk bisa menemukan sang pujaan hati.


Dulu Novan adalah pria yang pendiam, ayahnya meninggal saat dia masih kecil, karena kemiskinan dan tak ingin melihat ibunya menderita dapat banyak hinaan dari para tetangga, membuat dia tumbuh menjadi pria yang berambisi.


Apalagi setelah Bu Thesa menikah lagi dengan seorang pengusaha kaya raya, Bu Thesa menyuruh Novan untuk menjadi anak yang bisa dibanggakan oleh ayah tirinya itu, membuat Novan tersiksa dan ingin segera mengakhiri sandiwara ini, karena sesungguhnya dia bukan anak baik yang seperti ayah tirinya pikirkan, sehingga dan ibunya bersekongkol untuk meracuni Pak Tomi dengan secara perlahan.


Dari dulu, dibelakang Pak Tomi Novan tak pernah berlaku baik pada Yunan, mungkin karena Yunan saat itu masih kecil masih berusia 9 tahun, sehingga Yunan belum bisa melawan. Bu Thesa pun sering memarahi Yunan, sehingga Yunan sangat menderita tinggal di rumah yang megah itu.


Setiap kali Yunan mengadu pada ayahnya, Pak Tomi lebih mempercayai Novan dan Bu Thesa, mungkin karena mereka berdua pandai sekali bersandiwara, memutar balikan fakta, sehingga Yunan terlihat seperti anak kecil yang begitu nakal dan sering berbuat onar.


Contohnya Yunan pernah melawan Novan, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka berdua, karena Novan pandai sekali dalam berkata, sehingga Yunan yang disalahkan, dan dihukum oleh ayahnya.


Setelah berusia 17 tahun, Yunan memilih tinggal sendiri di apartemen, walaupun saat itu terjadi pertentangan dengan ayahnya. Yunan memilih hidup dalam kesepian, dari pada harus hidup penuh penderitaan di dalam rumah.


Hidup Yunan menjadi berwarna setelah hidup bersama Dara, guru yang dulu dia anggap menyebalkan itu, ternyata telah membuat hatinya berbunga-bunga.


Begitu juga bagi Novan, Dara sangat penting untuknya, dia tidak betah tinggal di rumah karena dikekang oleh ibunya untuk menjadi anak yang bisa dibanggakan oleh sang ayah tirinya, dia merasa tersiksa setiap kali harus berpura-pura menjadi anak yang baik dan membanggakan.


Setelah bertemu dengan Dara, Dara membuat Novan jatuh cinta untuk pandang pertama pada wanita itu, setelah melakukan berbagai macam cara, akhirnya dia bisa dekat dengan Dara. Dara adalah wanita yang baik, dia begitu perhatian pada Novan, membuat Novan semakin jatuh cinta padanya.


Namun, karena obsesinya untuk menguasai perusahaan, dia ingin mengubur dalam-dalam perasaannya pada Dara, memilih menyetujui perjodohannya dengan Yuri.


Yuri yang awalnya tidak tertarik dijodohkan dengan Novan, tapi karena Novan berpura-pura selalu bersikap manis dan romantis padanya, hati wanita mana yang tidak luluh? Novan telah berhasil mengambil hati Yuri. Novan melakukannya bukan karena cinta, tapi karena tau Yuri anak orang kaya, dan dia juga bisa semakin membanggakan ayah tirinya.


Novan telah berhasil membuat Yuri tergila-gila padanya, mengira cinta Novan juga begitu besar padanya, sehingga dia merelakan kehormatannya untuk Novan, berharap mereka segera menikah, membina rumah tangga yang begitu indah, sesuai dengan yang Novan janjikan.

__ADS_1


Tapi ternyata semua itu tak bisa membuat Novan bahagia, karena dihati Novan sudah ada Dara, Yuri tak bisa menggantikan posisi Dara dihatinya. Walaupun Novan telah menikmati tubuh Yuri.


"Dara, kamu dimana sayang?" lirih Novan, dia terlihat sangat frustasi sekali. Sampai tak enak makan dan tak bersemangat untuk melakukan apapun.


Dia sedang berada di kamar hotel, baru saja dia pulang kesana, setelah sekian jam mencari Dara.


Novan duduk di kursi sofa, dia terlihat begitu gelisah, padahal selama 6 tahun ini Novan selalu bersikap baik pada Dara, dia tidak pernah berbuat jahat lagi, karena merasa apa yang dia harapkan telah tercapai. Memiliki Angkasa dan Dara, hanya kedua itu yang dia harapkan.


Drrrttt... Drrrttt...


Ponsel Novan bergetar, dia segera memeriksa ponselnya, ternyata ada pesan dari nomor yang tak dikenal lagi.


[Kamu adalah seorang pembunuh, penipu, dan penjahat. Aku tidak akan pernah memaafkan kamu.]


Novan terkejut melihat pesan yang dikirim oleh nomor tak dikenali itu. Membuat jantungnya seketika berdebar-debar tak karuan, "Siapa sebenarnya orang itu?"


[Siapa kamu?]


...****************...


[Siapa kamu?]


Tangan Yuri bergetar membaca pesan itu, nafasnya terasa sesak dan kepalanya terasa sakit, padahal rasa dendamnya pada Novan begitu besar, tapi mentalnya belum kuat untuk bisa menghadapinya.


"Arrrggghhh!" Yuri merasakan kepalanya seperti dihantam batu keras, begitu menyakitkan. Sampai dia membenturkan kepalanya ke dinding kamar beberapa kali.


"Arrrggghhh!"

__ADS_1


Yuri merintih kesakitan.


Beruntung pembantunya datang, dia segera merangkul Yuri, "Nona Yuri, jangan menyakiti sendiri, Nona."


Kebetulan Pak Aldo juga ada disana, dia memeluk putrinya itu. "Sebenarnya siapa yang sudah membuat kamu begini, Yuri? Katakan pada papa."


Yuri tak bisa diajak bicara, dia malah melepaskan pelukan ayahnya, dia duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya. Yuri hanya bisa menangis.


Pak Aldo tak tau harus berbuat apalagi, karena tak ada dokter yang bisa menyembuhkan Yuri. Pak Aldo keluar dari kamar, dia menghapus air matanya yang tak terasa menetes. Kemudian menelpon Malik.


"Hallo Pak Aldo." sapa Malik saat mengangkat telepon dari Pak Aldo.


"Dokter Malik, kapan anda kembali ke Indonesia?"


"Besok, Pak. Bagaimana keadaan Mbak Yuri sekarang?"


"Masih sama seperti sebelumnya, Yuri gak bisa diajak bicara. Putriku begitu malang, dulu mamanya adalah orang yang paling mengerti dia, tapi istri saya sudah meninggal, makanya Yuri semakin depresi."


Bu Tamara memang memiliki penyakit jantung, kondisinya semakin parah saat mendengar Yuri menghilang. Walaupun sempat melihat Yuri yang masih koma, tapi dia tak bisa melawan penyakit yang dideritanya.


"Nanti saya akan mencoba untuk bisa berkomunikasi dengan Mbak Yuri, walaupun saya belum tau apa saya bisa melakukannya atau tidak, tapi saya akan berusaha keras untuk membuat Mbak Yuri sembuh."


"Terimakasih Dokter Malik."


"Iya sama-sama, Pak."


Sementara itu, Yuri segera menghapus semua pesan yang ada di hapenya, mungkin karena dia tidak ingin ayahnya tau tentang dendamnya itu, dia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Novan, dia harus bisa menguatkan mentalnya untuk bertemu dengannya dan membunuhnya. Mungkin karena dia masih depresi, makanya dia tidak bisa berpikir dengan akal sehatnya.

__ADS_1


__ADS_2