
Diwaktu yang bersamaan, malam ini Dara sedang sibuk membuat soal ulangan biologi untuk besok, di dalam kamar.
Sementara Yunan terlihat begitu sibuk membaca buku pelajaran biologi, di ruang tengah. Beberapa kali Yunan tersenyum mengingat saat Dara menyebutkan bahwa dia adalah suaminya di depan pelayan toko yang mengira Yunan adalah adiknya Dara.
Yunan sangat berharap suatu saat nanti dia dan Dara tidak perlu lagi merahasiakan hubungan pernikahan mereka. Dia ingin semua orang tau bahwa guru cantik itu adalah istrinya.
Tapi dia belum bisa melakukannya, karena dia tau bagaimana sikap ayahnya. Dia takut ayahnya akan menyakiti Dara.
Yunan berusaha untuk berkonstrasi kembali untuk membaca buku pelajaran, dia harus mendapatkan nilai 100 besok.
Sementara di dalam kamar, Dara sudah selesai membuat 30 soal untuk ulangan besok, dia menatap lingerie yang masih dia simpan di atas kasur, rasanya tak bisa membayangkannya jika nanti dia memakai pakaian seksi itu di depan Yunan.
Siap tidak siap dia memang saat ini masih berstatus sebagai istrinya Yunan, Yunan berhak meminta hak darinya, terlebih Yunan sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami dalam menafkahinya untuk kebutuhan dia sehari-hari dan juga dia tinggal di apartemen suami bocahnya.
Dan mungkin saja itu bisa dijadikan kenangan indah bersama suami bocahnya, Dara juga wanita dewasa, pasti memiliki rasa penasaran dengan praktek biologi yang sering dia bahas tentang proses pembuahan pada manusia. Apalagi mereka melakukannya dalam keadaan halal.
Paginya...
Dara padahal merasa dirinya bangun terlalu pagi namun ternyata dia kalah cepat lagi. Yunan sudah mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
"Kamu memasak lagi?" tanya Dara, dia memperhatikan banyak makanan yang sudah tersedia di atas meja makan.
__ADS_1
"Tentu saja, kamu jangan terlalu kecapean, soalnya bisa saja nanti aku membuat kamu kelelahan." Yunan mengatakannya sambil tersenyum manis. Rasanya sudah tidak sabar untuk mendapatkan hadiah dari Dara.
Wajah Dara terlihat memerah, dia menelan salivanya dengan susah payah. Dara segera duduk, dia mengambil air putih yang sudah disediakan Yunan, lalu meneguknya.
"Dan kamu tidak perlu mencuci, aku sudah mencuci semuanya."
Dara langsung tersendak, dia jadi terbatuk-batuk.
"Kamu tidak apa-apa?" Yunan menepuk-nepuk punggung Dara.
"Kenapa kamu mencuci pakaianku?"
"Bukan begitu, tapi..." Dara sulit sekali untuk menjelaskannya.
"Kita ini suami istri, jadi wajar jika aku mencuci pakaian kamu. Lagian aku gak melihat satu persatu, langsung aku masukan ke dalam mesin cuci."
"Beneran?"
Yunan menganggukkan kepala, "Heeum." Lagian dia lebih penasaran sama isinya dari pada pakaian dalam Dara.
Dara merasa lega mendengarnya. Dia segera memakan masakan sang suami bocahnya kembali, masakan Yunan sedikit ada kemajuan dari kemarin, masakannya hari ini lebih terasa enak. Tapi Dara merasa tidak enak hati karena seharusnya dia yang memasak.
__ADS_1
"Mulai besok aku saja yang masak."
"Tidak perlu, aku senang melakukannya untukmu."
Dara memperhatikan wajah Yunan, padahal dari dulu dia tau Yunan memang tampan, tapi entah mengapa hari ini laki-laki itu terlihat jauh lebih tampan. Tidak terbayang bagaimana jika dia tumbuh dewasa nanti, pasti banyak wanita yang tergila-gila padanya.
"Jangan terlalu percaya diri, soal ulangan yang aku buat sangat susah sekali." Dara memperingati Yunan agar tidak terlalu berharap mendapatkan hadiah darinya.
"Oke, kita buktikan saja." Anak itu malah terasa tertangtang.
...****************...
Ternyata benar sekali ucapan Dara, hari ini para murid nampak kesusahan mengerjakan soal ulangan biologi tersebut.
Yunan menggigit bibir bawahnya, ternyata soal ulangan yang diberikan oleh Dara jauh dari perkiraannya, sangat sulit sekali, padahal dia baru mengerjakan 10 soal, tinggal 20 soal lagi.
Yunan menghela nafas, gini amat perjuangan agar bisa mendapatkan jatah dari istri.
Yunan mendeliki Dara yang sedang duduk di kursinya, di depan kelas. Yunan melihat Dara tersenyum meledeknya. Sepertinya dia sudah bisa menebak Yunan akan kesulitan mengerjakan soal ulangan tersebut.
Hhh... dia malah meledek aku, oke awas saja kalau aku mendapatkan nilai 100_ gerutu hati Yunan.
__ADS_1